Minggu, 07 September 2008

HUKUM PIDANA (Pemahaman Umum)

I. JENIS - JENIS SAKSI

  1. Saksi A Charge: adalah saksi yang memberikan keterangan yang menguatkan pihak Jaksa Penuntut Umum, dan sebaliknya melemahkan pihak Terdakwa;
  2. Saksi A De Charge: adalah saksi yang memberikan keterangan yang menguatkan pihak Terdakwa, dan sebaliknya melemahkan pihak Jaksa Penuntut Umum;
  3. Saksi Mahkota (Kroon Getuige): disebut juga saksi utama (pasal 160 ayat 1a, b KUHAP) adalah saksi korban atas suatu peristiwa atau perbuatan pidana;
  4. Saksi Relatif (Relatief Onbevoegd): adalah saksi yang tidak mampu secara nisbi/ relatif. Mereka ini boleh didengar tetapi tidak sebagai saksi;
  5. Saksi Absolut(Absolut Onbevoegd): adalah saksi yang tidak mampu secara mutlak. Hakim dilarang untuk mendengar orang ini sebagai saksi;
  6. Keterangan Ahli (Deskundigenberricht Espertise): adalah keterangan pihak ketiga yang objektif (didasarkan pada suatu keahlian atas suatu ilmu tertentu) dan bertujuan untuk membantu hakim dalam pemeriksaan perkara guna menambah pengetahuan hakim itu sendiri.

II. Perbedaan antara Keterangan Saksi dan Keterangan Ahli

  • Pada Keterangan Saksi: orang yang menerangkan suatu peristiwa pidana tersebut adalah orang yang mendengar dan/atau melihat dan/atau mengalami sendiri suatu peristiwa atau perbuatan pidana;
  • Pada Keterangan Ahli:orang yang menerangkan suatu peristiwa pidana tersebut sama sekali tidak mendengar dan/atau melihat dan/atau mengalami sendiri suatu peristiwa atau perbuatan pidana yang terjadi, tetapi ia mengetahui secara khusus atau mempunyai keahlian yang khusus terhadap peristiwa atau perbuatan pidana yang terjadi;


Introduced by: Appe Hutauruk, SH.
Hp. 0818964919

Tidak ada komentar: