Sabtu, 18 Oktober 2008

PERIBAHASA INDONESIA

ABJAD A

Ada sama dimakan, tak ada sama ditahan
(Artinya: Bersama - sama berbahagia, bersama - sama menderita)

Ada gula ada semut
(Artinya: Orang yang kaya/banyak harta sering dikunjungi orang)

Ada aku dipandang hadap, tiada aku pandang belakang
(Artinya: Di depan bermulut manis, dibelakang perkataannya busuk)

Adat gunung tempatan kabut
(Artinya: Kepada yang pandai kita bertanya dan kepada yang kaya kita meminta/meminjam)

Anak baik menantu molek
(Artinya: Memperoleh bermacam - macam keuntungan)

Anjing galak, babi berani
(Artinya: Kedua belah pihak masing - masing sama berani)

Anjing mengulangi bangkai
(Artinya: Pelacur mengulangi menjalani profesinya)

Air besar batu bersibak
(Artinya: Bila ada bahaya atau malapetaka, tiap - tiap orang biasanya mencari kaumnya atau keluarganya atau bangsanya atau kalanganya)

Air susu dibalas dengan air tuba
(Artinya: Kebaikan dibalas dengan kejahatan)

Air tenang menghanyutkan
(Artinya: Orang yang diam banyak pengetahuannya)

Air cucuran atap jatuhnya kepelimbahan juga
(Artinya: Tingkah laku anak meniru tingkah laku orang tuanya)

Air yang tenang jangan disangka tiada berbahaya
(Artinya: Orang pendiam jangan dianggap penakut atau dapat dipermainkan)

Air yang dingin juga dapat memadamkan api
(Artinya: Perkataan yang lemah - lembut dapat menenangkan orang yang sedang marah dan panas hati)

Air diminum rasa duri, nasi dimakan rasa sekam
(Artinya: Makan dan minum terasa tak enak karena hati sedang gelisah)

Air beriak tanda tak dalam
(Artinya: Banyak bicaranya tetapi tidak banyak pengetahuannya atau pengalamannya)


ABJAD B

Bagai ayam bertelur di padi
(Artinya: Hidup senang tak kekurangan sesuatu apapun)

Bagai Anjing menggonggong (menyalak) di ekor gajah
(Artinya: Seorang yang hina - dina melawan seorang yan mulia dan berkuasa)

Bagai memakai baju pinjaman (dipinjam)
(Artinya: Kelihatan tidak patut dan canggung apabila tingkah - laku kita tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya)

Bagai balam dengan ketitiran
(Artinya: Selalu berselisih, tak dapat bersatu padu)

Bagai baling - baling di atas bukit
(Artinya: Berpikiran tidak tetap, selalu dapat dipengaruhi orang)

Bagai kuku dengan daging
(Artinya: Kasih - sayang yang tak terhingga)

Bagai si lumpuh pergi merantau
(Artinya: Melakukan suatu pekerjaan yang tidak mungkin dikerjakan, tidak mungkin pula memberikan hasil)

Banyak habis, sedikit sedang
(Artinya: Uang/harta yang banyak akan habis juga terpakai, sedangkan uang/harta yang sedikit dapat juga mencukupi. Cukup atau tidaknya uang/harta seseorang bergantung pada hemat atau borosnya orang tersebut)

Bagai berpijak di bara hangat
(Artinya: Orang yang gelisah karena kemalangan atau terganggu pikirannya)

Bau busuk tiada berbangkai
(Artinya: Celaan/hinaan yang tidak benar karena tidak ada buktinya)

Baunya setahun pelajaran
(Artinya: Bau yang teramat sangat)

Bapak burik, anaknya tentu rintik
(Artinya: Sedikit banyak sifat seseorang akan turun kepada anaknya)

Bergantung pada akar lapuk
(Artinya: Mengaharapkan bantuan kepada seseorang yang sama sekali tidak dapat memberi bantuan)

Belum beranak sudah berbesan
(Artinya: Belum berhasil mendapatkan sesuatu , tetapi sudah merasa berhasil)

Belum beranak sudah ditimang
(Artinya: Belum berhasil mendapatkan sesuatu , tetapi sudah merasa berhasil)

Belum berkuku hendak mencubit
(Artinya: Belum berkuasa tetapi sudah mencari - cari kesalahan orang)

Bayang - Bayang sepanjang badan
(Artinya: Perbuatan kita harus sesuai dengan kekuatan dan keadaan kita sendiri)

Bayang - bayang sepanjang tubuh
(Artinya: Mengharapkan sesuatu yang belum tentu diperoleh)

Beranak tiada berbidan
(Artinya: Menderita kesusahan karena kebodohan)

Berbilang dari esa, mengaji dari alif
(Artinya: Mengerjakan sesuatu harus dari permulaan, kemudian berangsur - angsur sampai selesai)

Buka kulit ambil isi
(Artinya: Merundingkan sesuatu dengan terus terang, tidak ada hal - hal yang disembunyikan oleh kedua belah pihak)


ABJAD D

Dapat durian runtuh
(Artinya: Mendapat keuntungan yang besar tanpa bersusah - payah)

Dapat karun timbul
(Artinya: Mendapat keuntungan yang besar tanpa bersusah - payah)

Dapat kopi pahit
(Artinya: Mendapat teguran/peringatan yang keras dari pimpinan/atasannya)

Disangka tiada akan mengaram, ombak yang kecil diabaikan
(Artinya: Kelalaian/kesalahan yang kecil dapat berubah menjadi bencana yang besar dan membinasakan)

Di luar bagai madu, di dalam bagai empedu
(Artinya: Ucapannya sangat manis, tetapi hatinya sangat jahat)

Di luar merah, di dalam pahit
(Artinya: Ucapannya sangat manis, tetapi hatinya sangat jahat)

Duduk meraut ranjau, berdiri melihat musuh
(Artinya: Terus - menerus bekerja, tak suka membuang waktu)

Digenggam takut mati, dilepas takut terbang
(Artinya: Sesuatu hal yang sangat pelik/sukar, karena apabila dibuang atau disimpan sama - sama merugikan)

ABJAD H

Habis manis sepah dibuang
(Artinya: Suatu barang atau seseorang yang tidak dipedulikan atau dilupakan karena tidak ada lagi manfaatnya)

Hendak tinggi terlalu jauh, hendak panjang terlalu patah
(Artinya: Baranh siapa dengan sengaja berbuat kesalahan/keangkuhan akhirnya akan celaka juga)

Hidup segan mati tak mau
(Artinya: Hidup penuh penderitaan karena menderita penyakit yang berkepanjangan)

Hidup dikandung adat, mati dikandung tanah
(Artinya: Selama kita hidup harus patuh pada hukum dan aturan - aturan, karena kita akan mempertanggungjawabkannya ketika meninggal)

Hilang tentu rimbanya, mati tentu kuburnya
(Artinya: Suatu masalah yang jelas dan tuntas)

Hilang di mata, di hati jangan
(Artinya: Walaupun tak dapat dipandang/dilihat lagi, tetapi hendaknya selalu diingat di dalam hati)

Hujan emas dinegeri orang, hujan batu negeri sendiri, baik juga di negeri sendiri
(Artinya: Meskipun di negeri orang merasa bahagia, lebih bahagia di negeri sendiri)

Hujan tak sekali jatuh, simpai tak sekali erat
(Artinya: Setiap pekerjaan tidak dapat dikerjakan sekaligus, biasanya berangsur - angsur, sedikit demi sedikit)


ABJAD I

Ibarat burung, mata lepas badan terkurung
(Artinya: Terjamin dan terpelihara tetapi tidak bahagia karena terkungkung)

Ikut hati mati, ikut rasa binasa, ikut mata leta
(Artinya: Barang siapa hidupnya hanya mengikuti hawa nafsu, selamanya dirinya akan binasa)

Intan itu jika terbenam dalam pelimbahan sekalipun, tiada hilang cahayanya
(Artinya: Kebenaran walaupun ditutupi tetap akan menjadi nyata dan jelas/ Orang yang perilakunya baik walaupun miskin dan sengsara tetap orang baik)


ABJAD J


Jatuh di atas tilam
(Artinya: Menjadi sangat berbahagia dan tak kekurangan sesuatu apapun karena mendapat isteri yang kaya - raya)

Jauhari juga yang mengenal manikam
(Artinya: Hanya orang yang arif bijaksana yang mengetahui keindahan dan manfaat dari ilmu penegtahuan)

Jiwa bergantung di ujung rambut
(Artinya: Keadaan serba sulit dan jiwanya terancam)



ABJAD K

Kalah jadi abu, menang jadi arang
(Artinya: Pihak yang kalah dan yang menang sama - sama rugi);

Kera menegurkan tahinya
(Artinya: Orang yang berbuat kesalahan, ia sendiri yang terlebih dahulu memberitahukan kesalahannya)

Keras bagai batu, tinggi bagai langit
(Artinya: Orang yang tidak mengindahkan/mentaati perintah pimpinananya)

Kesturi mati karena baunya
(Artinya: Orang yang binasa karena kelebihannya, baik karena hartanya maupun karena derajatnya)

Kerja raja dijunjung, kerja kita dikelek
(Artinya: Sambil kita mengerjakan sesuatu untuk orang lain, kita dapat menyelesaikan pekerjaan kita sendiri dengan tidak mengurangi hasil pekerjaan untuk orang lain)

Keris panjang berkelok, kemana dibawa kemana elok
(Artinya: Orang yang banyak dan lengkap pengetahuannya, disuruh apa saja ia pasti dapat mengerjakannya dengan baik)


ABJAD L


Laba sama dibagi, rugi sama diterjuni
(Artinya: Sama - sama untung dan sama - sama rugi secara adil)

Lain dulang lain kaki, lain orang lain hati
(Artinya: Setiap orang berlainan pikiran, perasaan dan keinginannya)

Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya
(Artinya: Lain negara/daerah lain aturan dan adat istiadatnya)

Lain lauk lain nasi
(Artinya: Seseorang yang mendapat dua keuntungan dari satu pekerjaan yang telah ia kerjakan)

Laut mana yang tak berombak, bumi mana yang tak ditimpa hujan
(Artinya: Tak ada seorangpun yang tidak pernah melakukan kesalahan, meskipun satu kali saja)

Lembu punya susu, sapi punya nama
(Artinya: Kita yang bekerja keras dan banyak mengeluarkan uang, tetapi orang lain yang beruntung dan mendapat pujian)

Lepas bantal berganti tikar
(Artinya: Seorang suami yang ditinggal meninggal isterinya, menikah lagi dengan saudara/keluarga istrinya )


ABJAD M

Malam berselimut embun, siang bertudung awan
(Artinya: Sangat miskin dan tidak mempunyai tempat tinggal)

Manis bagai gula jawa
(Artinya: Suami - isteri yang sama cantiknya)

Menjemur sementara hari panas
(Artinya: Bekerja keras mencari harta dan pengetahuan selama masih muda, jangan ditunggu sampai tua)

Mencari jejak dalam air
(Artinya: Pekerjaan yang sia - sia tidak akan menghasilkan apapun)

Minta sisik pada limbat
(Artinya: Mengharapkan sesuatu yang mustahil, karena yang diharapkan itu tidak ada)

ABJAD P

Patah arang
(Artinya: Perselisihan yang mendalam antara kedua belah pihak dan tidak dapat didamaikan lagi)

Pelanduk melupakan jerat tetapi jerat tidak melupakan pelanduk
(Artinya: Seseorang yang telah menipu orang lain selalu ingat akan perbuatannya dan pembalasannya)

Pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna
(Artinya: Segala sesuatu yang akan dikerjakan hendaknya dipirkan dahulu baik - baik supaya tidak menyesal)

Pisang ditanam tak berjantung
(Artinya: Usaha/upaya untuk mendapatkan keuntungan yang tidak menghasilkan sesuatu/ apa - apa)

Pucuk dicinta, ulam tiba
(Artinya: Mendapatkan sesuatu yang sangat diharapkan)

Putus benang boleh dihubung, putus arang bercerai lalu
(Artinya: Bercerai atau ditinggal mati isteri tidak begitu sukar karena suami bisa kawin lagi, Tetapi jika yang meninggal adal sanak saudara maka tidak dapat dicari ganti)


ABJAD S

Seperti ikan pulang ke lubuk
(Artinya: Orang yang telah pulang ke negerinya tidak gampang pergi kembali)

Seperti kambing dengan dengan harimau
(Artinya: Orang lemah melawan orang yang kuat)

Seperti kambing dikuliti hidup - hidup
(Artinya: Menderita kesakitan yang tak terhingga)

Seperti katak di bawah tempurung
(Artinya: Seseorang yang sangat sedikit pengetahuan dan pengalamannya, karena selalu tinggal di kampung halaman dan jarang bepergian jauh)

Seperti api di dalam sekam
(Artinya: Melakukan kejahatan atau kezoliman secara diam - diam)

Sehabis kelahi teringat silat
(Artinya: Sesudah pekerjaan selesai, baru teringat cara yang terbaik untuk mengerjakan pekerjaan itu)

Sekepal menjadi gunung, setitik menjadi laut
(Artinya: Nasehat yang baik meskipun sedikit maka akan menyelamatkan dirinya)

ABJAD T

Tambah air tambah sagu
(Artinya: Kalau tambah pekerjaan tambah pula penghasilannya)

Terasa - rasa bagai duri dalam daging
(Artinya: Hati terasa sakit karena kata - kata yang melukainya)

Tidak kekal bunga dikarang
(Artinya: Kekayaan atau kehormatan yang sudah tidak ada lagi, atau perkawinan yang sebentar saja)

Tiada raja yang menolak sembah
(Artinya: Lazimnya orang suka menerima hadiah atau kehormatan)












Jakarta, 18 Oktober 2008
Copy Right by:
APPE HUTAURUK, SH.
HP. 0818964919

2 komentar:

RICKY mengatakan...

trimakasih,
ok pribahasanya

sarahwati mengatakan...

trims peribahasanya :)