Rabu, 14 April 2010

Tanah dan Problematika Hukum

PENGERTIAN DASAR

- Mendaftarkan tanah ke Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) artinya meminta kepada Kantor Badan Pertanahan Nasional agar tanah anda dicatat identitasnya di Kantor Badan Pertanahan Nasional dan kepada anda diberikan sertifikat tanah tersebut;

- Identitas tanah adalah keterangan - keterangan mengenai sebidang tanah, sehingga bidang tanah tersebut jelas jenis haknya, luasnya, batas - batasnya, keadaannya, letaknya, siapa pemiliknya dan ciri - ciri khas lainnya;

- Fungsi identitas tanah adalah agar setiap tanah mempunyai "kepribadian" sendiri, sehingga setiap bidang tanah dapat dikenal dan dibedakan dengan bidang tanah yang lain; (catatan: Identitas tanah dapat dilihat dari/dalam sertifikat tanah tersebut)

- Ada beberapa manfaat sertifikat tanah, yaitu: 1) Merupakan bukti yang kuat mengenai hak atas tanah, 2) Dapat dijadikan sebagai jaminan yang aman suatu perikatan, 3) Sebagai jaminan atas hak - hak Ahli Waris, 4) Mempermudah transaksi atas tanah, 5) Meningkatkan nilai jual tanah;

- Cara pendaftaran tanah pada prinsipnya adalah Anda harus membawa seluruh dokumen - dokumen berkaitan dengan tanah yang anda miliki ke Kantor Badan Pertanahan Nasional (sesuai dengan wilayah yurisdiksinya) dan ajukan permohonan agar dikeluarkan sertifikat atas tanah tersebut (Di Kantor Pertanahan telah disediakan formulir isian mengenai pendaftaran tanah tersebut). Dokumen - dokumen yang anda bawa tergantung pada "asal hak atas tanah" yang anda miliki;

- Untuk tanah turun - temurun dengan alas hak girik, maka yang harus dibawa ke Kantor Badan Pertanahan Nasional adalah; 1) Surat Girik, 2) Surat Keterangan Kepala Desa/Kelurahan yang dikuatkan oleh Camat tentang kepemilikan tanah tersebut, 3) Surat Pernyataan anda bahwa tanah tersebut tidak dalam sengketa, tidak dibebani dengan Hak Tanggungan dan/atau jaminan lainnya serta sejak kapan anda memiliki tanah tersebut (Surat Keterangan dan Surat Pernyataan formulirnya ada di Kantor Kelurahan atau Kantor Badan Pertanahan Nasional);

- Sebutan untuk Surat Girik adalah berbeda - beda di masing - masing daerah; ada dengan sebutan Petok D, Letter C, Ketitir atau didaerah tertentu disebut Surat Ipeda;

- Apabila permohonan pendaftaran tanah dilakukan bersamaan dengan pendaftaran jual - beli maka formulirnya disertakan dengan formulir akta jual beli dari Notaris / PPAT;

- Setelah anda mengajukan pendaftaran tanah, maka harus menunggu 2,5 atau 3 bulan agar sertifikatnya keluar, oleh karena penerbitan sertifikat harus melalui syarat publisitas yaitu pengumuman bersifat terbuka untuk memberikan kesempatan kepada pihak - pihak yang merasa kepentingan hukumnya (haknya) ada tersangkut dengan penerbitan sertifikat tersebut;

- Secara yuridis formal, biaya pendaftaran tanah diatur dalam pasal 2 ayat (1) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor.2 Tahun 1978;

- Dokumen - dokumen (surat - surat) yang harus dibawa ke Kantor Badan Pertanahan Nasional apabila hendak mendaftarkan tanah yang diperoleh dari warisan, adalah; 1) Sertifikat tanah tersebut, 2) Akta pembagian harta warisan yang dibuat oleh PPAT, 3) Surat Kematian Pewaris, 4) Surat Keterangan Hak Mewaris, 5) Ipeda/PBB atas tanah tersebut;

- Biaya pendaftaran tanah yang terjadi dari pewarisan diatur dalam pasal 5 ayat (2) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor.2 Tahun 1978;

- Pengertian tanah sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 ayat (1) Undang - Undang Pokok Agraria (UUPA) adalah permukaan bumi;

- Yang dimaksud dengan hak - hak penguasaan atas tanah adalah hak - hak yang memberi wewenang kepada yang mempunyai hak tersebut untuk berbuat sesuatu terhadap tanah tersebut;


To be continued

Tidak ada komentar: