Sabtu, 24 Maret 2012

PROVERBS AND PROVERBS

Those whom the gods love die young (Mereka yang dikasihi para dewa akan mati dalam usia muda);
The spirit is willing but the flesh is weak (Keinginan bersemangat tetapi badan lemah);
It is a poor heart that never rejoices (Adalah hati yang malang bagi yang tidak bisa bersuka ria);
Money breeds money (Uang beranak uang);
Live and learn (Hidup dan belajarlah);
If you want peace, prepare for war (Jika ingin damai, bersiaplah untuk perang);
He laughs best who last laugh (Yang tertawa terakhir adalah yang paling baik);
God's mill grinds slow but sure (Gilingan Tuhan berputar pelan tetapi pasti);
Fish begins to stink at the head (Ikan mulai busuk dari kepalanya);
Every flow must have its ebb (Tiap aliran air ada surutnya);
Do as you would be done by (Lakukan seperti yang anda ingin lakukan);
Cleanliness is next to goodliness (kebersihan dekat dengan kebaikan);
You may lead a horse to water, you cannot make him drink (Anda mungkin bisa membawa kuda menuju mata air, tetapi tidak bisa memaksanya untuk minum);
There is no smoke without fire (Tak ada asap tanpa api);

The purse of the patient protracts the disase (Dompet pasien memperpanjang penyakit);
Out of sight, out of mind (Tak kelihatan maka tak terpikirkan);
It never rains but it pours (Tak pernah hujan, tetapi sekali datang hujan lebat);
Misfortune tells us what fortune is (Ketidakberuntungan memberiytahukan kita makna keberuntungan);
Little things please little minds (Hal kecil dapat menyenangkan pikiran sempit);

If you want a thing well done, do it yourself (Jika anda menginginkan semua hal terlaksana dengan baik, lakukanlah sendiri);
He knows the water best who has waded through it (Yang paling tahu tentang air adalah ia yang pernah menyeberanginya);
God never sends mouths but He sends meat (Tuhan tak pernah mengirim mulut tetapi daging);
First thrive then wife (Kaya dulu kemudian beristeri);
Do as most men do, then most men will speak well of you (Lakukan seperti halnya orang lain, maka mereka akan berkata baik tentang anda);
Civility costs nothing (Kesopanan itu tidak mahal);
You may know by a handful the whole sack (Anda dapat menetahui seluruh isi karung hanya dengan satu genggam);
Worse things happen at sea (Hal - hal yang lebih buruk terjadi di laut);
It is no use spoiling the ship for a half penny worth of tar (Tak ada gunanya membinasakan kapal hanya karena menghemat ter seharga setengah sen);
There is no royal road to learning (Tak ada jalan pintas untuk belajar);
Sweet are the uses of adversity (Manis adalah hikmah dari kesengsaraan);
The proof of the pudding lies in the eating (Rasa kue dapat dibuktikan ketika sedang dimakan);
Other countries, other customs (Lain negeri, lain adat);
It is never too late to mend (Tak ada istilah terlambat untuk memperbaiki);
Might is right (Kuat adalah benar);
Little pitchers have big ears (Kendi kecil bertangkai besar);
If you cannot bite, never show your teeth (Jika tidak bisa menggigit, jangan perlihatkan gigimu);
He knows on which side his bread is buttered (Dia tahu sebelah mana roti yang diberi mentega);
God made the country, and man made the town (Tuhan menciptakan negeri dan manusia membangun kota);
First impressions are most lasting (Kesan pertama paling mempesona);
Every dog has its day (Setiap anjing memiliki harinya);
Do as I say, not as I do (Lakukan seperti yang saya katakan, bukan seperti yang saya lakukan);
Circumstances alter cases (Keadaan mengubah cara);
It is as well to know which way the wind blows (Adalah baik untuk mengetahui kemana arah angin bertiup);
You cannot teach an old dog new tricks (Anda tidak dapat mengajari anjing tua dengan cara - cara yang baru);
There is no perfection in the world (Tidak ada yang sempurna di dunia ini);
Work expands so as to fill the time available (Pekerjaan meluas untuk mengisi waktu yang tersedia);
There is no garden without its weeds (Tak ada kebun tanpa rumput);
The pen is mightier than the sword (Pena lebih tajam daripada pedang);
Other days, other ways (Lain hari, lain cara);
Nothing venture nothing gain (Tak ada keberanian tak akan dapat apa - apa);
Like master, like man (Majikan sama dengan hambanya);
If wishes were horses, beggars would ride (Jika kehendak itu berupa kuda, maka pengemis akan menungganginya);
He gives twice who gives quickly (Memberi dengan cepat sama dengan memberi dua kali);
God is always on the side of big battalions (Tuhan selalu berpihak pada batalion yang besar);
First come, first served (Yang pertama datang, dilayani lebih dahulu);
Every cock crwos on his own dunghill (Setiap ayam jantan berkokok diatas tumpukan kotorannya sendiri);
Distance lends enchantment to the view (Jarak membuat pemandangan menjadi indah);
Children should be seen and not heard (Anak - anak harus dilihat, bukan didengar);
It is all in the day's work (Semuanya merupakan pekerjaan sehari - hari);
Why keep a dog and bark yourself? (Mengapa memelihara anjing dan menggonggong diri anda sendiri);
There is no fool like and old fool (Tak ada orang yang bodoh seperti orang tua yang bodoh);
Opportunity makes the thief (Peluang menciptakan pencuri);
Nothing succeeds like success (Tidak ada yang berhasil seperti sukses itu sendiri);
Men make houses, women make homes (Pria membangun rumah, wanita membuat tempat tinggal);
Life is not all beer and skittles (Hidup ini bukan hanya sekedar untuk minum bir dan main skittle);
Don't kick against the pricks (Jangan menendang ujung yang tajam);
If two men ride on a horse, one must ride behind (Jika dua orang naik satu kuda, yang satu orang harus dibelakang);
Have two strings to your bow (Pasanglah dua tali pada busurmu);
God helps those who help themselves (Tuhan menolong mereka yang menolong dirinya sendiri);
First catch your hare (Tangkap dulu kelinci anda);
Even the weariest river winds somewhere safe to sea (Bahkan sungai yang paling letihpun masih terus berkelok - kelok sampai ke tempat aman menuju laut);
Discretion is the better part of valour (Kebijaksanaan adalah bagian yang lebih baik dari keberani);
Charity covers a multitude of sins (Kedermawanan menghapus banyak dosa);
It is better blessed to give than to take (Lebih baik memberi daripada menerima);
You cannot put old heads on young shoulders (Anda tidak dapat menyandarkan kepala tua pada bahu muda);
When one door shuts, another opens (Bila satu pintu tertutup, pintu lainnya terbuka);
There is many a true word spoken in jest (Banyak kebenaran disampaikan melalui canda);
Still water run deep (Air tenang itu dalam);
Procrastination is the thief of time (Penundaan adalah pencuri waktu);
Open confession is good for the soul (Pengakuan terus terang itu bagus untuk jiwa);
No man is indispensable (Tak ada orang yang tidak dapat ditinggalkan);
Men are not to be measured in inches (Manusia tidak diukur menurut inci);
Let the buyer beware (Biarkanlah pembeli berhati - hati);
If there were no clouds, we should not enjoy the sun (Bila tidak ada awan, kita tidak akan menikmati matahari);
Hasty climber have sudden falls (Pemanjat yang tergesa - gesa bisa jatuh mendadak);
Go while the going is good (Pergilah selagi kepergian itu baik);
Fire is a good servant but a bad master (Api adalah pelayan yang baik tetapi majikan yang jahat);
Even homer sometimes nods (Bahkan homerus pun kadang - kadang mengangguk);
Discontent is the first step in progress (Perasaan tidak puas adalah langkah awal kemajuan);
Charity begins at home (Kedermawanan dimulai dari rumah);
The biter is sometimes bit (Penggigit kadang - kadang tergigit);
You cannot put a quart into a pint pot (Anda tidak bisa memasukkan air satu quart ke dalam cerek satu pint);
When in Rome, do as the Romans do (Bila berada di Roma, berbuatlah seperti orang Roma);
There is many a good tune played on an old fiddle (Banyak nada bagus yang dapat dimainkan dengan biola tua);
Speech is silver, silence is golden (Bicara itu perak, diam itu emas);
Prevention is better than cure (Pencegahan lebih baik daripada pengobatan);
Only the wearer knows where the shoe pinches (Hanya pemakai yang tahu dibagian mana sepatunya berlobang);
No man can serve two masters (Tak seorangpun dapat mengabdi pada dua orang majikan);

Men are blind in their own cause (Orang menjadi buta diakibatkan dirinya sendiri);

Let not the left hand know what the right hand does (Jangan biarkan tangan kiri mengetahui apa yang dikerjakan oleh tangan kanan);

If the cap fits, wear it (Jika topi itu cocok pakailah);

Haste makes waste (Tergesa - gesa itu pemborosan);

Gluttony kills more than the sword (Ketamakan lebih banyak membunuh daripada pedang);

Tidak ada komentar: