Rabu, 21 Maret 2012

PROVERBS II

JAMES M. BARRIE: The secret of happiness is not in doing what one likes, but in liking what one does (Rahasia kebahagian bukan terletak pada mengerjakan apa yang disenangi, tetapi pada menyenangi apa yang sedang dikerjakan);

ERASMUS: The summit of happiness is reached when a peron is ready to be what he is (Puncak kebahagiaan akan dapat diraih oleh seseorang, jika ia siap menerima dirinya apa adanya);

WOODY ALLEN: The talent for being happy is appreciating and liking what you have, instead of what you don’t have (Bakat yang dibutuhkan untuk menjadi orang bahagia adalah bakat menghargai dan mencintai apa yang sudah anda miliki, bukan apa yang belum / tidak anda miliki);

BENJAMIN FRANKLIN: The U.S. Constitution doesn’t guarantee happiness, only the pursuit of it. You have to catch up with it yourself (Konstitusi Amerika tidak dapat menjamin kebahagiaan seseorang, tetapi hanya bias mendorong. Merekalah yang harus menciptakan kebahagiaan di dalam dirinya sendiri);

H.C. MATTERN: The way of happiness is: keep your heart free from hate, your mind from worry. Live simply, give much. Fill your life with love. Do as you would be done by (Jalan menuju kebahagiaan hidup adalah: bebaskan diri anda dari kebencian, bebaskan pikiran dari kekhawatiran. Hiduplah sederhana, banyak member. Isi hidup anda dengan cinta. Lakukan sesuatu seperti anda mengharapkan orang lain melakukannya);

HENRY FORD: There is no happiness except in the realization that we have accomplished something ( Tidak ada kebahagian kecuali kebahagiaan menjalani proses mewujudkan penyelesaian sesuatu);

They are rich who have true friends (Mereka yang mempunyai sahabat sejati adalah kaya);

Think and act joyfully than you will be happy (Berfikir dan bertindaklah gembira maka anda akan bahagia);

EDWARD STANLEY: Those who think they have no time for bodily exercise will sooner or later have to find time for illness (Siapa yang berfikir tidak mempunyai waktu untuk melatih fisiknya, cepat atau lambat akan mempunyai waktu bagi penyakitnya);

MARCUS AURELIUS ANTONINUS: Very little is needed to make a happy life; it is all within yourself, in your way of thinking (Hanya sedikit yang dibuthkan untuk menciptakan kehidupan bahagia. Kebahagiaan itu dalam diri anda, di dalam cara yang anda gunakan untuk berfikir);

FRANCOIS DU DE LA ROCHEFOUCAULD: We are more interested in making others believe we are happy than in trying to be happy ourselves (Kita lebih tertarik untuk meyakinkan orang lain bahwa kita bahagia, daripada berusaha menjadi bahagia);

HELEN KELLER: When one door of happiness closes, another opens; but often we look so long at the closed door that we do not see the one that has been opened for us (Jika salah satu pintu kebahagian tertutup, yang lain terbuka; tetapi kita terlalu jauh melihat pintu yang tertutup hingga akhirnya tidak bias melihat pintu lain yang sudah terbuka);

FRANCOIS DU DE LA ROCHEFOUCAULD: When we are can not find contentment in ourselves, it is useless to seek it elsewhere (Ketika kita tidak bias menemukan kepuasan di dalam diri kita sendiri, sia – sialah kita mencarinya di tempat lain);

Worry can rob you of happiness, but kind words will cheer you up (Kekhawatiran mencuri kebahagiaan anda, tetapi perkataan ramah akan membesarkan hati);

NORMAN VINCENT PEALE: Worry is simply an unhealthy and distructive mental habit (Kekhawatiran adalah hanya kebiasaan mental yang tidak sehat dan merusak);

RAY BRADBURY: You can make yourself happy or miserable, it’s the same amount of effort (Anda bisa membuat diri anda bahagia atau sengsara, kedua – duanya membutuhkan usaha yang sama);

MICHAEL E. ANGIER: You can only be happy when you are in the process of achieving a goal (Anda hanya akan bahagia ketika sedang menjalani proses mencapai suatu tujuan);

MICHAEL E. ANGIER: You have a choice to be happy or unhappy. Since you must be one or the other, why not choose happiness? (Anda mempunyai pilihan untuk bahagia atau tidak bahagia. Oleh karena anda bisa memilih salah satunya, mengapa tidak memilih kebahagiaan?);

ANONYMOUS: You have to find happiness in yourself before you can find it with someone (Anda harus lebih dahulu menemukan kebahagiaan dalam diri anda sendiri, sebelum anda menemukannya dalam diri orang lain);

A bad man is an advice (Orang yang bertabiat buruk merupakan nasehat);

A beautiful thing is a forever joy (Sesuatu yang indah adalah kegembiraan buat selama – lamanya);

COLLIER: A book consoles us in loneliness and keeps us so that we won’t be a burden to ourselves (Buku menolong kita di saat kesepian dan menjaga agar kita tidak menjadi beban bagi diri sendiri);

ERIC VAN DER STEEN: A book is a corpse of an idea (Sebuah buku adalah jenazah dari suatu ide);

A book is a guide for the youth and a consolation for the old (Buku adalah panduan bagi yang muda dan penghibur bagi yang tua);

A book is like a garden carried in the pocket (Buku adalah laksana kebun yang dibawa – bawa dalam kantong);

A fool can use a proverb about as well as a crippled man can use his legs (Seperti orang lumpuh menggunakan kakinya, b egitulah orang bodoh yang mengucapkan nasehat);

A fool despiseth his father’s instruction: but he that regardeth reproof is prudent (Orang bodoh menolak didikan ayahnya, tetapi siapa mengindahkan teguran adalah bijak);

Tidak ada komentar: