Jumat, 04 Mei 2012

THE STORY OF ESTHER

Raja Ahasyweros dari Persia mengadakan suatu pesta besar. Ia mengundang semua pembesar, penasehat, pengawal tinggi dan para panglima tentara ke istana. Raja memamerkan kekayaan istananya dan kemegahan serta keagungan kerajaannya. Pesta itu berlangsung selama 180 hari (King Xerxes of Persia gave a big feast for his counsellors, minister, and generals. He showed off his wealth, and the splendor and glory of his kingdom for 180 days);   

Lalu raja menyuruh pelayan pribadinya memanggil isteri utamanya, yaitu Ratu Wasti dan meminta agar ia hadir dalam perjamuan makan. Akan tetapi, Ratu Wasti tidak mau dating (The king told his personal servants to go and ask his most important wife, Queen Vasti, to come and join the feast. But she declined); 

Bagaimana kalau perempuan – perempuan lain sampai mendengar bahwa Ratu Wasti tidak mau patuh ketika raja menyuruh datang? Mungkin para perempuan akan merasa bahwa mereka boleh melawan perintah suami – suami mereka (What if the women in the kingdom will hear that Vasti did not obey the king’s summons? They might think that they too, could refuse to obey their husbands);

Kemudian raja menyuruh pelayan – pelayannya mencari gadis – gadis tercantik di seluruh kerajaannya. Di bagian istana yang khusus untuk perempuan, semua gadis itu diberikan perawatan kecantikan. Yang paling cantik akan menjadi ratu yang baru (The king orders his sevants to search for beautiful young women in his kingdom. In the women’s living quarters of the palace they were given beauty treatments. The most beautiful one will become the new queen); 

Raja Ahasyweros merasa bahwa Ester – lah yang paling cantik dan yang paling manis dari semua gadis di istananya. Sebab itu, Ester dipilih menjadi ratu yang baru, menggantikan kedudukan Wasti (Xerxes liked Esther more than he did any of the other young women brought to his court. That is why he choose her to become queen in the palace of Vasti); 

Dua pengawal raja merasa tidak puas dan bersekongkol untuk membunuh raja. Mordekhai mendengar mereka berbicara sewaktu membuat rencana untuk membunuh raja. Ia memberitahu Ratu Ester tentang hal itu (Two men who guarded the king’s room got angry with the king and decided to kill him. Mordecai heard them talking as they plotted to kill the king. He asked Queen Esther to tell the king about this plot);

Kemudian raja mengangkat Haman menjadi Perdana Menteri. Semua pegawai istana menunduk dengan hormat kalau Haman lewat. Hanya Mordekhai yang tidak melakukannya, padahal itu perintah raja. Haman marah sekali dan memutuskan menghukum Mordekhai dan orang Yahudi yang ada di kerajaan Persia (Later, King Xerxes promoted Haman to become Prime Minister. All palace officials kneeled down whenever Prime Minister Haman passed by. But Mordecai refused to do so, even though it was an order from the king. Haman became very upset obout it and decided to punish Mordecai, and all Jews living in the Persian kingdom);  
Waktu semua orang di ibukota Susan mendengar bahwa semua orang Yahudi di negeri itu akan dibunuh, mereka menjadi gempar. Mordekhai meminta pertolongan Ester (When the people in Susa heard that all Jews in the country were to be killed, the city was in an uproar. Mordecai then asked for Esther’s help);

Ester berdiri di depan pintu balariung. Raja melihatnya dan mengulurkan tongkat emasnya kepada Ester. Lalu Ester maju dan menyentuh ujung tongkat emas itu. Ester mengundang raja dan Haman ke perjamuan makan (Esther stood in the inner court of the palace in front of the throne. The king saw her and held out the gold sceptre to her. Esther approached and touched the tip of the sceptre. Esther invited King Xerxes and Haman to have dinner with her that evening);    

Haman menceritakan rasa tidak senangnya kepada Mordekhai. Isteri Haman dan teman – temannya berkata: “Buat saja tiang gantungan yang tingginya dua puluh lima meter. Besok pagi mintalah izin kepada raja untuk menggantung Mordekhai disitu” (Haman told about his displeasure with Mordecai. Haman’s wife and friends said to him:”Build a tower twenty five metres high. And tomorrow morning ask the king to hang Mordecai there”);
Sementara itu di istananya  raja tidak bisa tidur pada malam itu. Sebab itu ia menyuruh seorang pelayan untuk membacakan kepadanya catatan sejarah kerajaan Persia (The king could not sleep that night. He had a servant read to him from the annals of the Persian kingdom);

Ester kembali mengundang raja dan Haman ke perjamauan makan. Ester menceritakan bahwa ada orang yang akan memusnahkan bangsa Yahudi. Raja bertanya kepad Ester, “Siapa yang berani berbuat begitu? Dimana orangnya?”. Ester menjawab, “Haman orangnya. Ia musuh dan penganiaya kami” (Esther again invited King Xerxes and Haman for dinner. She told the king that an evil person planned to kill her and her people, the Jews. The king asked Esther,”Who would dare to do such athing?” Esther replied,”An enemy, this evil Haman”) ;
Orang – orang Yahudi melawan musuh – musuh mereka dan mempertahankan diri terhadap orang – orang yang mau membunuh mereka (The Jews took their swords and defended themselves against those who wanted to kill them);

Akhirnya raja menghukum Haman pada tiang gantungan yang dibuatnya untuk Mordekhai. Kemudian raja Ahasyweros mengangkat Mordekhai menjadi pejabat tinggi kerajaannya, langsung dibawah raja sendiri. Raja memberikan cincin meterainya kepada Mordekhai (Xerxes ordered that Haman be hanged on the tower he had build to hang Mordecai. The king made Mordecai the highest official in his kingdom, next to himself. Xerxes also gave Mordecai, his signed ring);

Setelah peristiwa itu, orang – orang Yahudi menetapkan bahwa mereka tidak pernah boleh melupakan hari – hari dimana mereka hampir ditumpas habis. Setiap tahun pada tanggal tertentu mereka merayakan Purim selama dua hari (To commemorate this event, the Jews decided that they should always remember this days when they were nearly wiped out. Each year at certain dates they celebrate the Purim for two days);  

Tidak ada komentar: