Jumat, 31 Agustus 2012

IDEALISME TRANSENDENTAL JERMAN


Dalam periode yang termasuk singkat, Jerman menghasilkan banyak sekali filsuf – filsuf besar, pujangga – pujangga, musisi dan para sarjana yang telah mempengaruhi perkembangan lebih lanjut dari pemikiran tentang hukum;

Tiga filsuf besar yakni KANT, FICHTE, dan HEGEL, yang filsafat hukumnya memang tepat untuk diketengahkan, hampir tidak habis – habisnya mengisi produktivitas ilmiah pada waktu itu. Mereka adalah tokoh – tokoh yang sangat menonjol, dan masing – masing dari mereka mempersembahkan sebagian besar filsafatnya untuk hukum;

KANT, FICHTE, dan  HEGEL sangat berbeda dalam sistem – sistem dan kesimpulan – kesimpulan mereka, namun mengenai gagasan pokok mereka sependapat. Mereka mendasarkan filsafat hukumnya pada pendapat tertentu, yang mereka temukan dengan meneliti fikiran manusia; dalam mengkaji fikiran manusia, mereka mulai dari prinsip pokok ARISTOTELES: Bahwa manusia adalah makhluk berakal dengan kehendak bebas yang membedakannya dari alam, sehingga ia tunduk pada hukum – hukum dari alam fisik. Tetapi karena dikaruniai akal, ia sekaligus berbeda dari alam dan bahkan mampu mendominasinya;

Walaupun titik tolak mengenai gagasan pokok KANT, FICHTE, dan  HEGEL memberi beberapa pandangan pokok yang sama, namun kesimpulan – kesimpulan mereka dalam bidang filsafat hukum sangat berbeda;

Tidak ada komentar: