Selasa, 14 Agustus 2012

PLATO dan ARISTOTELES



PLATO dan ARISTOTELES

Adalah kemunduran yang berjalan secara berangsur – angsur dari demokrasi atica selama perang PELOPONESUS dan sesudahnya, yang memberikan latar belakang pada renungan tentang keadilan yang menguasai filsafat hukum Plato dan Aristoteles;    

Suatu penurunan standar (ukuran – ukuran) pemerintah dan masyarakat m emberi dorongan (stimulan) pada keinginan adanya keadilan.  Berhadapan dengan “hancurnya masyarakat atica dan hilangnya nilai dan kesempurnaan” yang dipuja oleh Pericles. Baik Plato maupun Aristoteles mempergunakan sebagian besar karya Pericles  untuk memberikan definisi yang lebih konkrit tentang pengertian “keadilan” dan hubungan antara keadilan dan hukum positif;

Plato mencoba mendasarkan konsepsinya tentang keadilan dari inspirasi, Aristoteles mendekati konsepsinya dengan analisa yang berdasarkan ilmu dan prinsip – prinsip rasional / dengan latar belakang tipe masyarakat politik dan peraturan – peraturan hukum yang ada pada waktu itu. Hal yang menghubungkan mereka adalah concept of virtue, sifat baik, suatu pengertian yang mencakup segala – galanya dimana keadilan   merupakan suatu bagiannya. Dari concept  of virtue tadi mengalir pengertian keseimbangan (balance) dan harmoni sebagai suatu ukuran (suatu test) suatu masyarakat dan perorangan yang adil. Akan tetapi dari sini terpisahlah jalan mereka;


 

Tidak ada komentar: