Kamis, 06 September 2012

KEKUASAAN


Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau suatu kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dari keinginan si pelaku;

Sarjana – sarjana yang melihat kekuasaan sebagai inti dari politik beranggapan bahwa politik adalah semua kegiatan yang menyangkut masalah merebut dan mempertahankan kekuasaan. Biasanya dianggap bahwa perjuangan kekuasaan (power struggle) ini mempunyai tujuan yang menyangkut kepentingan seluruh masyarakat. Pendekatan ini, yang banyak terpengaruh oleh sosiologi, lebih luas ruang lingkupnya dan juga mencakup gejala – gejala sosial, seperti serikat buruh, organisasi keagamaan, organisasi kemahasiswaan dan kaum militer. Dia lebih dinamis daripada pendekatan institusional karena memperhatikan proses;

HAROLD D. LASWELL dan A. KAPLAN dalam Power and Society menyatakan: “Ilmu politik mempelajari pembentukkan dan pembagian kekuasaan”;

W.A. ROBSON dalam The University Teaching of Social Sciences: “Ilmu politik mempelajari kekuasaan dalam masyarakat, ... yaitu sifat hakiki, dasar, proses – proses, ruang lingkup dan hasil – hasil. Fokus perhatian seorang sarjana ilmu politik ... tertuju pada perjuangan untuk mencapai atau mempertahankan kekuasaan, melaksanakan kekuasaan atau pengaruh atas orang lain, atau menentang pelaksanaan kekuasaan itu (Political science is concerned with the study of power in society ... its nature, basis, processes, scope and results. The focus of interest of the political scientist ... centres on the struggle to gain or retain power, to exercise power or influence over others, or to resist that exercise)”;

DELIAR NOER dalam Pengantar ke Pemikiran Politik: “Ilmu politik memusatkan perhatian pada masalah kekuasaan dalam kehidupan bersama atau masyarakat. Kehidupan seperti ini tidak terbatas pada bidang hukum semata – mata, dan tidak pula pada negara yang tumbuhnya dalam sejarah hidup manusia relatif baru. Di luar bidang hukum serta sebelum negara ada. Hanya dalam zaman modern ini memanglah kekuasaan itu berhubungan erat dengan negara”;

OSSIP K. FLECHTHEIM dalam Fundamentals of Political Science: “Ilmu Politik adalah ilmu sosial yang khusus mempelajari sifat dan tujuan dari negara sejauh negara merupakan organisasi kekuasaan, beserta sifat dan tujuan dari gejala – gejala kekuasaan lain yang tak resmi, yang dapat mempengaruhi negara (Political Science is that specialized social science that studies the nature and purpose of the state so far as it is a power organization and the nature and purpose of other unofficial power phenomena that are apt to influence the state)”. Flechtheim juga menekankan bahwa kekuasaan politik dan tujuan politik mempengaruhi satu sama lain;


Tidak ada komentar: