Kamis, 11 April 2013

DISPARITAS PIDANA, suatu conclusie



DISPARITAS  PIDANA, suatu conclusie

Masalah disparitas pidana (disparity of sentencing) merupakan masalah universal yang merupakan “criticism of sentencing”, sebab persoalan ini hampir terjadi di negara manapun juga;

Yang dimaksud dengan disparitas pidana dalam hal ini  tidak hanya meliputi penerapan pidana yang tidak sama untuk tindak – tindak pidana yang sama tanpa dasar pembenaran yang jelas, tetapi juga untuk tindak – tindak pidana yang “comparable seriousness”;

Tindak pidana yang sama tersebut kadang – kadang tidak sekedar menunjuk “legal category” tindak pidana tetapi dapat juga dalam bentuk lain misalnya didalam penghukuman terhadap mereka yang melakukan bersama suatu delik (co – defendants), namun dipidana berbeda – beda tanpa alasan yang jelas;

Disparitas pidana mempunyai dampak yang luas karena didalamnya terkandung perimbangan konstitusional antara kebebasan individu dan hak negara untuk memidana;

Bagi masyarakat dan si terpidana yang merasa menjadi korban “judicial caprice” sebagai akibat disparitas pidana, akan menjadikannya tidak menghargai hukum pada umumnya dan usaha rehabilitasi pada khususnya;

Ditinjau dari sistem penyelenggaraan hukum pidana (criminal justice system), maka adanya disparitas pidana merupakan indikator daripada kegagalan suatu sistem untuk mencapai persamaan keadilan di dalam negara hukum dan sekaligus akan melemahkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem penyelenggaraan hukum pidana;

Secara ideologis, disparitas pidana sebenarnya bersumber pada prinsip individualisasi pidana sebagai salah satu karakteristik aliran modern;

Untuk memecahkan masalah disparitas pidana ini, pada dasarnya dapat dilakukan dua pendekatan yakni pendekatan untuk memperkecil disparitas (yang berupa penciptaan pedomanpemberian pidana pembuat undang – undang, meningkatkan peranan dari peradilan banding, pembentukan lembaga semacam “sentencing counsil” dan latihan para hakim dalam masalah pemidanaan), dan pendekatan untuk memperkecil pengaruh negatif disparitas (berupa peningkatan peranan Lembaga Pemasyarakatan di dalam kerangka “interminate sentence”, guna penyesuaian pidana);


Tidak ada komentar: