Selasa, 09 April 2013

FILSUF HEGEL

HEGEL

Walaupun Hegel dalam ilmu pengetahuan terkenal karena filsafatnya, namun dalam ajaran itu ia menyinggung tentang negara. Yang penting dalam filsafatnya ialah metode yang dipergunakan dalam mencapai suatu kebenaran. Metodenya yang disebut “dialektika” yaitu suatu metode dengan mengemukakan thesis  yang kemudian disangkal dengan antithesis. Hasil dari kedua perlawanan inidiperoleh suatu synthesis yang merupakan kesimpulan dialektis dan tersusun dari kedua unsur yang berlawanan itu. Dalam mencari kebenaran Hegel mempergunakan metode ini yang tidak statis. Dimisalkan dengan jiwa manusia yang hendak mencapai jiwa yang sempurna, maka ia harus melalui tiga tahap kemajuan dari jiwa tersebut. Pada tahap pertama manusia masih terikat pada dirinya sendiri yang disebut dengan Jiwa Yang Subjektif. Dalam  perkembangan kearah Jiwa Yang Sempurna, manusia harus melalui Jiwa Yang Objektif setelah ia melepaskan diri dari sifat – sifat pribadinya. Dari pengalaman dalam jiwa yang objektif maka selanjutnya ia akan mencapai Jiwa Yang Mutlak yang sifatnya abadi dan sempurna.

Jiwa yang mutlak disebut budi daripada manusia (rede). Juga dalam menerangkan negara sebagai bangunan masyarakat dipergunakan cara berpikir menurut 3 (tiga) tingkatan tersebut diatas. Negara merupakan kesimpulan dari 2 (dua) unsur yang berlainan. Keterangannya adalah sebagai berikut: “Manusia adalah warga masyarakat dan dalam sifat perseorangannya ia ingin mendahulukan kepentingannya sendiri sebagai tujuan utama. Kemudian individu – individu itu  berbentuk masyakat yang belum teratur karena belum ada suatu badan yang mengatur kedua unsur tersebut yang kemudian dinamakan negara sebagai perwujudannya. Karena negara merupakan perwujudan dari cita – cita manusia yang mutlak maka negara adalah satu – satunya badan dalam masyarakat yang paling sempurna dan harus dijunjung tinggi. Ajaran Hegel mengandung ajaran yang mutlak dan disebut sebagai absolut idealime. Akibat dari ajaran ini timbullah anggapan bahwa negara harus didewakan dan menyebabkan adanya paham tentang kedaulatan negara yaitu menganggap bahwa semua kekuasaan bersumber pada negara”.

Ajaran Hegel ini mempengaruhi aliran Deutshe Publizisten Schule yang juga mendukung paham ,kedaulatan negara di Jerman dengan Karl Marx mempergunakan metode dialektika.

Tidak ada komentar: