Selasa, 09 April 2013

FILSUF THOMAS AQUINO



THOMAS AQUINO

Abad pertengahan dikenal sebagai abad dari agama Katolik yang berpengaruh besar terhadap masyarakat Eropa Kontinental. Agama Katolik yang menggantikan kebudayaan Yunani Kuno begitu berpengaruh sehingga semua perikehidupan dalam masyarakat abad pertengahan ditentukan oleh Gereja. Dalam pandangannya terhadap negara, mereka mempunyai ajaran – ajaran tertentu yang disesuaikan dengan ajaran agamanya.

Tokoh yang penting pada abad ini adalah Thomas van Aquino. Menurut pendapatnya dalam menerangkan kedudukan negara di dalam masyarakat berpangkal pada manusia sebagai makhluk  masyarakat (Animal Social) disamping manusia sebagai makhluk politik (Animal Politicum). Karena manusia sebagai makhluk masyarakat menurut kodratnya, maka ia tidak bisa hidup dalam suatu pergaulan masyarakat dan senantiasa mencari masyarakat itu.

Selanjutnya diterangkan bahwa masyarakat yang memiliki kewibawaan adalah manusia yang menurut kodratnya dianugerahi oleh Tuhan. Tugas dari negara adalah menyempurnakan tertib hukum kodrat. Pada waktu itu orang sedang mencari suatu peraturan hukum yang lebih sempurna dari hukum positif, yang kemudian disebut hukum alam yang sifatnya abadi dan tidak berubah – ubah karena pengaruh waktu dan tempat. Hukum alam ini adalah hukum yang timbul dari kodrat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang berbudi luhur. Asas dari hukum alam ini disebut sebagai Asas Primer. Asas ini merupakan peraturan dasar dan dapat disertakan dengan hukum positif sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya. Hukum positif itu tidak boleh bertentangan dengan asas hukum alam yang timbul karena budi manusia itu. Selain negara bertugas menyempurnakan tertib hukum, ia juga harus menyelenggarakan kesejahteraan umum warga negaranya. Tugas semacam ini mengatasi kepentingan perorangan dan merupakan dasar untuk adanya negara. Ilmu Negara menurut paham Katolik adalah sebagaian dari ajaran yang bersifat solidaritas dan sebagai lawan dari paham liberal dan sosialisme.

Negara harus membebaskan diri untuk mencampuri urusan orang – perseorangan, keluarga dan masyarakat dengan hukum – hukum lainnya karena mereka lebih mengenal akan kepentingan mereka sendiri dan lebih tahu bagaimana caranya untuk menyelenggarakan kepentingan tersebut. Pemberian kebebasan dalam menyelenggarakan kepentingan sendiri tidak hanya terbatas pada soal – soal kenegaraan saja tetapi juga dalam lapangan ekonomi, kebudayaan dan sosial. Apabila kepentingan umum dirugikan, maka negara harus campur tangan antara masyarakat hukum yang satu terhadap masyarakat hukum yang lainnya. Asas ini disebut sebagai Asas Subsidair. Dengan demikian jelas sudah bahwa tugas negara adalah terbatas, dan paham ini adalah bertentangan dengan paham otoriter.

Tidak ada komentar: