Sabtu, 27 April 2013

INSPIRASI KEHIDUPAN



Ada masanya ketika pikiran kami dalam kebimbangan, ketika kami mempertanyakan tentang kebenaran iman; Kami dapat mempercayai-Nya, kami tahu Dia memperhatikan, karena Allah kita nyata seperti yang Alkitab nyatakan (There can be those times when our minds are in doubt, when we ask what our faith is really about;  We can believe Him, we know that He cares for our God is real, as the Bible declares);

Peliharalah iman anda, maka keraguan anda akan sirna (Feed your faith and your doubts  will starve);

Allah mempunyai tujuan ketika hati kita terluka, Juruselamat selalu tahu yang terbaik bagi kita; Kita mempelajari begitu banyak pelajaran berharga melalui setiap kesedihan, pencobaan dan ujian (God has a purpose in our heartaches, The Savior always knows what’s best; We learn so many precious lessons in each sorrow, trial and test);

Allah mengizinkan kesengsaraan dalam hidup kita bukan untuk menghancurkan, tetapi untuk menguatkan (God allows adversity into our lives not to break us but to better us);

Aku datang ke salib tempat Juruselamatku mati, dan seluruh hidupku diperbaharui; Dalam dirinya aku telah disalibkan. Aku telah datang ke salib itu. Sudahkah anda? (I have been to the cross where my Savior died, and all my life is made new; In the person of Him I am crucified. I have been  to the cross. Have you?);

Kristus mati bagi kita untuk menunjukkan kasih-Nya; kita hidup bagi-Nya untuk menunjukkan kasih kita (To show His love, Jesus died for us;  to show our love, we must live for Him); 

Lord, berbuat baik bagi mereka yang membenci kita, sangatlah sulit dilakukan; Tolong kami dalam anugerah-Mu untuk mengasihi mereka, berdoa agar mereka datang kepada-Mu (Lord, doing good to those who hate us, is difficult to do; Help us by Your grace to love them, praying they will turn to You);  

Mengasihi teman adalah wajar, mengasihi musuh berarti menjadi seperti Kristus (To love a friend is natural, to love an enemy is Christlike);

Hidup kekal hanya dapat diperoleh melalui kasih Allah yang kekal (Eternal life is made possible by God’s eternal love);

Persembahan korban bakaran, hanya dilakukan di masa Perjanjian Lama, mengarahkan kita kepada Domba Allah, yang pengorbanan-Nya sudah dinubuatkan (The offerings of animals, were made in days of old, to point us to the Lamb of God, His sacrifice foretold);

Mezbah Perjanjian Lama mengarahkan kepada salib Perjanjian Baru (The Old Testament altar points to the New Testament cross);

Dalam dunia yang penuh kebaikan ini, Allah – lah yang Mahabesar (In a world of empty superlatives, God is the greatest).

Kristus mati bagiku, kata – kata yang penuh berkat! Dia telah menanggung kesalahanku; Tak pernah ada harga mahal yang pernah dibayar selain ketika Dia menebus dosaku (Christ died for me, what blessed words! He bore my quilt one day; No greater price has e’er been paid than when He took my sins away);

Yesus menggantikan tempatku di kayu salib untuk menyediakan tempat bagiku di surga (Jesus took my place on the cross to give me a place in heaven);

Hidup dapat dijalani dengan sukacita dan damai sejahtera meski mengalami sakit hati dan penderitaan. Dengan pertolongan Allah, kebencian kita dapat dimatikan, kedamaian dan keadilan akan kita rasakan (Life can be lived with joy and peace amit its heartache and pain. For with God’s help our hate can cease and peace and justice will reign);  

Cara terbaik untuk menanggapi hal yang salah adalah dengan melakukan yang benar (The best way to respond to wrong is to do what’s  right);

Tidak ada komentar: