Selasa, 09 April 2013

THE POWER OF GOD'S WORD



Sebelum Allah berkarya melalui diri anda, Dia harus terlebih dahulu berkarya di dalam diri anda. Itulah alasannya mengapa persekutuan anda bersama-Nya sangatlah penting. Dan tidak ada cara lain yang lebih baik untuk memelihara persekutuan tersebut selain dengan menyediakan waktu untuk bersekutu bersama-Nya setiap hari – berdoa, membaca Alkitab, dan merenungkan apa yang telah dikatakan firman-Nya bagi hidup anda (Before god can work through you, He must work in you. That’s why growing your relationship with Him is so important. And there is no better way to nurture that relationship than to spend time daily with Him praying, reading the Bible, and reflecting on what His Word has to say for your life);  

Dalam dunia yang selalu berubah, anda dapat mempercayai Firman Allah yang tak pernah berubah (In a changing world, you can trust God’s unchanging Word);

Ketika kita terlibat dalam pelayanan dan saling memenuhi kebutuhan orang lain, kita sedang meniru sang Tuan, dalam pikiran, perkataan dan perbuatan (When we are involved in serving and meeting each other’s need, we’re imitating the Master, in thoughts, and words, and deeds); 

Semakin kita melayani Kristus, semakin kita melayani orang lain (The more we serve Christ, the more we serve another);

Alkitabku – usang karena bertahun – tahun dibuka jari, catatan – catatan dengan hasil pensil, ayat – ayat digarisbawahi, ujung – ujungnya terkoyak dan banyak halaman terlepas, menunjukkan Allah membuat hati dan pikiranku terpesona (My Bible – worn from years of fingered use, penciled margins, verses underlined, with edges frayed and many page loose, shows where God impressed my heart and mind);

Alkitab adalah santapan untuk dinikmati setiap hari, bukan makanan istimewa untuk saat – saat spesial (The Bible is mrant to be bread for daily use, not cake for special occasions);

Apa yang dipegang erat akan lenyap; Apa yang dipersembahkan kepada Allah akan diperoleh kembali (When you grasp, you lose; when you give to God, you gain);

Kami kehilangan apa yang kami habiskan untuk kami sendiri; Tetapi kami mendapatkan sebagai harta yang tiada habisnya. Segalanya, Tuhan, yang kepada-Mu kami berikan. Engkau memberikan segalanya (We lose what on ourselves we spend; We have as treasure without end. Whatever, Lord, to You we lend. Who givest  all);  

Jangan hanya menggunakan waktu; investasikanlah waktu (Don’t  just spend time; invest it);

Hanya waktu ini milikku, Tuhan. Kiranya kupakai untuk-Mu; Kiranya setiap waktu yang berlalu diperhitungkan dalam kekekalan (Only this hour is mine, Lord. May it be used for Thee; May every passing moment count for eternity);

Sukacita yang luar biasa membanjiri hatiku, memberikan jaminan yang takkan hilang, Juruselamat hidup dan berkuasa di Surga; Hidup menjadi berarti karena kasih-Nya. (A wonderful joy is now flooding my heart, giving assurance that will not  depart, My Savior is living and reigning above; Life has rich meaning because of His love);

Mereka yang siap untuk mati adalah orang – orang yang paling siap untuk hidup (Those who are prepared to die are most prepared to live);

Tuhan, beri kepekaan kepadaku bagi mereka yang berduka dan menderita, menangis bersama mereka dan menunjukkan kasih-Mu yang tak terlukiskan dengan kata – kata belaka (Lord, give me sensitivity to people in their grief and pain, to weep with them and show Your love in ways mere words csnnot attain); 

Rasa simpati berarti dua hati yang menanggung satu beban (Sympathy is two hearts tugging at one load);

Ya Tuhan, singkapkan dosaku mkepadaku, tunjukkan kekejian yang ada dalam dosaku; Sucikan aku dan singkirkan rasa bersalahku, agar hari ini aku mampu melakukan tugas-Mu (Dear Lord, reveal to my sin, show me the filth that dwells within; Cleanse me and take my guilt away, that I may do Your work this day);

Allah mempunyai mata yang melihat segala sesuatu sekaligus hati yang mengampuni segala sesuatu (God has both an all – seeing eye and an all – forgiving heart);

Atur rencanamu agar lebih baik hari ini, carilah hal – hal baru ketika kau berjalan pada jalan Tuhan Jesus; Abaikan kegagalan masa lalu, tetapi berusahalah meraih hadiah. Arahkan demi tujuan yang sesuai dengan kehendak-Nya (Onward and upward your course plan today, seeking new heightsas you walk  Jesus’ way; Heed not past failures, but strives for the prize. Aiming for goals fit for His holy eyes);

Ketekunan menciptakan perbedaan antara kegagalan dan kesuksesan (Perseverance makes the difference between failure and success);

Tuhan, ku rindu mengasihi-Mu dengan segenap pikiranku. Tolong aku untuk menemukan cara – cara baru guna menunjukkan kasihku kepada-Mu dalam pikiranku, ibadahku, dan hubunganku (Lord, I desire to love You with all my mind. Help me to discovernew ways to show my love for You in my hought life, in my worship, and in my relationship);

Untuk menumbuhkan kasih anda kepada Allah, perkenankanlah Allah tinggal di dalam pikiran Anda (To grow in your love for God, keep God in your thoughts);

Kegagalan adalah gagal mengandalkan dan percaya bahwa Allah bisa menggenapi tujuan-Nya melalui diri anda; Kegagalan adalah gagal berusaha melakukan apa yang diminta Juruselamat dari anda (Failure is failing to trust and believe  that God can accomplish His purpose through you; Failure is failing to keep on trying to do all the Savior has asked you to do);

Kegagalan bukanlah akhir bagi mereka yang mau memulai lagi bersama Allah (Failure is never final for those who begin again with God);

Sekalipun Kristus dicobai dengan banyak cara, Dia tak b erdosa dalam perkataan atau perbuatan; Jadi, kini kita dapat menghampiri takhta-Nya untuk memperoleh anugerah yang kita butuhkan (Though Christ was tempted in all ways, He did not sin in word or deed; So now we can approach His throne for grace to help in time of need);

Setiap pencobaan merupakan kesempatan untuk mempercayai Allah (Every temptation is an occasion to trust God);

Jagalah bibirku, oh Juruselamat; Menjagaku tetap lembut saatku telah berusaha, menjawab dengan lembut perkataan sesama, dengan sabar menekan kesombonganku (Help me guard my lips, O Savior; Keep me sweet when sorely tried, answers soft to others giving, meekly swallowing my pride);   

Untuk menghadapi situasi yang sulit, cobalah jawab yang lemah lembut (To handle a hard situation, try a soft answer);

Kapanpun kegelapan mencengkram jiwamu dan engkau nyaris berputus asa, Ingatkah kasih Kristus yang tidak berkesudahan, dan percayai perhatian dan kesetiaannya (Whenever darkness grips your soul and you are tempted to despair, Remember Christ’s unfailing love, and trust His faithful, tender care);

Tatkala hidup diselimuti bayang – bayang, pandanglah sin ar kasih Allah (When life is filled with shadows, face the sunshine of God’s love):

Waktu seminggu belumlah lengkap sampai kita menetapkan untuk menghargai harinya Tuhan dan menyegarkan jiwa kita; Pertolongan yang kita butuhkan untuk tugas yang kita hadapi didapat saat kita beribadah dan bersandar pada anugerah-Nya (Our week’s not complete till we make it our goal to honor the Lord’s Day and nourish our soul; To help that we need for the tasks that we face will come as we worship and draw on God’s grace);

Siapa yang anda sembah menentukan masa depan anda (What you worship determines what you become);

Semua kekhawatiranmu, semua perhatianmu, bawalah ke tahta belas kasihan, dan serahkanlah; Tak ada beban yang tak bisa ditangung-Nya; Tak ada sahabat seperti Yesus (All you anxiety, all your care, bring to the mercy seat, leave it there; Never a burden He cannot bear, never a friend like Jesus);

Allah mengundang kita untuk membebani-Nya dengan segala yang membebani kita (God invites us to burden Him with what burden us);

Jiwa, puji Raja Sorga, bawa persembahanmu, engkau ditebus-Nya juga, sampai hidupmu sembuh (Praise, my soul, the King of heaven, to His feet thy tribute bring; Ransomed, healed, restored, forgiven,   Evermore His praises sing ~> Nyanyian Rohani GMI, No. 38);

Bersyukur merupakan proses yang tak ada habisnya (Giving thanks  is a course from which we never graduate);

Hanya sebuah surat singkat, atau sepatah kata yang diucapkan dalam doa. Itu tidak sia – sia, karena sungguh menyejukkan bagi hati yang nyaris hancur (It was only a brief little not, or a word that was prayerfully spoken. Yet not in vain, for it soothed the pain of a heart that was nearly broken);   

Perbuatan sekecil apapun dapat membuahkan hasil yang berlipat ganda (One little act of kindness can have multiple results);

Bila uang adalah tujuan utamamu, sesuatu yang sangat kau dambakan, kuasanya akan memperbudak jiwamu dan membuat hidupmu menderita (If money is your highest goal, the thing you long to gain, Its power will enslave your soul and cause your life much pain);

Uang adalah hamba yang baik, tetapi bukan tuan yang baik (Money is a good servant, but a poor master);

Tidak ada komentar: