Senin, 26 Agustus 2013

EVALUASI KOMITMEN ANDA (Evaluated Your Commitment)

EVALUASI KOMITMEN ANDA (Evaluated Your Commitment)

Pernahkah Anda mengevaluasi level komitmen Anda kepada Tuhan? Sayangnya banyak orang Kristen telah masuk ke pintu keselamatan dan duduk di kursi Gereja, tidak lagi mengharapkan yang lebih dari itu. Namun Kristus ingin agar kita membuat keputusan untuk menjadikan-Nya Tuhan atas hidup kita. Hal ini berarti kita harus menyerahkan semua hak kita dan mengakui bahwa Dialah yang merancangkan jalannya. Tanggung jawab kita hanyalah mengkuti Dia. (Have you ever evaluated your level of commitment to the Lord? Sadly, many Christians have entered the doors of salvation and settled down into their pews, expecting nothing more. But Christ wants us to decide deliberately  to let Him be the Lord of our lives. This requires the surrender of all our rights and recognition  that He’s the one who plots the course. Our responsibility is simply to follow).    

Namun demikian, kecenderungan alami kita adalah membatasi area – area mana saja yang Tuhan boleh masuki. Hari ketika Anda mempercayai Kristus sebagai Juruselamat Anda, apakah Anda tetap memegang kendali atas hidup Anda? Apakah Anda menggambarkan suatu lingkaran yang mengindikasikan bahwa, “Ini area dimana saya akan melayani-Mu Tuhan namun jangan minta saya untuk pergi lebih jauh lagi”? Bila demikian adanya, maka Anda tidak menyadari bahwa saat Yesus memberi pengampunan-Nya bagi Anda, Ia-pun menebus Anda bagi diri-Nya. Diri Anda dan segala yang Anda miliki menjadi milik-Nya. Adalah suatu keangkuhan untuk mengambil otoritas atas apa yang bukan milik Anda. (However, our natural tendency is to limit the areas where we allow God access. The day you trusted Christ as your Savior, did you keep the title deed for your life? Have you drawn a circle indicating, “This is the area in which I will serve You, Lord, but don’t ask me to go any farther”?. If so, you’ve failed to recognize that when Jesus granted you forgiveness, He also purchased you for Himself. All that you are and have belongs to Him. It’s the height of pride to assume authority over that which no longer belongs to you).  

Saat Tuhan menantang kita untuk melakukan sesuatu diluar batas – batas kehendak kita, Ia sedang memanggil kita kepada suatu komitmen dengan tingkat yang lebih tinggi. Bagaimanapun berdedikasinya kita saat ini, tak seorangpun dari kita yang telah “tiba” di tujuan. Setiap tantangan merupakan suatu kesempatan untuk menyerahkan otoritas penuh kepada Kristus atas setiap aspek kehidupan kita. (When the Lord challenges us to do something beyond our self – determined boundaries, He is calling us to a higher level of commitment. No matter how dedicated we may be at present, none of us have yet “arrived”. Each challenge is an opportunity to hand Christ full authority over every aspect of life).

Komitmen Anda sama dengan ketaatan Anda pada apapun yang Tuhan minta untuk Anda lakukan pada saat – saat tertentu. Sebagai milik Kristus yang telah dibeli dengan darah-Nya, bukan hanya karena penebusan melainkan juga karena kasih-Nya yang telah berkorban bagi kita. (You are only as commited as you are obedient to whatever God asking of you at any given moment. As Christ’s blood bought possessions, we are His not only by purchase but also by His sacrificial love).

Tidak ada komentar: