Senin, 12 Agustus 2013

PENYALAHGUNAAN HAK (MISBRUIK VAN RECHT)


PENYALAHGUNAAN HAK (MISBRUIK  VAN RECHT).

Kemudian timbul pertanyaan apakah suatu penyalahgunaan hak atau yang disebut dengan istilah “misbruik van recht” merupakan juga suatu perbuatan melawan hukum. Dalam hal ini, yang dimaksud dengan penyalahgunaan hak adalah suatu perbuatan yang didasarkan atas wewenang yang sah dari seseorang yang sesuai dengan hukum yang berlaku, tetapi perbuatan tersebut dilakukan secara menyimpang atau dengan maksud lain dari tujuan hak tersebut diberikan. Perbuatan penyalahgunaan hak an sich  bukan perbuatan m elawan hukum. Akan tetapi, jika perbuatan penyalahgunaan hak tersebut memenuhi unsur dalam pasal 1365 KUHPerdata, seperti ada kerugian bagi orang lain, ada pelanggaran kepantasan, kesusilaan atau ketidakhati – hatian, adanya hubungan sebab akibat dengan kerugian, maka perbuatan penyalahgunaan hak tersebut sudah merupakan perbuatan melawan hukum menurut pasal 1365b KUHPerdata. 

Berikut ini contoh dari perbuatan melawan hak yang oleh pengadilan dianggap sebagai perbuatan melawan hukum, sebagai berikut:

1.     KASUS COLMAR

Kasus ini merupakan kasus klasik dari contoh dari perbuatan melawan hak, yang sangat populer, yang dikenal dengan “kasus cerobong asap”. Dalam kasus ini seseorang memasang cerobong asap di rumahnya sendiri. Cerobong asap tersebut ternyata hanya dimaksudkan untuk menghalang – halangi pemandangan dari pihak tetangganya, sehingga tentu saja merugikan tetangga tersebut. Di lain pihak, cerobong asap tersebut sama sekali tidak mempunyai manfaat bagi pemiliknya.


2.     KASUS MOKER HEIDE

Kasus perbuatan melawan hak lainnya yaitu,  ada 2 (dua) orang yang bertetangga, tetapi satu sam lain tidak begitu akur. Pada suatu ketika ;pihak tetangga yang satu membuat suatu tiang di halamannya dengan memberikan potongan – potongan kain, dengan maksud untuk  merusak pemandangan pihak tetangganya itu. Kemudian, pihak tetangganya yang merasa dirugikan tersebut tidak mau tinggal diam. Lalu ia membuat di pekarangannya sebauh menara air, tetapi menara air tersebut tidak pernah disambungkan sama sekali dengan perusahaan air minum di kota tyersebut. Pembangunan menara air tersebut juga dimaksudkan untuk menghalang – halangi pemandangan pihak tetangganya itu. Akhirnya, oleh Pengadilan kedua – duanya dianggap telah melakukan penyalahgunaan hak (misbruik van recht), yang diputus oleh Hoge Raad Tanggal 2 April 1937.


Tidak ada komentar: