Senin, 09 September 2013

BAGAIMANA CARA UNTUK BERTAHAN (How to hold on)

BAGAIMANA CARA UNTUK BERTAHAN (How to hold on)

Ayub adalah orang yang tentu sudah mengenal kesukaran dan pencobaan, namun ia dengan berani berkata, “Sekalipun Allah akan mencabut nyawaku, aku akan tetap mempercayakan diriku kepada-Nya (Ayub 13:15, FAYH). Itulah komitmen. Ayub telah kehilangan anak – anaknya, kekayaannya, dan kesehatannya, tetapi ia menolak untuk melepaskan imannya kepada Allah. Orang yang terpukul ini bertekad untuk tetap berpegang teguh karena ia percaya Tuhan tak pernah salah. (Job was a man who certainly knew trouble and temptation, and yet he boldly claimed, “Though He slay me, I will hope Him (Job 13:15). That is commitment. Job had  lost his children, his fortune, and his health, but he refused to abandon faith in God. The stricken man  was determined to hold on because he trusted the Lord to do right).

Komitmen yang teguh untuk mempercayai Tuhan dalam segala situasi merupakan landasan iman yang tak tergoyahkan. Pada titik yang menguntungkan dari landasan itu, kita dapat mengarahkan pandangan kita hanya kepada Allah saja (Unwavering commitment to trust the Lord in all situations is a cornerstone of unshakable faith. From the vantage point of that foundation, we can focus our eyes upon God alone);

Kita mudah sekali dikacaukan oleh keadaan dan dikuasai oleh perasaan kita. Namun, jika demikian halnya, maka ketika kehidupan baik – baik saja, kita bahagia; namun ketika hidup terasa berat, kita frustasi; dan ketika masalah datang silih berganti, kita benar – benar menderita dan mencari kelepasan (It is easy to be distracted by  circumstances  and allow them to dictate our emotions. But if that’s  the case, then when life is good, we’re happy; when times are tough, we’re frustrated; and when hardship pours in, we’re downright miserable and looking for escape);     

Tidak seperti Ayub, kita beruntung bisa memiliki Alkitab, yang berisi penyataan tentang sifat dan janji – janji Allah. Orang percaya yang bijak mengklaim janji – janji itu saat mengalami penderitaan. Firman-Nya berkata bahwa bapa selalu baik, selalu adil, selalu setia, dan selalu dapat dipercaya. Jika kita mau mengalihkan pandangan kita dari pusaran aktivitas sehari – hari dan hanya berfokus untuk menghormati dan mengikuti jalan-Nya, kita akan menemukan damai sejahtera yang menyertai kita, baik dalam kelimpahan maupun kekurangan kita (Unlike Job, we are fortunate to have Scripture, which reveals God’s nature and promises. And it is a wise believer who claims those promises whjen enduring hardship. For His Word tells us that our Father is always good, always just, always faithful, and always trustworthy. When we take our eyes off the whirl of day to day activity and concentrate on honoring Him and following in His way, we find a consistent peace that carries us through both plenty and poverty).    

Pegang janji – janji-Nya: Tuhan dan Juru Selamat yang tak pernah berubah (Ibrani 13:8) berjanji akan memelihara Anda dalam segala situasi (1 Petrus 5:7) dan tidak akan pernah membiarkan atau meninggalkan Anda (Ibrani 13:5). (Lay claim to His promises: The unchanging Lord and Savior (Heb. 13:8) is committed to carring for you in all circumstances (1 Peter 5:7) and will never leave or forsake you (Heb. 13:5).

Tidak ada komentar: