Minggu, 08 September 2013

UPAH KESABARAN (The Rewards of Patience)



UPAH KESABARAN (The Rewards of Patience)

Alkitab berisi banyak kisah tentang orang – orang yang menanti penggenapan janji Tuhan sampai bertahun – tahun atau bahkan puluhan tahun. Hal yang dapat dipelajari orang – orang percaya masa kini dari kesabaran orang – orang kudus seperti Abraham, Yusuf, Daud, dan Paulus adalah bahwa menantikan Tuhan itu akan menghasilkan upah kekal. (The Scriptures contain many stories of people who waited years or even decades before the Lord’s promise came to pass. What modern believers can learn from the patience  of biblical saints like Abraham, Joseph, David, and Paul is that waiting upon the Lord has eternal rewards).  

Hari ini kita akan memperhatikan raja Israel yang paling banyak dikenang. Daud adalah pewaris tahta Israel yang terpilih, tetapi ia harus menghabiskan waktu bertahun – tahun dalam pelarian demi menghindari kejaran Raja Saul yang murka. Meskipun memiliki dua kesempatan untuk balas dendam, Daud menolak godaan itu dan membiarkan Saul tetap hidup. Ia lebih memilih menunggu waktu Tuhan soal penobatan dirinya daripada tidak menghormati Tuhan dengan membunuh raja yang diurapi-Nya.(Today let’s look at Israel’s most memorable monarch. David was the chosen heir to Israel’s throne, but he spent years dodging King Saul’s wrathful pursuit. Despite having two different opportunities for vengeance, David resisted the temptation and spared  Saul’s  life. He chose to adhere to God’s timetable for his coronation instead of dishonoring the Lord by killing the divinely anointed king);   

Daud mewariskan kesaksian yang luar biasa tentang kesetiaan Allah, suatu pengakuan iman yang terus dapat kita baca dan renungkan. Ia telah menantikan Tuhan, dan sebagai hasilnya, ia mendapat perkenanan dan berkat Bapa. Kita tidak boleh meremehkan upah dari hidup yang diperkenan Tuhan ini. Upah yang hanya diperuntukan bagi “raksasa – raksasa iman” seperti Daud. Semua orang yang setia bertekun sampai Tuhan bertindak bagi mereka pun akan hidup dalam perkenan-Nya (David left behind an incredible  testimony of God’s faithfulness for each of us to read and meditate upon. He was committed to waiting upon the Lord, and as a result, he had the Father’s  approval and blessing. We cannot underestimate the reward of living in divine favor.  That isn’t a special state reserved  for “giants of the faith” like david. All who obediently endure until the Lord acts on their behalf abide in His favor).  

Daud diberkati bukan karena ia istimewa; ia dihormati di antara manusia oleh karena ia menghormati Tuhan diatas segalanya. Dan karena ia percaya pada kesetiaan Tuhan, ia menanggung penderitaan dengan sabar. Kita juga dapat berharap diberkati Tuhan jika kita hidup menantikan Dia (David didn’t receive his blessings because he was special; hw was honored  among men because he honored the Lord above all. And since he trusted in God’s faithfulness, he endured hardship with patience. We, too, can expect to be blessed when we wait upon the Lord);

Tidak ada komentar: