Senin, 13 Januari 2014

SABDA

Mengikuti jejak para orang kudus membawa kita pada ibadah sejati bersama Allah (Walking in the footsteps of the saints leads to true worship of God);

Kasih Allah yang kekal membantu kita untuk percaya (God abiding love helps us learn to trust);

Prasangka yang diambil secara terburu – buru dapat menghambat kita berbuat seperti Kristus (Hasty assumptions can derail Christlike actions);

Tiap perbuatan kasih dapat menjadi doa (Any act of love can be a prayer);

Aku dikasihi, dimuliakan dan berharga dalam pandangan Allah (I am loved, honored and precious in God’s sight);

Tiap hari merupakan kesempatan bergembira di dalam Allah (Each day presents opportunities to delight in God);

Hari ini aku berbicara bahasa kasih – seperti Allah (Today I will speak words of love – as God does);

Tuhan membebaskan kita untuk mengampuni dan mengasihi (God sets us free to forgive and to love);

Allah akan menyediakan rumah dimanapun kita tinggal (God will provide home wherever we may live);

Kita bisa meminta keberanian kepada Tuhan untuk mengatasi saat sulit (We can ask God for courage in difficult moment);

Hari ini aku akan memuliakan Allah diatas segala hal (Today I will honor God above all else);

Kita dapat menggunakan talenta yang Allah anugerahkan untuk dipadukan dengan umat percaya lainnya (We can use our God – given gifts to work in concert with other believers);

Kewarganegaraan kita yang paling penting ada di surga (Our most important citizenship is in heaven);

Tiap orang memiliki bagian dan tempat dalam tubuh Kristus (Everyone has a part and place in the body of Christ);

Allah telah mengampuniku, kini aku dapat mengampuni orang lain (God has forgiven me, now I can forgive others);

Alkitab adalah surat cinta Allah kepada kita semua (The Bible is God’s love letter to each of us);

Apapun keterbatasan pribadi kita, Allah masih dapat menggunakan kita (Whatever our personal limitations, God can still make use of us);

Saat Allah menggugah kita, kiranya kita dengan cepat menanggapinya (When God nudges us, let us be quick to respond);

Hidup kita dengan Kristus selalu baru tiap pagi (Our life with Christ is new every morning);

Aku ingin hatiku memancarkan kasih Allah (I want my heart to reflect God’s love);

Doa adalah sumber makanan rohani sehari – hari (Prayer is one source of daily spiritual nourishment);

Allah memiliki rencana khusus bagi setiap kita (God has a special purpose for each of us);

Tiada yang dapat kita lakukan untuk mendapatkan apa yang Allah karuniakan hanya karena kasih-Nya (Nothing we do can earn what God gives by grace);

Allah ingin kita memberi makanan bagi mereka yang lapar akan kasih dan anugerah (God wants us to feed those who hunger for love and grace);

Hal – hal rohani adalah yang utama (Matters of the spirit come first);

Bersoraklah, hai Israel, menyambut Sang Imanuel ! (Rejoice ! Rejoice ! Emmanuel shall come to thee, O Israel);

Sumbangkan Alkitab yang sudah tidak Anda pakai ke penampungan kaum tuna wisma (Donate your unwanted Bibles to a local homeless shelter);

Allah beserta dengan kita (God is with us);

Tidak ada komentar: