Sabtu, 01 Maret 2014

HUBUNGAN ILMU NEGARA DENGAN ILMU POLITIK



HUBUNGAN ILMU NEGARA DENGAN ILMU POLITIK

Sebagaimana halnya dengan Hukum Tata Negara, maka ada persamaan antara Ilmu Negara dengan Ilmu Politik, yaitu obyek materil atau pokok kajian ilmiahnya (subject matter) sama – sama fokus pada negara.

Perbedaan Ilmu Negara dengan Ilmu Politik terletak pada pusat perhatiannya (focus of interest) yang menurut pandangan beberapa sarjana meliputi:
1)     Ilmu Negara merupakan ilmu yang bersifat teoritis, bebas nilai. Artinya tidak mengadakan penilaian terhadap obyek yang diselidiki. Sedangkan Ilmu Politik adalah ilmu yang bersifat praktis, mengadakan kritik dan penilaian terhadap obyek yang dipelajari;
2)     Ilmu Negara memandang negara dalam segi statisnya, artinya mempelajari negara dalam keadaan diam, yakni mengadakan penyelidikan terbatas pada kegiatan hanya mendeskripsikan lembaga – lembaga negara sebagai institusi politik. Sedangkan Ilmu Politik bersifat dinamis, karena berusaha mengadakan analisis atas peristiwa – peristiwa politik yang berkaitan dengan kekuasaan (power);
3)     Ilmu Negara mempelajari negara berdasarkan pada metode atau pendekatan yuridis. Sedangkan Ilmu Politik berdasarkan pendekatan sosio – politik, yakni dengan memperhatikan faktor – faktor sosial atau sosiologis dan faktor kemasyarakatan lainnya.
Menurut konsepsi Ilmu Politik modern, Ilmu Politik tidak dapat melepaskan diri dari aspek – aspek yang bersifat yuridis, yaitu harus memperhatikan lembaga – lembaga negara secara yuridis formal yang menjadi fokus kajian Ilmu Negara. Masalah – masalah pokok yang menjadi pembahasan Ilmu Politik terutama berpusat pada fenomena kekuasaan, khususnya yang mengenai organisasi negara ataupun yang mempengaruhi pelaksanaan tugas – tugas negara. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa hubungan antara Ilmu Negara dan Ilmu Politik terjalin hubungan yang “komplementer”. Jadi saling melengkapi dalam pendalaman dan pengembangan ilmu masing – masing.


Tidak ada komentar: