Selasa, 15 April 2014

ANTARA PERBUATAN MELAWAN HUKUM DENGAN TINDAK PIDANA



ANTARA PERBUATAN MELAWAN HUKUM DENGAN TINDAK PIDANA

Pertanyaan bisa timbul jika suatu perbuatan melawan hukum juga merupakan tindak  pidana, bagaimanakah penyelesaian hukum dalam hal ini. Penyelesaian hukum antara kedua macam hukum tersebut berbeda – beda, dengan berbagai konsekwensi sebagai berikut:
1.     Tindakan tersebut merupakan perbuatan melawan hukum dan sekaligus juga merupakan tindak pidana;
2.     Tindakan tersebut bukan merupakan perbuatan melawan hukum dan bukan juga merupakan tindak pidana;
3.     Tindakan tersebut  merupakan perbuatan melawan hukum tetapi bukan merupakan tindak pidana;
4.     Tindakan tersebut bukan merupakan perbuatan melawan hukum  melainkan merupakan tindak pidana.

Jika seseorang diduga memenuhi unsur – unsur tindak pidana, ada kemungkinan juga (meskipun tidak selamanya) unsur – unsur tersebut merupakan juga unsur – unsur perbuatan melawan hukum. Apabila terhadap 1 (satu) tindakan tersebut memenuhi unsur – unsur  perbuatan melawan hukum maupun unsur – unsur tindak pidana, maka kedua macam sanksi dapat dijatuhkan secara berbarengan. Artinya, pihak korban dapat menerima ganti rugi perdata (dengan dasar gugatan perdata), tetapi juga pada waktu yang bersamaan (dengan proses pidana) pelaku dapat dijatuhkan sanksi pidana sekaligus. Karena itu, tidak mengherankan jika kemudian ternyata bahwa beberapa perbuatan pidana juga merupakan perbuatan melawan hukum. Misalnya, perbuatan pidana mengenai penyerangan orang, penahanan ilegal, dan lain – lain.

Hanya saja yang membedakan antara perbuatan pidana dengan perbuatan melawan hukum (perdata) adalah bahwa sesuai dengan sifatnya sebagai hukum publik, maka dengan perbuatan pidana, ada kepentingan umum yang dilanggar (disamping mungkin juga kepentingan individu), sedangkan dengan perbuatan melawan hukum (perdata) maka yang dilanggar hanya kepentingan pribadi saja. 


Tidak ada komentar: