Jumat, 25 April 2014

LEMBAGA PENGATURAN DAN PENGAWASAN YANG KOMPETEN

LEMBAGA PENGATURAN DAN PENGAWASAN YANG KOMPETEN

Secara sederhana dapat dikatakan bahwa ketidakstabilan sektor keuangan dapat mengakibatkan terganggunya aktivitas  mobilitas dana yang sangat diperlukan oleh sektor riil. Dengan terhambatnya aliran dana tersebut, sektor riil akan membatasi bahkan menghentikan aktivitas perekonomian. Disamping itu, kestabilan sektor keuangan, khususnya pasar keuangan, sangat diperlukan dalam menunjang proses transmisi kebijakan moneter.  

Beranjak dari pentingnya stabilitas keuangan bagi eksistensi lembaga keuangan secara individu maupun pertumbuhan sektor keuangan, moneter dan fiskal secara keseluruhan, maka diperlukan suatu kebijakan publik (public policy) yang konsisten, terintegrasi, dan tidak saling menimbulkan distorsi.

Untuk mewujudkan pelaksanaan kebijakan tersebut, dibutuhkan adanya kolaborasi yang erat antara pihak – pihak yang bertanggung jawab terhadap stabilitas sektor keuangan, moneter dan fiskal. Dalam arti, adanya koordinasi dan kerjasama yang sinergis antara badan – badan atau lembaga – lembaga yang mempunyai kompetensi untuk menciptakan dan memelihara stabilitas sektor keuangan, moneter dan fiskal tersebut.

Dalam suatu sistem keuangan mencakup sistem moneter (otoritas moneter dan lembaga keuangan bank) dan lermbaga keuangan bukan bank. Mengenai bidang yang digeluti lembaga keuangan bukan bank adalah sektor – sektor yang berhubungan dengan pembiayaan pembangunan berupa pemberian kredit jangka menengah atau jangka panjang juga dapat berupa penyertaan modal dan usaha yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang – bidang tertentu. Jadi, jelaslah bahwa lembaga keuangan bukan bank ini mempunyai peran besar dalam menciptakan suatu kondisi sektor keuangan yang sehat dan stabil, bahkan lembaga ini dapat juga merusak tatanan sektor keuangan suatu negara yang pada akhirnya menjadi beban dari perekonomian di negara tersebut.
 

Tidak ada komentar: