Jumat, 25 April 2014

PEPATAH LATIN, Abjad C.

PEPATAH LATIN



Caeca invidia (Iri hati itu buta);
Pengertian: Disebut buta karena iri hati sering menjadi awal sebuah kejahatan. Karena iri orang lalu bertindak nekad untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan atau bahkan membunuh sesama;

Calamitas virtutis occasio (Bencana adalah sebuah kesempatan untuk munculnya sebuah kebajikan);

Candida pax homines trux decet ira feras (Yang pantas bagi manusia adalah perdamaian yang tulus, sementara yang pantas untuk binatang buas adalah kegarangan yang buas);
Pengertian: Ungkapan ini dipakai untuk menggambarkan watak yang sepantasnya dimiliki oleh seorang manusia;

Candidatus (Berpakaian putih);
Pengertian: Pada jaman dahulu orang melamar pekerjaan dengan berpakaian putih. Para calon pegawai negeri juga berpakaian putih. Dari kerangka sosial ini, maka muncullah istilah kandidat atau calon;

Candor dat viribus alas (Kejujuran memberi sayap kepada kekuatan);
Pengertian: Kekuasaan menjadi lebih bernilai kalau disertai dengan kejujuran;

Canere surdo (Berteriak – teriak kepada orang tuli);
Pengertian: Pekerjaan yang sia – sia;

Canis timidus vehementius latrat quam mordet (Orang yang rendah diri sering omong besar dan sesungguhnya ia tidak mampu berbuat apa – apa);

Cantabit vacuus coram latrone viator (Yang berjalan tanpa membawa apa – apa dapat bernyai di depan peranpok);

Cara patria, carior libertas (Aku mencintai tanah air, tapi aku lebih mencintai kemerdekaan);
Pengertian: Cinta akan kemerdekaan membuat orang (sebuah bangsa) rela mengorbankan nyawa demi mencapai atau mempertahankan kemerdekaan bangsanya;

Cari Deo nihilio carent (Yang mencintai Tuhan tidak akan kekurangan apapun);

Caritas bene ordinata incipit a semetipse (Cinta kasih itu bermula dari diri sendiri dahulu);

Carmina morte carent (Nyanyian itu tidak mengenal kematian);

Carpe diem (Tangkaplah hari ini);

Carpent  tua poma nepotes (Keturunanmu akan memetik buah dari kamu);
Pengertian: Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Biasanya untuk perbuatan – perbuatan yang kurang baik dari seorang anak, akan dihubungkan dengan orang tua atau keluarganya;

Casta ad virum matrona parendo  imperat (Seorang ibu rumah tangga yang murni, dengan menurut pada suaminya, sesungguhnya ia itu menguasainya);

Causa latest, vis est notissima (Sebab musababnya tersembunyi, pengaruhnya sangat jelas);

Cautus homo cavet, quodquod natura notavit (Orang yang bijak berhati – hati terhadap apa yang sudah ditandai oleh alam);

Cave ab homine unius libri (Awas pada orang yang hanya punya satu buku);

Cave quid dicis, quando, et cui (Hati – hati berbicara mengenai sesuatu, kapan saja dan kepada siapapun);

Cave ne cadas (Berhati – hatilah agar tidak jatuh);

Cave, Deus videt (Berhati – hatilah, Tuhan melihatnya);

Caveat emptor (Pembeli harap berhati – hati);
Pengertian: Kalau barang sudah dibeli, maka tanggung jawab mengenai barang tersebut beralih kepada pembeli; 

Cedendum multitudini (Lebih baik menyingkir dari gerombolan orang banyak);

Cedo nulli (Aku tidak mau minggir menghadapi siapapun);
Catatan: Semboyan para prajurit jaman Hindia Belanda);

Certum est et inevitabile fatum (Nasib itu pasti dan tidak dapat dihindari);

Certum est quia impossibile (Ini sudah pasti karena tidak mungkin ada yang lain);

Cessante causa cessat effectus (Akibatnya akan berhenti jika penyebabnya berhenti);

Ceteris aeque ac sibi (Terhadap orang lain seperti terhadap dirinya sendiri);

Cibi condimentum est fames, potionis sitis (Lapar adalah lauk pauk untuk menikmati makanan, haus untuk menikmati minuman);

Cineri gloria sera venit (Kemuliaan datang terlambat, setelah menjadi abu)
Pengertian: Orang lebih sering mendapat pujian setelah ia meninggal;

Citius venit periculum cum contemnitur (Bahaya datang lebih cepat bila ia diabaikan);

Citius, Altius, Fortius (Lebih cepat, lebih tinggi, lebih kuat);
Catatan: Ungkapan ini merupakan motto olimpiade;

Cito maturum, cito putridum (Cepat matang, cepat pula membusuk);

Cito pede labitur aetas (Dengan langkah cepat, waktu lepas berlalu);

Clara pacta, boni amici (Perjanjian – perjanjian yang jelas, sahabat – sahabat yang baik);

Claude os, aperi oculos (Tutup mulutmu dan buka matamu);

Clavus clavo pallitur; consuetudo consuetudine vincitur (Sebuah paku disingkarkan oleh paku yang lain; kebiasaan yang satu dikokohkan oleh kebiasaan yang lain);

Clementia tecta rigore (Kelembutan dalam tutup kekerasan);
Pengertian: Tegas di luar, lembut di dalam. Hendak menegaskan bahwa prinsip hukum boleh tegas bahkan keras, tetapi lembut dalam penerapannya;

Clivo sudamus in imo (Kita sudah berkeringat ketika masih di bukit);
Pengertian: Sudah pada awal pekerjaan sudah mengalami kesukaran dan tidak tahu bagaimana mengatasinya;

Coelum stellatum supra me, lex moralis intra me (Langit berbintang – bintang diatasnya, hukum moral dalam hatinya);

Cogitationis  poenam nemo patitur (Tidak ada orang menderita hukuman karena gagasannya);

Cogito ergo sum (Aku bepikir, maka aku ada);
Catatan: Ungkapan ini berasal dari Rene Descartes, ahli matematika dan fisika Perancis (1596 – 1650);

Comiter, sed fortiter (Dengan sopan tetapi tegas);
Communis salus singuis constat (Keselamatan umum didasarkan pada keselamatan setiap orang);

Compesce mentem (Kuasailah nafsumu);

Componitur orbis regis ad exemplum (Dunia menunggu teladan pemimpinnya);

Concordia civium murus urbium (Kehidupan warganegara yang guyup – rukun adalah benteng kota);

Concordia parvae res crescunt, discordia maximae dilabuntur (Persatuan memperkuat yang kecil, pertikaian menceraiberaikan yang besar);

Conditio sine qua non (Syarat mutlak, yang tanpa itu sesuatu tidak akan ada);

Confide recta agens (Tetaplah percaya bila engkau melakukan sesuatu yang benar);

Conscia mens recti famae mendacia ridet (Siapa yang menyadari hati nuraninya, akan menertawakan kebohongan sebuah kemasyuran);

Conscientia rectae voluntatis maxima consolatio est rerum incommodarum (Kesadaran bahwa suara hatinya benar menjadi penghibur terbesar dikala kekacauan);

Conscius ipse sibi de se putat omnia dici (Yang menyadari kesalahannya mengira bahwa semua pembicaraan adalah mengenai dirinya);

Consensus facit legem (Kesesuaian pendapat itulah yang membentuk hukum);
Pengertian: Hukum terbentuk setelah ada kesesuaian pendapat;

Consilium custodiet te (Musyawarah membuat anda menjadi waspada);

Consilium feminale nimis carum aut nimis vile (Nasehat kaum perempuan itu bisa terlalu mahal atau terlalu murah);

Constantia et labore (Dengan ketekunan dan dengan kerja keras);

Consuetudinis magna vis est (Kebiasaan itu merupakan kekuatan yang besar);

Consuetudo concinnat amorem (Kebiasaan itu membuat cinta);
Pengertian: Cinta bisa terjadi karena terbiasa bertemu atau bersama;

Contemplatio in acgtione (Kontemplasi dalam aksi);
Catatan: Ungkapan ini merupakan bentuk doa yang muncul dari ordo Serikat Yesus;

Contra bones mores (Bertentangan dengan kebiasaan yang baik);

Contra potentes nemo est munitus satis (Berhadapan dengan penguasa, tidak ada seoranpun yang memiliki senjata yang cukup)
Pengertian: Tidak ada harapan bertikai dengan penguasa;

Contra principia negantem disputari non potest (Berhadapan dengan orang yang mengingkari prinsip – prinsip, tidak mungkin dapat berembug);

contra rationem (bertentangan dengan nalar);

Contra vim mortis non est medicamen in hortis (Tidak ada obat melawan kekuatan kematian);

Contra vim non valet ius (Hukum tidak sanggup melawan kekuasaan);

Contradictio in terminis (bertentangan di titik akhir);
Pengertian: Dalam kesimpulan sebuah pernyataan sudah terdapat pertentangan;

Conubia sunt fatalia (Perkawinan itu adalah nasib);

Cor ad cor  loquitur (Hati bicara kepada hati);
Catatan: Ungkapan yang berasal dari Kardinal Newman, teolog Inggris (1801 – 1890);

Cor sapientis quaerit doctrinam (Inti kebijaksanaan itu selalu mencari ajaran yang pokok);

Cor unum et anima una (Satu hati dan satu jiwa);

Corruptio legis (Pembusukan hukum);

Corruptio optimi pessima (Pembusukan dari orang yang tertinggi kedudukannya adalah yang paling jelek);
Catatan: Korupsi yang dilakukan oleh pejabat tertinggi merupakan yang terjelek;

Corruptissima  re publica plurimae leges (Kemerosotan yang lebih besar dari republik adalah lebih banyak aturan);

Cras credo, hodie nihil (Esok mungkin saya percaya, tetapi sekarang tidak sama sekali);

Creatio ex nihilio (Menciptakan sesuatu dari ketiadaan);

Crede nulli (Jangan percaya kepada siapapun);
Catatan: Ungkapan dari Erasmus ini mengingatkan seseorang untuk selalu waspada pada orang yang belum dikdenal.

Credere in Deum (Penyerahan diri kepada Tuhan);


Tidak ada komentar: