Senin, 28 April 2014

PEPATAH LATIN, abjad I

PEPATAH LATIN





Ibis ad crucem (Engkau akan pergi ke salib);

Id facere laus est quod decet, non quod licet (Merupakan sebuah pujian apabila melakukan sesuatu yang harus dikerjakan dan bukan apa yang diingini);

Id fuit nenia iudo (Itu menjadi nyanyian kematian bagi permainan ini);
Pengertian: Semuanya sudah berakhir. Penyesalan selalu datang kemudian. Semua sudah terjadi.

Id genus omne (Itulah umat manusia);

Idem velle atque idem nolle ea demum firma amicitia est (Sungguh, tanda sebuah persahabatan yang erat adalah apabila keduanya menghendaki dan menolak hal yang sama);

Iesus Hominum Salvator  / I.H.S (Yesus Penyelamat umat manusia);
Catatan: Ungkapan ini disingkat menjadi I.H.S. Pada jaman Perang Salib (Abad XI) I.H.S. tertera pada perisai para prajurit yang pergi ke Yerusalem.

Iesus Nazarenus Rex Iudaeorum / INRI (Yesus dari Nazareth Raja orang Yahudi);

Ignaris omnibus (Tanpa pengetahuan orang banyak);

Ignis aurum probat, miseria fortes viros (Api menguji emas, kesengsaraan menguji manusia yang kuat);

Ignorantia iuris nocet (Buta hukum merugikan);

Ignorantia juris (legis) excusat neminem (Ketidaktahuan hukum tidak berarti bahwa seseorang bebas dari hukum);

Ignoscito saepe alteri nunguam tibi (Seringlah mengampuni orang lain, dan jangan pernah mengampuni dirimu sendiri);

Ille quidem dignum virtutibus suis vitae terminum (Dia mengakhiri hidupnya dengan kehidupan yang pantas);

Illic stetimus et flevimus (Disanalah kita duduk sambil menangis);
Catatan: “Di tepi sungai – sungai Babel, disanalah kita duduk sambil menangis, apabila kita mengingat sion (Mazmur 137 : 1);

Illud jucundum nil agere (Tidak mengerjakan apa – apa itu menyenangkan);

Ima permutat brevis hora summis (waktu yang singkat cukup untuk mengubah yang tertinggi menjadi yang terendah);


Tidak ada komentar: