Jumat, 25 April 2014

PEPATAH LATIN, alphabet A

PEPATAH LATIN

A cruce salus (Dari salib menuju keselamatan);
Pengertian: Dalam agama Katolik, teologi salib mendapat perhatian. Yesus Kristus yang bangkit adalah Yesus yang tersalibkan. Thomas A. Kempis pengarang abad ke – 16, dalam bukunya IMITATIO CHRISTI, menulis bahwa di salib ada keselamatan;

A Deo rex, a rege lex (Seorang raja ialah dari Tuhan, hukum berasal dari raja);
Pengertian: AGUSTINUS dalam bukunya yang terkenal NEGARA TUHAN, mengatakan hukum berasal dari Tuhan, karena raja sebagai pembuat hukum adalah dari Tuhan;

A fonte puro pura defluit aqua (Air Jernih keluar dari mata air yang jernih);

A mensa et toro (Pisah meja dan ranjang);
Pengertian: Ungkapan dalam hukum gereja Katolik yang menunjukkan pasangan suami isteri yang sudah tidak hidup serumah, tetapi secara resmi belum bercerai. Pada prinsipnya Gereja Kristen Katolik tidak menerima adanya perceraian;

A morte semper homines tantumdem absumus (Manusia, selalu dengan cara yang sama dekat dengan kematian);

A solis ortus usque ad occasium (Dari terbitnya matahari hingga terbenamnya à Mazmur 50 : 1);

Ab alio expectas alteri quod facis (Apa yang engkau harapkan dari orang lain adalah apa yang engkau lakukan kepada orang lain);

Abeunt studia in mores (Yang selalu dilakukan itulah yang kemudian menjadi wataknya);

Abiece onus, et cape novam vitam (Buanglah bebanmu dan gapailah hidup baru);
Pengertian: Singkirkan gangguan pikiran, godaan, serta hal – hal kecil yang remeh dan tidak perlu;

Abiistis, dulces caricae (Engkau yang manis, disayangi, bisa lenyap hanya sesaat);
Pengertian: Ungkapan untuk menunjukkan bahwa kegantengan dan kecantikan manusia itu tak bertahan lama, hanya sementara;  

Absen carens (Yang tidak hadir tidak dapat apa – apa);

Absit gloriari, nisi in cruce Domini (Tidak ada yang diluhurkan selain dalam salib Tuhan à Gal. 6:14);

Absolvo te (Aku mengampuni engkau);

Absque argento omnia vana (Tanpa uang semua sia – sia);
Pengertian: Pandangan yang sangat mendewakan uang;

Abstulit qui dedit (Dia yang telah memberi, Dia pula yang telah mengambil)
Pengertian: Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan à Ayub 1:21);

Abusus non tollit usum (Penyalahgunaan tidak boleh menjadi sebuah kebiasaan);

Abyssus abyssum incitatit  (Kehancuran yang satu menyebabkan kehancuran yang lain);

Accidere ex una scintilla incendia passim (Sepercik bunga api bisa menyebabkan kebakaran);

Accipe quam primum, brevis est occasio lucri (Terimalah sesuatu itu dengan segera, kesempatan untung pendek);

Accipere quam facere praestat iniuriam (Lebih baik menderita karena ketidakadilan daripada melakukan ketidakadilan);
Catatan: Ungkapan dari Cicero, ahli pidato Roma, 106 – 43 Sebelum Masehi;  

Acquiris quodcumque rapis (Engkau memanen apa yang engkau semai);
Catatan: Bandingkan dengan ungkapan menabur angin menuai badai. Orang akan mendapatkan akibat apa yang ia perbuat atau kerjakan; 

Acta est fabula (Demikianlah akhir suatu cerita);
Catatan: Kalimat terakhir yang diucapkan oleh Kaisar Agustus sebelum meninggal.

Acta non verba (Tindakan, bukan omongan):
Catatan: Ungkapan yang mau menunjukkan bahwa tindakan lebih penting daripada kata – kata;

Actio recta non erit, nisi recta fuerit voluntas (Tindakan yang benar tidak akan muncul tanpa adanya kehendak yang benar);
Catatan: SENECA (Filsuf Roma, 4 SM – 63 Masehi), mengajarkan bahwa tindakan yang benar hendaknya berasal dari kehendak yang benar.

Actore non probante, reus est absolvendus (Jika penuntut tidak memberi bukti maka si tertuduh tidak perlu memberikan bukti tandingan ~ Ungkapan Dalam Hukum);

Aculeus est in clunibus api (Ternyata ada sengat pantat);
Pengertian: Lebah biasanya menyedot madu melalui mulutnya, tetapi di pantatnya selalu ada sengat ~ Orang memuji lebih dahulu, akhirnya menyerang);

Ad astra per aspera (Menuju bintang – bintang dengan melalui kesengsaraan);

Ad augusta per angusta (Menuju tempat – tempat yang tinggi melalui jalan – jalan yang sempit);
Catatan: Ungkapan ini mengatakan bahwa tidak mudah untuk mencapai mimpi;

Ad captandum vultus (Untuk menarik massa);
Catatan: Ungkapan ini dipakai oleh para politisi untuk menarik perhatian massa dengan janji – janji yang menyenangkan.

Ad impossibilia nemo tenetur (Tak bisa seseorang diwajibkan melakukan yang tak mungkin);

Ad Maiorem Dei Gloriam (Demi kemuliaan Allah yang lebih besar);
Catatan: Sering disingkat menjadi AMDG. Ignatius dari Loyola (1491 – 1556) pendiri Ordo Serikat Yesus (SY) memakainya menjadi motto sekaligus tujuan hidup dan karya para Yesuit (anggota SY).

Ad perpetuam rei memoriam (Untuk kenangan abadi);

Adde parvum parvo, magnus acervus erit (Tambahlah sedikit demi sedikit, dan akan jadi timbunan yang banyak);
Catatan: Bisa dibandingkan dengan peribahasa “Sedikit demi sedikit lama – lama menjadi bukit”;

Addenta et corrigenda (Untuk ditambahkan dan dikoreksi);
Catatan: Dipakai dalam tambahan atau suplemen;

Adeo in teneris consuescere multum est (Bila selagi masih muda membiasakan dalam hal yang baik, hal itu akan bernilai tinggi);
Pengertian: Kebiasaan melakukan hal – hal yang baik akan menjadi watak yang baik;

Adhuc coelum volvitur (Langit masih berputar);
Catatan: Erasmus (Tokoh humanis Belanda, 1446 – 1536) mengatakan bahwa semua masih bisa terjadi lagi;

Adsum qui feci (Akulah yang melakukan);
Catatan: Dipakai untuk mengakui kesalahan;

Adulter est uxoris amator acrior (Mencintai isteri dengan terlalu bernafsu merupakan sebuah perzinahan);

Adversis moveri nefas (Jangan putus asa karena halangan);

Adverso flumine niti (Menentang arus);
Pengertian: Usaha yang tidak mungkin akan berhasil;

Adversum necessitatem ne dii quidem (Bahkan para dewa tidak berdaya melawan nasib);
Pengertian: Perumpaan yang menunujukkan bahwa nasib kehidupan tak bisa diubah;

Advocatus diaboli (Pembela iblis);
Catatan: Dalam Gereja Kristen Katolik, ada sebutan canonisasi artinya proses pemberian gelar menjadi santo atau santa selalu ada orang yang ditugasi menjadi Advocatus diaboli. Tugasnya adalah mencari segala hal yang negatif pada yang akan dinyatakan sebagai santo atau santa. Maksudnya untuk membantu mencari obyektivitas;

Aegroto dum anima est, spes est (Meskipun sakit, tetapi selama masih ada jiwa, harapan tetap masih ada);

Aequa lege necessitas sortitur insignes et imos (Kematian itu berlaku sama bagi orang kenamaan maupun orang yang paling hina);
Pengertian: Kematian tidak memandang derajat. Dihadapan kematian semua orang akan bernasib sama.

Aere perennius exegi monumentum (Tanda jasa lebih berharga daripada emas);

Aeternum servans sub pectore vulnus (Dalam dadanya mendekam luka kekal);
Pengertian: Luka bathin yang tak tersembuhkan.

Aeternum vale (Selamat berpisah untuk selamanya);

Aevo rarissima nostro simplicitas (Dalam hidup kita jarang ada kesederhanaan);

Affirmanti incumbit probatio (Yang mempertahankan, bertugas membuktikan);
Catatan: adigium dalam hukum;

Agas asellum (Mencoba memacu keledai);
Pengertian: Sulit untuk memicu mereka yang bodoh atau yang tidak punya niat;

Age quod agis (Jika engkau mengerjakan sesuatu, kerjakanlah itu dengan baik);

Agere volentem semper meditari decet (Sebelum bertindak, pertimbangkanlah lebih dahulu);

Agnum lupo eripio (Aku merebut seekor anak domba dari serigala);
Pengertian: Mengerjakan pekerjaan berat dan berbahaya;

Alea iacta set (Dadu sudah dibuang);
Catatan: Ungkapan yang berasal dari Julius Caesar yang pada tahun 49 SM menyeberangi Sungai Rubicon di Italia Utara untuk menyerbu Republik Romawi, katanya “Ayolah dadu dibuang”, artinya, berlawanan dengan hukum.

Agrapha dogmata (Pendirian – pendirian yang tidak tertulis);

Alta alatis patent (Terbuka tempat yang tinggi bagi yang memiliki sayap);

Alter ego est amicus (Sahabat adalah diri kita yang lain);
Catatan: Ungkapan Platon di Athena pada tahun 428 SM;

Altrera manu fert lapidem, panem ostentat altera (Tangan yang satu menggemgam batu, sedang tangan yang lain menunjukkan roti);
Catatan: Bandingkan dengan ungkapan “Racun di tangan kirimu, madu di tangan kananmu”. Ada yang baik dan ada yang buruk.

Alteri vivas opertet, si vis tibi vivere (Jika engkau mau hidup untuk dirimu, hendaknya engkau juga hidup untuk sesamamu);

Alterius non sit, qui potest esse sui (Jangan tergantung dari orang lain, kalau engkau bisa dari dirimu sendiri);

Alterum alterius auxilio eget (Seseorang memerlukan bantuan orang lain);

Altissima quaequi flumina minimo sono labi (Sungai tenang tanda dalam);

Ama Deum et serva mandata (Cintailah Allah dan taatilah perintah – perintahnya ~ Yosua 22 : 5)

Ama et fac quod vis! (Cintailah, lalu perbuat sesuka hatimu!);

Amans, ita ut fax, agitando ardescit  magis (Orang yang sedang mencintai itu bagaikan obor, ia makin bernyala karena bergerak);

Amara lento risu (Senyum yang lembut bisa mengalahkan kekasaran);

Amare et sapere vix deo conceditur (Jatuh cinta dan menjadi bijaksana hampir tidak pernah bersamaan, juga bagi seorang dewa);

Amens parentem, si aequus est; alter, feras (Cintailah ayahmu jika ia adil, bila tidak tanggunglah dia);

Amicus Platon, amicus Socrates sed magis amica veritas (Platon sahabatku, Socrates temanku, tetapi kebenaranlah yang menjadi sahabatku yang paling karib);
Catatan: Aristoteles yang lahir pada tahun 384 Sebelum Masehi di Stageira, suatu kota di Yunani Utara, mengatakan demikian itu, bahwa Kebenaran itu diatas segala – galanya.

Amici mores noveris non orderis (Kenalilah keanehan temanmu, tatapi jangan membencinya)~ Horatius, penyair Roma, 65 – 8 SM);  

Amicum an nomen habeas, aperit calamitas (Bencana menunjukkan apakah engkau mempunyai teman sejati atau teman yang hanya nama);

Amicus certus in re incerta cernitur (sahabat sejati tampak ketika ada hal yang tidak pasti / sedang menghadapi masalah);
Catatan: Cicero mengatakan demikian itu. Sahabat sejati dkitentukan ketika harus menghadapi permasalahan. Teman yang sesungguhnya adalah teman yang hadir ketika dibutuhkan.

Amicus optima vitae possession (Seorang sahabat ialah kekayaan yang paling besar dalam kehidupan);

Amicus usque ad aras (Menjadi sahabat sampai mati);

Tidak ada komentar: