Minggu, 27 April 2014

PEPATAH LATIN, Huruf D



Da spatium tenuemque moram, mala cuncta ministrant impetus (Berilah sedikit kebebasan dan waktu, tergesa – gesa hanya akan merusak segalanya);

Damnat quod non intelligunt (Mereka menghakimi yang mereka tidak ketahui);
Catatan: Ungkapan yang berasal dari Cicero;

Damnat quod non intellegunt (Mereka takut akan apa yang tidak mereka mengerti);

Dantur opes nulli nisi divitibus (Hanya yang berduit yang bisa mendapatkan tambahan uang);
Pengertian: Uang menghasilkan uang pula;

Dat census honores (Uang membuat martabat terhormat);

De gustibus non est disputandum (Tentang cita rasa tidak perlu diperdebatkan);
Pengertian: Setiap orang mempunyai cita rasanya sendiri – sendiri;

De male quaesitis non gaudet tertius haeres (Tentang hal – hal yang diperoleh secara tidak halal, pewaris ketiga tidak akan tenteram);
Pengertian: Akibat dari kejahatan yang dilakukan oleh generasi pertama dalam memperoleh harta secara tidak halal, akan ditanggung oleh generasi ketiga;

De Maria numquam statis (Tak pernah orang dapat mengatakan cukup tentang Maria);
De minimis non curat lex (Hukum tidak memperhatikan yang kecil – kecil);

De mortuis nil nisi bene (Bagi orang yang sudah meninggal hanya yang baik – baik saja dikatakan);

De nihilo nihil (Dari sesuatu yang kosong tidak akan dapat dihasilkan apa – apa);

De occultis non judicat ecclesia (Gereja tidak menghakimi yang tidak jelas);

De omni res sibilia, et quibusdam aliis (Kebanyakan orang mengira mengetahui segalanya, padahal mereka tidak tahu apa – apa);
Catatan: Ungkapan dari Voltaire (1694 – 1778), penulis Prancis yang paling berpengaruh pada abad 18. Prilaku semacam ini banyak terdapat dalam masyarakat;

Demur morti, nos nostraque (Kita pasti mati, itulah kita, dan itulah milik kita);

Debita ab erudito quoque libris reverentia (Kehormatan milik orang terpelajar berasal dari buku);
Pengertian: Orang hanya dapat disebut terpelajar karena buku yang sudah dibacanya atau yang sudah diterbitkannya;

Decet verecundum esse adolescentem (Semestinya yang muda, sopan);

Dediscit animus sero, quod didicit diu (Apa yang sudah lama dipelajari sulit untuk dilupakan);

Deducant te angeli in paradisum (Para malaikat mengantarmu ke firdaus);
Catatan: Ungkapan ini berasal dari salah satu lagu upacara kematian Katholik;

Degeneres animos timor arguit (Ketakutan itu menandakan semangat yang rendah);

Deligere oportet quem velis diligere (Hendaknya cermat memilih siapa yang mau dicintai);

Dente lupus, cornu taurus petit (Srigala menyerang dengan giginya, banteng dengan tanduknya);
Pengertian: Setiap orang dapat mempertahankan dirinya sendiri dengan kekuatannya sendiri;

Deo servire vera libertas (Mengabdi kepada Allah merupakan kemerdekaan yang sesungguhnya);
Catatan: Ungkapan dari Agustinus (354 – 430), teolog besar di Gereja Khatolik;

Desine fata deum flecti sperare precando (Biarkan harapan berlalu, dengan berdoa engkau dapat mengubah keputusan para dewa);
Pengertian: Doa mempunyai kekuatan yang luar biasa;

Detur gloria soli Deo (Berikanlah kemuliaan kepada Tuhan);

Deum agnoscis ex operibus ejus (Orang mengenal Tuhan dari karya-Nya);

Deus Caritas est (Allah adalah kasih);
Catatan: Judul Ensiklik Paus Benedictus XVI;

Deus dedit, abstulit (Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil);

Deus ex machina (Tuhan dari mesin);
Catatan: Ungkapan ini dipakai pada saat orang mengharapkan campur tangan dari Tuhan Allah guna menyelesaikan masalah yang tak mudah dipecahkan;



Tidak ada komentar: