Sabtu, 03 Mei 2014

PEPATAH LATIN, abjad L

PEPATAH LATIN



Labor est etiam ipse (Kerja sendiri merupakan sebuah kenikmatan);

Labor omnia vincit, improbus et duris urgens in rebus egestas (Kerja tekun dan keras untuk menekan kemiskinan mengalahkan semuanya);

Laborare est orare (Bekerja adalah berdoa);
Catatan: Ungkapan ini merupakan semboyan para rahib Benediktin, yang hidupnya lebih banyak dipakai untuk berdoa);

Lac vinum infantium, vinum lac senum (Air susu adalah anggur bagi kanak – kanak, anggur adalah susu bagi kakek – kakek);

Lacrima nihil citius arescit (Tidak ada yang lebih cepat mengering daripada airmata);

Laedere facile, mederi difficile (Menyakiti hati itu mudah, tetapi menyembuhkannya susah);

Laesa maiestas (Martabat yang dirusak);

Laetetur cor quaerentium Dominum (Bersuka citalah hati yang mencari Tuhan);

Laetum celebremus honorem (Marilah kita menyerahkan kehormatan yang menggembirakan ini);

Laetus sorte tua vives sapienter (Hendaknya engkau bergembira hidup dengan nasibmu secara bijaksana);

Lancea et clavius Domini (Tombak dan paku Tuhan);

Lapsus memoriae (Kekhilafan ingatan);

Latet anguis in herba (Ada ular bersembunyi di rerumputan);
Pengertian: Ada bahaya tersembunyi maka perlu waspada dan hati hati;

Laudant illa sed ista legunt (Orang memuji tulisan – tulisannya, yaitu dengan membaca karya – karyanya);

Laudere parum est, laudemur et ipsi (Memuji saja tidaklah cukup; kita sendiripun haruslah dipuji);

Laudate gloria in excelis Deo (Pujilah Tuhan Yang Maha Mulia);

Laus alit artes (Keharuman itulah yang menghidupi kesenian);
Pengertian: Kesenian itu hidup karena ada yang menonton;

Lege abitur instrumento criminis (Hukum diubah menjadi alat kejahatan);

Legem brevem esse oportet, quo facilius ab imperitis (Sebaiknya hukum itu pendek, supaya mereka yang bukan ahli hukum dapat mengerti dengan mudah);

Legem ferenda (Undang – undang yang harus dilaksanakan);

Leges bonae ex malis moribus procreantur (Hukum yang baik diciptakan oleh kelakukan yang baik);

Leges juraque serva (Tegakkan hukum dan aturan);

Lente sed attente (Lambat tetapi pasti);

Leve fit, quod bene fertur onus (Beban yang dipanggul dengan kerelaan hati akan menjadi ringan);

Levis sit tibi terra (Hendaknya engkau meninggal tanpa beban);

Lex credendi, lex orandi (Apa yang kita imani, itulah yang kita doakan);

Lex est, non poena, perire (Mati itu adalah sebuah hukum, bukan hukuman); 

Lex non scripta (Hukum yang tidak tertulis);

Lex specialis derogat lex generalis (Hukum yang bersifat khusus mengenyampingkan hukum yang bersifat umum);

Lex superior derogat legi inferiori (Aturan yang lebih tinggi mengesampingkan aturan umum);

Lex talionis (Hukum pembalasan);

Libenter homines id quod volunt credunt (Manusia itu senang mempercayai apa yang mereka sukai);

Liberae sunt nostrae cogitations (Pikiran kita ini bebas);

Libertati viam facere (Membuat jalan untuk kemerdekaan);
Libertatis restitutae dulce auditu nomen (Memang manis nama kebebasan itu ketika ia dapat diraih kembali);

Libris satiari nequeo (Aku tidak pernah dapat dipuaskan oleh buku);

Librum ab abliquo furatus est (Dia mencuri tulisan dari seseorang / Dia itu plagiator);

Licet volare si in tergo aquilae volat (Seseorang dapat terbang jika ia inginkan, jika ia mengendarai di atas punggung seekor burung elang);

Limae labor et mora (Usaha dan ketekunan mengikir);
Catatan: Ungkapan ini dipakai untuk menggambarkan ketekunan seseorang dalam menyelesaikan sebuah karya sastra;

Lingua placabilis, lignum vitae (Bahasa manis adalah pokok kehidupan);

Linquenda tellus, et domus, et placens  uxor (Suatu saat kita harus meninggalkan dunia, rumah dan isteri tersayang);

Lis est cum forma magna pudicitiae (Ada perkara besar antara kecantikan dan kemurnian);
Pengertian: Ada jarak antara kecantikan dan kemurnian seseorang. Maksudnya kecantikan tidak selalu identik dengan kejujuran, keterbukaan;

Lis litem generat (Perkara yang satu melahirkan perkara berikutnya);

Lite pendente nihil innovetur (Selama sengketa masih menggantung / belum diputus, tidak boleh ada perubahan yang dibuat);

Loco Citato / loc.cit (ditempat yang dikutip);

Locus delicti (Tempat terjadinya kejahatan);

Longa est vita si plena est (Hidup itu akan terasa panjang apabila penuh dengan perbuatan yang bermakna);

Longum iter est per praecepta, breve et efficax per exempla (Jalannya jauh kalau dilaksanakan dengan perintah, tetapi ia menjadi dekat kalau diwujudkan dengan teladan);
Pengertian: Segala sesuatu akan lebih mudah diwujudkan melalui contoh daripada perintah;  

Luctor et emergo (Saya berjuang dan bangkit);

Lupus in fibula (Serigala dalam cerita);
Pengertian: Orang yang sedang dibicarakan itu tiba – tiba muncul;

Lupus non curat numerum (Serigala itu tidak mempedulikan jumlahnya);
Pengertian: Ia tidak mempedulikan jumlah yang harus dilawannya;

Tidak ada komentar: