Senin, 29 September 2014

TAFAKUR



Kill not the goose that lays the golden eggs (Jangan sembelih angsa yang bertelur emas);

Laugh and grow fat (Tertawa dan tumbuhlah menjadi gemuk);

Make hay while the sun shines (Keringkan jerami saat matahari bersinar);

Necessity is the mother of invention (Kebutuhan adalah sumber dari penemuan);

Of two evils choose the lesser (Diantara dua kejahatan, pilihlah yang paling sedikit);

Paddle your own canoe (Dayunglah perahu sendiri);

Rats desert a sinking ship (Tikus meninggalkan kapal yang tenggelam);

Self-praise is no recommendation (Memuji diri  sendiri bukanlah suatu pujian);

Take away fuel, take away flame (Habis minyak, hilanglah nyalanya);

Uneasy lies the head that wears a crown (Kegelisahan ada di kepala yang bermahkota);

East or west, home is best (Timur atau barat, rumah sendiri yang terbaik);

Faint heart never won fair lady (Hati yang ciut tak pernah menaklukkan hati wanita);

Give a dog a bad name and hang him (Berilah nama buruk kepada anjing, dan gantunglah);

Half the world knows not how the other half lives (Separuh dunia tidak tahu kehidupan separuh dunia lainnya);

If a thing is worth doing, it is worth doing well (Jika sesuatu patut dikerjakan, maka lakukanlah dengan baik);

Variety is the spice of life (Keanekaragaman itu bumbu kehidupan);

Walls have ears (Dinding mempunyai telinga);

You cannot catch old birds with chaff (Anda tidak bisa menangkap burung dewasa dengan sekam);

Zeal without knowledge is a runaway horse (Semangat tanpa pengetahuan bagaikan kuda lepas);

Call no man happy till he is dead (Tidak ada manusia yang bahagia sebelum dia mati);

Death is the grand leveller (Kematian adalah alat perata yang paling besar);

Judge not of men and things at first sight (Janganlah menilai orang atau benda pada pandangan pertama);

Kind hearts are more than coronets (Hati yang baik melebihi mahkota);

Law makers should not be lawbreakers (Pembuat undang – undang seharusnya tidak melanggar undang – undang);

Make the best of a bad job (Buatlah yang terbaik atas pekerjaan yang buruk);

Nature abhors a vacuum (Alam membenci kekosongan);

One good turn deserves anothers (Yang baik patut mendapat imbalan);

Politeness costs nothing (Kesopanan tak perlu membayar);

Remove an old  tree and it will wither to death (memindahkan pohon tua dan menderita sampai mati);

Set a thief to catch a thief (Suruhlah pencuri untuk menangkap pencuri);

Take care of the pence and the pounds will take care of themselves (Jagalah tiap sen, dan uang ribuan akan menjaga dirinya);

Virtue is its own reward (Kebajikan itu sendiri merupakan imbalan);

Fair exchange is no robbery (Pertukaran yang adil bukanlah perampokan);

Give a thief enough rope and he will hang himself (Berilah seorang pencuri tali yang cukup, dan dia akan menggantung diri);

Handsome is as handsome does (Ketampanan adalah dari perilakunya);

If anything can go wrong, it will (Hal yang tidak beres akan terjadi);

Knowledge is power (Pengetahuan adalah kekuatan);

Waste not, want not (Tidak boros, tidak kekurangan);

What costs little is little esteemed (Yang murah kurang dihargai);

You cannot get water out of stone (Anda tidak dapat memperoleh air dari batu);

Care killed the cat (Terlalu peduli terhadap kucing hingga membuatnya mati);

Desert and reward seldom keep company (Penghargaan dan penerimanya jarang tampil bersama);

Empty vessels make the most noise (Tong kosong nyaring bunyinya);

Take the will for the deed (Ambillah kemauan untuk bertindak);

It is useless to flog a dead horse (Tidak ada gunanya mencambuk kuda mati);

One volunteer is worth two pressed men (Satu sukarelawan sama dengan dua orang yang dipaksa);

What is sauce for the goose is sauce for the gander (Saus untuk angsa betina juga saus untuk angsa jantan);

You cannot have your cake and eat it (Tidak bisa memakan kue sambil memilikinya);

Learn to walk before you run (Belajarlah berjalan sebelum berlari);

Man propose, God dispose (Manusia merencanakan, Tuhan menentukan);

Needs must when the devil drives (Kebutuhan menjadi keharusan bila iblis mengendalikannya);

One is never too old to learn (Tidak ada istilah terlalu tua untuk belajar);

Pouring oil on the fire is not the way to quench it (Menuangkan minyak kedalam api bukanlah cara memadamkannya);

Silence gives consent (Diam berarti mengizinkan);


Tidak ada komentar: