Rabu, 15 Oktober 2014

TEORI HUKUM ALAM (TEORI PERJANJIAN MASYARAKAT)



TEORI HUKUM ALAM (TEORI PERJANJIAN MASYARAKAT)

Kranenburg  menulis mengenai Teori Hukum Alam, “oleh karena yang dicari pertumbuhan negara, maka dapat dipahami bahwa titik tolak pemikiran ahli – ahli hukum alam adalah pada adanya manusia diluar ikatan negara atau manusia dalam keadaan naturalis”, seperti yang dikatakan oleh Montesquieu dalam bukunya “l’  Esprit des Lois” (Semangat Undang – Undang), bahwa: “untuk mempelajari dengan baik hukum – hukum pembentukan negara dan hukum, kita harus memandang manusia sebelum terdapatnya masyarakat”.  

Menurut Mahadi, bahwa hukum kodrat atau hukum alam dalam istilah latin disebut Ius Naturale. Dalam hal ini para sarjana dalam pandangannya mengenai sumber hukum alam, terbagi 2 (dua) golongan, yaitu; 1) Bahwa hukum alam bersumber pada agama, disebut aliran “Hukum Alam Teokratis atau Teologis, 2) Bahwa hukum alam bersumber pada akal budi, disebut aliran Hukum Alam Sekuler.

Hukum alam atau hukum kodrat adalah hukum yang tidak dibuat oleh badan legeslatif melainkan hukum kodrat berlaku karena alam dalam arti akal budi, manusiawi, berlaku di segala tempat atau universal, sepanjang masa dan tidak berubah – ubah atau abadi.

Para ahli yang menganut hukum alam yang terkenal antara lain Hugo de Groot (Grotius). Menurut Grotius: “Negara berasal dari suatu perjanjian yang disebut pactum, dengan tujuan untuk mengadakan ketertiban. Inti teorinya adalah menyatakan, pada asasnya manusia mau bersifat baik kepada sesama manusia. Manusia mempunyai “Appititus Societatis” (hasrat bermasyarakat). Oleh karena itu, dalam masyarakat ada 4 (empat) macam prinsip hukum kodrat atau hukum alam, yaitu:
a.  abstinentia aliena (hindarkan diri dari milik orang lain);
b.  obligatio implendorum promissorium (penuhilah janji);
c.   damni culpa dati reparatio (bayarlah kerugian yang disebabkan kesalahan sendiri);
d.  poenae inter huminis meratum (berilah hukuman yang setimpal).

Menurut Mahadi, dalam kerangka teori Grotius terlihat bibit – bibit atau benih – benih (embrio) teori kontrak sosial. Adapun karyanya yang terkenal dari Hugo de Groot (Grotius) yaitu berjudul De Iure belli a paces (tentang perang dan damai) dan Mare Liberum (Lautan bebas).

Tidak ada komentar: