Rabu, 19 November 2014

PERIBAHASA UMUM



Don’t quarrel with your bread and butter (Jangan bertengkar dengan roti dan mentega Anda);

The reciever is as bad as the thief (Penadah sama buruknya dengan pencuri);

Set a wolf to keep the sheep (Menyuruh serigala menjaga domba);

Talk of the devil, and he is bound to appear (Membicarakan tentang setan, lalu dia muncul);

It is the unexpected that always happens (Yang tak terduga selalu terjadi);

What you lose on the swings, you gain on the roundabouts (Rugi pada ayunan, memperoleh kembali pada putaran); 

You cannot make a silk purse out of a sow’s ear (Dompet sutera tidak bisa dibuat dari telinga babi betina);

Catch the bear before you sell its skin (Tangkap beruang itu sebelum menjual kulitnya);

Desperate diseases need desperate cures (Penyakit istimewa memerlukan pengobatan yang istimewa);

Envy never enriched any man (Iri hati tidak pernah membuat orang menjadi kaya);

The beaten road is the safest (Jalan yang sering dilalui adalah jalan yang paling aman);

Earsdroppers never hear any good of themselves (Tukang nguping tak pernah mendengar hal – hal baik tentang dirinya);

Fine feathers make fine birds (Bulu yang indah membuat burung jadi cantik);

Give the devil his due (Beri setan haknya);

Hard words break no bones (Kata – kata keras tidak mematahkan tulang);

The rotten apple injures its neighbours (Buah apel busuk dapat merusak yang lainnya);

Some are wise and some are otherwise (Sebagian orang bijaksana dan sebagian sebaliknya);

The bait hides the hook (Umpan menyembunyikan mata pancing);

What the eye doesn’t see, the heart grieves not (Apa yang tidak dilihat mata, hati ini tidak mengeluh);

Finding are keepings (Menemukan berarti memiliki);
Give him an inch and he will take a yard (Beri dia satu inci dan dia akan mengambil satu yard);

You cannot make an omelette without breaking eggs (Tidak bisa membuat telur dadar tanpa memecahkan telurnya);

Lend your money and lose a friend (Pinjamkan uang Anda, dan hilanglah seorang teman);

Many would be cowards if they had enough courage (Banyak yang menjadi pengecut jika mereka berani);

Never refuse a good offer (Jangan menolak tawaran baik);

One swallow does not make a summer (Seekor walet belum pasti sebagai tanda datangnya musim panas);

Practice makes perfect (Praktek membuat sempurna);

Hard cases make bad laws (Kasus berat menciptakan hukum yang buruk);

If one sheep leaps over the ditch, all the rest will follow (Bila seekor domba melompati parit, yang lain akan mengikutinya);

Every jack must have his jill (Setiap baut pasti bertemu dengan mur);

If the blind lead the blind, both shall fall into the ditch (Jika orang buta menuntun orang buta, keduanya akan jatuh ke parit);

Let not the sun go down on your wrath (Jangan biarkan matahari terbenam pada saat Anda marah);

Marriage is a lottery (Perkawinan bagaikan undian);

New brooms sweep clean (Sapu baru dapat menyapu bersih);

One man’s meat is another man’s poison (Daging seseorang menjadi racun orang lain);

Praise makes good men better and bad men worse (Pujian membuat orang baik jadi lebih baik dan orang jahat semakin parah);

Spare the rod and spoil the child (Sayang rotan, manjalah anak);

There is a black sheep in every  flock (Dalam kelompok domba ada yang berwarna hitam);

Whatever man has done, man can do (Apapun yang telah dilakukan orang, dapat kita lakukan);

You cannot make bricks without straw (Tidak bisa membuat bata tanpa jerami);

Thes best fish swim near the bottom (Ikan yang paling bagus adalah yang berenang dekat dasar);

Catch not at the shadow and lose the substance (Jangan tangkap bayangannya dan lepaslah buruannya);

Diamond cuts diamond (Berlian memotong berlian);

Even a worm will turn (Bahkan cacingpun akan menggeliat);

Fingers were made before forks (Jari dibuat sebelum garpu);

Gluttony kills more than the sword (Ketamakan lebih banyak membunuh daripada pedang);

Haste makes waste (Tergesa – gesa itu pemborosan);

If the cap fits, wear it (Jika topi itu cocok, pakailah);

Let not the left hand know what the right hand does (Jangan biarkan tangan kiri tahu apa yang dikerjakan oleh tangan kanan);

Men are blind in their own cause (Orang itu buta akibat dirinya sendiri);

Tidak ada komentar: