Sabtu, 31 Januari 2015

HUKUM DALAM TERMINOLOGI Part II



HUKUM DALAM TERMINOLOGI Part II

Carry back and carry over (Sistem perpajakan, dimana pajak tahun yang lalu ditahan sebagian untuk membayar tahun berikutnya);

Carrying charge (Tuntutan dari pihak kreditur kepada debitur untuk menambah uang cicilan);

Case of controvercy (Persengketaan yang dapat diselesaikan lewat lembaga peradilan);

Case method (Kuliah hukum dengan cara praktek di kantor – kantor kehakiman);

Causa causans (Penyebab yang mendadak);

Causa data et non secuta (Asas yang telah disetujui, tetapi tidak dijalankan karena sesuatu halangan);

Causa et origo est materia negotii (Karena si Penggugat adalah suami atau isterinya sendiri, maka gugatan itu dinyatakan batal);

Cedendum multitudini (Kekuasaan yang berlebihan harus dihindari);

Central criminal court (Pengadilan Inggris yang menangani perkara kriminal);

Circular letter of credit (Surat kuasa untuk membayar atau memberikan kredit atas nama mandator);

Citatio ad reassumendam causam (Proses dalam perkara perdata; karena salah satu pihak meninggal sebelum ada putusan hakim, maka diadakan penggantian dengan orang yang paling berhak);

Citatio est de juri naturali (Suatu panggilan sidang adalah hak – hak yang wajar);

De tempore in tempus et ad omnia tempora (Dari waktu ke waktu dan dalam segala waktu);

De temps dont memorie ne court (Dari waktu yang tidak bisa diingat oleh manusia);

Detention centre (Lembaga pemasyarakatan untuk anak – anak yang berusia antara 14 sampai dengan 20 tahun);

Detention hearing (Pemeriksaan kejahatan anak – anak);

Detention in a reformatory (Hukuman terhadap anak – anak yang melakukan kriminal untuk dimasukkan ke dalam lembaga pendidikan khusus);

Detinue of goods in frank marriage (Harta hak seorang isteri setelah mengalami perceraian);

De transgressione ad audiendum et terminandum (Wewenang untuk memeriksa dan memutuskan suatu pelanggaran);

Detrimental reliance (Kontrak sebelah pihak antara si pemberi janji dan yang diberi janji);

Detriment to promisee (Dalam kontrak unilateral yang berakhir dengan kerugian pada pihak yang menerima janji);

De uxore rapta et abducta (Hukum mengenai penculikan terhadap isteri orang lain);

Deviation doctrine (Surat wasiat yang memberikan keleluasaan kepada penerima, bahwa pelaksanaannya boleh melalui cara lain yang dipilih oleh pelaksana);

Devil on the neck (Borgol besi yang dikenakan pada leher dan kaki si terhukum);

Devisavit vel non (Surat perintah Pengadilan Chancery untuk memeriksa asli tidaknya suatu Surat Wasiat karena terdapat hal yang meragukan);

Emergency employment doctrine (Kewajiban pegawai negeri untuk melakukan pekerjaan yang bukan pekerjaannya dalam masa darurat);

Eminent domain (Pengambilan tanah atau milik pribadi oleh negara untuk kepentingan umum dengan imbalan yang layak);

Emphasizing facts (Kesimpulan sementara dari dewan juri yang menjadi pertimbangan dalam menjatuhkan vonis);

Enabling power (Kekuasaan yang diberikan kepada pihak lain tanpa syarat, sehingga sewaktu – waktu hak itu bisa dicabut);

Endorsed legal back (Dokumen pengadilan yang ditulis dengan tulisan tangan);

Exceptio non adimpleti contractus (Sanggahan dari pihak yang wanprestasi, karena pihak lain juga terlebih dahulu juga telah melakukan wanprestasi);

Exceptio non salutae pecuniae (Sanggahan terhadap penagih palsu, karena yang tersebut dalam Surat Pengakuan Hutang itu belum pernah terjadi);

Exceptio pacti concenti (Usul dari pihak penggugat bahwa gugatannya dibatalkan);

Exceptio pecuniae non numeratae (Sanggahan dari si yang ditagih, bahwa ia tidak pernah menerima uang sebagai pinjaman);

Exceptio peremptoria (Tangkisan, yang karenanya gugatan menjadi batal);

Exceptio plurium concubentium (Bantahan bahwa si tertuduh telah menjalankan pergundikan);

Exceptio probat regulam (Kekecualian meneguhkan peraturan);
Exceptio quoque regulam declarat (Sanggahan yang mengajukan hukum – hukum);

Exceptio rei vandite et tradite  (Keberatan mengenai jual beli yang awalnya dilakukan secara hukum adat);

Exceptio semper ultimo ponenda est (Usul keberatan selalu terjadi belakangan);

Exceptio senatu consuli velleiani (Keberatan mengenai jaminan kontrak; karena jaminannya adalah seorang wanita);

Fictitious firm name (Nama perusahaan yang diciptakan oleh pemiliknya, terdaftar dan dilindungi oleh hukum);

Fictitious payee (Surat kuasa berbayar dengan nama orang yang tidak jelas alamatnya atau nama tersebut memang tidak ada orangnya);

Fidei commissum (Harta pusaka yang hanya boleh dinikmati oleh para ahli waris; tidak dibagi, tidak boleh disewakan atau dijual);

Fighting words (Kata – kata yang dilontarkan kepada umum dan dapat menimbulkan keresahan);

Filius in utero matris est pars viscerum matris (Anak yang masih ada dalam kandungan ibunya, hidupnya menjadi satu dengan ibunya);

Final appeablable  order (Proses peradilan yang membatasi waktunya, dimana partai – partai harus puas dengan putusan yang dikeluarkannya);

Final notice (Peringatan terakhir kepada debitor agar melunasi hutangnya; jika dilalaikan, akan dilanjutkan ke pengadilan);

Financial institution (Badan hukum yang bertujuan mencari keuntungan);

Financial worth (Penghasilan yang diperoleh lebih kecil daripada pembiayaan yang ditanggung);

In aequali jure melior est conditio possidentis (Dalam kewenangan yang sama, partai yang satunya memiliki kondisi yang lebih baik);

Inalienable right (Hak yang tidak bisa dialihtangankan);

Impuisant background (Permohonan untuk mendapatkan bantuan hukum);

Impunitas continuum affectum tribuit delinquendi (Perlindungan terhadap dilakukannya hukuman, sama dengan mengizinkan adanya kejahatan);

Impunitas semper ad deteriora  inviat (Pembebasan hukuman selalu menjadi undangan untuk melakukan kejahatan lebih besar);

In casu extremae necessitatis omnia sunt communia (Didalam hal yang sangat mendesak segala sesuatunya adalah umum);

Ini novo casu novum remedium opponendum est (Sarana hukum yang baru ditetapkan pada perkara yang baru);

Iniquissima pax anteponenda justissimo bello (Kedamaian yang palsu akan menimbulkan perang yang sesungguhnya);

Iniquum est aliquem rei sui esse judicem (Adalah tidak benar jika seseorang menjadi hakim mengenai perkaranya sendiri);

Landlord and tenant (Hubungan antara pemilik tanah dan penyewanya);

Lapsed policy (Polis asuransi yang batal karena premiumnya tidak dibayar);

Lascivious cohabitation (Pria dan wanita hidup bersama sebagai suami isteri tanpa menikah);

Lata culpa dolo aequiparatur (Kelengahan yang besar sama dengan kesalahan yang disengaja);

Matrimonial action (Gugat – menggugat antara suami dan isterinya);

Matrimonium clandestinum (Perkawinan gelap, tidak melalui prosedur hukum);

Matrimonium consummatum (Perkawinan telah terjadi karena didahului oleh persetubuhan);

Matrimonium subsequens tollit peccatum praecedena (Perkawinan bisa menghapus kesalahan – kesalahan yang terjadi sebelumnya);

Matter in pais (Perkara yang tidak bersumber dari data);

Matter of course (Peristiwa yang sewajarnya terjadi);

Matter of record (Perkara dengan bukti tertulis);

Milior est conditio possidentis ubi neuter jus habet (Pemilik berposisi mutlak, bila tak ada orang lain lagi yang ikut berhak);

Melior est justitia vere praeveniens quam severe puniens (Hukum yang mencegah terjadinya kejahatan adalah lebih baik daripada yang menghukum berat setelah terjadi kejahatan);

Melius est accipere quam facere injuriam (Lebih baik yang mengalami tindakan tidak adil daripada yang melakukan ketidakadilan);

Melius est jus deficiens quam jus incertum (Hukum yang tidak sempurna adalah lebih baik daripada hukum yang tidak pasti);
Melius est omnia mala pati quam malo consentire (Adalah lebih baik menderita sakit daripada mengizinkan datangnya penyakit);

Melius est petere fontes quam sectari rivulos (Lebih baik langsung ke sumbernya daripada menampung rembesan);






Tidak ada komentar: