Jumat, 30 Januari 2015

HUKUM DALAM TERMINOLOGI



HUKUM DALAM TERMINOLOGI

Emergency employment doctrine (Kewajiban pegawai negeri untuk melakukan pekerjaan yang bukan pekerjaannya dalam masa darurat);

Eminent domain (Pengambilan tanah atau milik pribadi oleh negara untuk kepentingan umum dengan imbalan yang layak);

Emphasizing facts (Kesimpulan sementara dari dewan juri yang menjadi pertimbangan dalam menjatuhkan vonis);

Enabling power (Kekuasaan yang diberikan kepada pihak lain tanpa syarat, sehingga sewaktu – waktu hak itu bisa dicabut);

Endorsed legal back (Dokumen pengadilan yang ditulis dengan tulisan tangan);

Fictitious firm name (Nama perusahaan yang diciptakan oleh pemiliknya, terdaftar dan dilindungi oleh hukum);

Fictitious payee (Surat kuasa berbayar dengan nama orang yang tidak jelas alamatnya atau nama tersebut memang tidak ada orangnya);

Fidei commissum (Harta pusaka yang hanya boleh dinikmati oleh para ahli waris; tidak dibagi, tidak boleh disewakan atau dijual);

Fighting words (Kata – kata yang dilontarkan kepada umum dan dapat menimbulkan keresahan);

Filius in utero matris est pars viscerum matris (Anak yang masih ada dalam kandungan ibunya, hidupnya menjadi satu dengan ibunya);

Final appeablable  order (Proses peradilan yang membatasi waktunya, dimana partai – partai harus puas dengan putusan yang dikeluarkannya);

Final notice (Peringatan terakhir kepada debitor agar melunasi hutangnya; jika dilalaikan, akan dilanjutkan ke pengadilan);

Financial institution (Badan hukum yang bertujuan mencari keuntungan);

Financial worth (Penghasilan yang diperoleh lebih kecil daripada pembiayaan yang ditanggung);

In aequali jure melior est conditio possidentis (Dalam kewenangan yang sama, partai yang satunya memiliki kondisi yang lebih baik);

Inalienable right (Hak yang tidak bisa dialihtangankan);

Impuisant background (Permohonan untuk mendapatkan bantuan hukum);

Impunitas continuum affectum tribuit delinquendi (Perlindungan terhadap dilakukannya hukuman, sama dengan mengizinkan adanya kejahatan);

Impunitas semper ad deteriora  inviat (Pembebasan hukuman selalu menjadi undangan untuk melakukan kejahatan lebih besar);

In casu extremae necessitatis omnia sunt communia (Didalam hal yang sangat mendesak segala sesuatunya adalah umum);

Ini novo casu novum remedium opponendum est (Sarana hukum yang baru ditetapkan pada perkara yang baru);

Iniquissima pax anteponenda justissimo bello (Kedamaian yang palsu akan menimbulkan perang yang sesungguhnya);

Iniquum est aliquem rei sui esse judicem (Adalah tidak benar jika seseorang menjadi hakim mengenai perkaranya sendiri);

Landlord and tenant (Hubungan antara pemilik tanah dan penyewanya);

Lapsed policy (Polis asuransi yang batal karena premiumnya tidak dibayar);

Lascivious cohabitation (Pria dan wanita hidup bersama sebagai suami isteri tanpa menikah);

Lata culpa dolo aequiparatur (Kelengahan yang besar sama dengan kesalahan yang disengaja);




Tidak ada komentar: