Jumat, 30 Januari 2015

PERBUATAN KECEROBOHAN



PERBUATAN KECEROBOHAN

Perbuatan kecerobohan atau yang dikenal dengan sebutan reckless conduct atau wilful and wanton misconduct merupakan tingkat kelalaian yang lebih tinggi derajatnya bahkan lebih tinggi dari kelalaian berat (gross negligence) sekalipun. Bahkan, untuk perbuatan kecerobohan ini sering disebut dengan “Quasi Kesengajaan” (Quasi intent). Karena itu, tidak mengherankan jika ada sanksi yang pantas dikenakan terhadap pelaku tindakan kecerobohan, tetapi tidak tepat dikenakan terhadap kelalaian berat, misalnya sanksi berupa ganti rugi penghukuman (punitive damages).

Tidak seperti halnya untuk kelalaian berat yang memperkenankan alasan kelalaian kontribusi untuk mengelak dari tuduhan perbuatan melawan hukum, pada tindakan kecerobohan, alasan mengelak tersebut tidak tepat untuk diterapkan.

Perbuatan kecerobohan memang sangat berat unsur kelalaiannya, bahkan tempatnya sebenarnya sudah berada ditengah antara perbuatan kesengajaan dengan perbuatan kelalaian.

Kapan dikatakan bahwa seseorang melakukan tindakan kecerobohan tersebut. Umumnya diterima kriteria bahwa tindakan kecerobohan tersebut ada jika:
a.  Perbuatan tersebut mengakibatkan resiko yang tidak layak (unreasonable) berupa bahaya bagi tubuh seseorang, dan;
b.  Resiko sangat besar, baik ditinjau dari segi bahayanya maupun dari besarnya kemungkinan akan terjadi resiko tersebut.

Disamping perbedaan mengenai tingkatan kelalaiannya, antara tindakan kelalaian (negligence) dengan tindakan kecerobohan (reckless atau wilful and wanton misconduct) terdapat juga perbedaan dari jenis masing – masing perbuatan melawan hukum tersebut. Jadi, kesadaran mental pelaku juga berbeda. Jika pada kelalaian pelakunya dalam melakukan perbuatan tersebut dalam keadaan hanya kurang perhatian, tidak kompeten atau kurang hati – hati, tetapi pada tindakan kecerobohan, si pelaku sadar sepenuhnya atau dipresumsi adanya kesadaran akan terjadi kerugian bagi korban, tetapi tetap saja dilakukan perbuatan tersebut. Akan tetapi, tindakan kecerobohan ini berbeda dengan perbuatan melawan hukum karena kesengajaan, sebab dalam tindakan kecerobohan, si pelaku tidak pernah berniat untuk dengan sengaja menimbulkan kerugian bagi orang lain, tetapi dia melakukan sesuatu yang dia sadar sepenuhnya bahwa akibat tertentu yang merugikan orang lain akan terjadi, dimana  dia tidak mempedulikan tentang akibat tersebut dan tetap memilih untuk melakukannya.

Tidak ada komentar: