Minggu, 04 Januari 2015

PERIBAHASA POPULER

PERIBAHASA POPULER 




Kill not the goose that lays the golden eggs (Jangan sembelih angsa yang bertelur emas);

Laugh and grow fat (Tertawa dan tumbuhlah menjadi gemuk);

Make hay while the sun shines (Keringkan jerami saat matahari bersinar);

Necessity is the mother of invention (Kebutuhan adalah sumber dari penemuan);

Of two evils choose the lesser (Diantara dua kejahatan, pilihlah yang paling sedikit);

Paddle your own canoe (Dayunglah perahu sendiri);

Rats desert a sinking ship (Tikus meninggalkan kapal yang tenggelam);

Self-praise is no recommendation (Memuji diri  sendiri bukanlah suatu pujian);

Take away fuel, take away flame (Habis minyak, hilanglah nyalanya);

Uneasy lies the head that wears a crown (Kegelisahan ada di kepala yang bermahkota);

East or west, home is best (Timur atau barat, rumah sendiri yang terbaik);

Faint heart never won fair lady (Hati yang ciut tak pernah menaklukkan hati wanita);

Give a dog a bad name and hang him (Berilah nama buruk kepada anjing, dan gantunglah);

Half the world knows not how the other half lives (Separuh dunia tidak tahu kehidupan separuh dunia lainnya);

If a thing is worth doing, it is worth doing well (Jika sesuatu patut dikerjakan, maka lakukanlah dengan baik);

Variety is the spice of life (Keanekaragaman itu bumbu kehidupan);

Walls have ears (Dinding mempunyai telinga);

You cannot catch old birds with chaff (Anda tidak bisa menangkap burung dewasa dengan sekam);

Zeal without knowledge is a runaway horse (Semangat tanpa pengetahuan bagaikan kuda lepas);

Call no man happy till he is dead (Tidak ada manusia yang bahagia sebelum dia mati);

Death is the grand leveller (Kematian adalah alat perata yang paling besar);

Judge not of men and things at first sight (Janganlah menilai orang atau benda pada pandangan pertama);

Kind hearts are more than coronets (Hati yang baik melebihi mahkota);

Law makers should not be lawbreakers (Pembuat undang – undang seharusnya tidak melanggar undang – undang);

Make the best of a bad job (Buatlah yang terbaik atas pekerjaan yang buruk);

Nature abhors a vacuum (Alam membenci kekosongan);

One good turn deserves anothers (Yang baik patut mendapat imbalan);

Politeness costs nothing (Kesopanan tak perlu membayar);

Remove an old  tree and it will wither to death (memindahkan pohon tua dan menderita sampai mati);

Set a thief to catch a thief (Suruhlah pencuri untuk menangkap pencuri);

Take care of the pence and the pounds will take care of themselves (Jagalah tiap sen, dan uang ribuan akan menjaga dirinya);

Virtue is its own reward (Kebajikan itu sendiri merupakan imbalan);

Fair exchange is no robbery (Pertukaran yang adil bukanlah perampokan);

Give a thief enough rope and he will hang himself (Berilah seorang pencuri tali yang cukup, dan dia akan menggantung diri);

Handsome is as handsome does (Ketampanan adalah dari perilakunya);

If anything can go wrong, it will (Hal yang tidak beres akan terjadi);

Knowledge is power (Pengetahuan adalah kekuatan);

Waste not, want not (Tidak boros, tidak kekurangan);

What costs little is little esteemed (Yang murah kurang dihargai);

You cannot get water out of stone (Anda tidak dapat memperoleh air dari batu);

Care killed the cat (Terlalu peduli terhadap kucing hingga membuatnya mati);

Desert and reward seldom keep company (Penghargaan dan penerimanya jarang tampil bersama);

Empty vessels make the most noise (Tong kosong nyaring bunyinya);

Take the will for the deed (Ambillah kemauan untuk bertindak);

It is useless to flog a dead horse (Tidak ada gunanya mencambuk kuda mati);

One volunteer is worth two pressed men (Satu sukarelawan sama dengan dua orang yang dipaksa);

What is sauce for the goose is sauce for the gander (Saus untuk angsa betina juga saus untuk angsa jantan);

You cannot have your cake and eat it (Tidak bisa memakan kue sambil memilikinya);

Learn to walk before you run (Belajarlah berjalan sebelum berlari);

Man propose, God dispose (Manusia merencanakan, Tuhan menentukan);

Needs must when the devil drives (Kebutuhan menjadi keharusan bila iblis mengendalikannya);

One is never too old to learn (Tidak ada istilah terlalu tua untuk belajar);

Pouring oil on the fire is not the way to quench it (Menuangkan minyak kedalam api bukanlah cara memadamkannya);

Silence gives consent (Diam berarti mengizinkan);

A cat  has nine lives (Kucing mempunyai sembilan nyawa);

Desires are nourished by delay (Keinginan menggebu karena tertunda);

Enough is a good as feast (Cukup itu sama dengan pesta);

Familiarity  breeds contempt (Lama dikenal menjadi jenuh);

Give and take is fair  play (Memberi dan menerima itu adil);

Happy is the country that has no history (Berbahagialah negeri yang tidak mempunyai sejarah);

If it were not for hope, the heart would break (Jika bukan karena harapan, hati ini sudah pecah);

Least said, soonest mended (Sedikit bicara, cepat selesai);

Many hands make the light work (Banyak tangan membuat pekerjaan menjadi ringan);

Never buy a pig in a poke (Jangan membeli babi dalam karung);

One man’s lost is another’s gain (kekalahan seseorang adalah kemenangan orang lain);

If two men ride one horse, one must ride behind (Jika dua orang naik satu kuda, yang satu orang harus di belakang);

Don’t kick against the pricks (Jangan menendang ujung yang tajam);

Life is not all beer and skittles  (Hidup ini bukan hanya untuk minum bir dan main skittle);

Men make houses, women make home (Pria membangun rumah, wanita membuat tempat tinggal);

Nothing succeeds like success (Tiada yang berhasil seperti sukses itu sendiri);

Opportunity  makes the thief (Peluang menciptakan pencuri);

Promises are made to be broken (Janji itu dibuat untuk dirusak);

Success has many friends (Sukses mempunyai banyak teman);

There is no fool like an old fool (Tak ada yang bodoh seperti orang tua bodoh);

Why keep a dog and bark yourself ? (Mengapa memelihara anjing dan Anda sendiri yang menggonggong);

Nothing venture nothing gain (Tak ada keberanian, tak akan dapat apa – apa);

Other days, other ways (Lain hari, lain cara);

The pen is mightier than the sword (Pena lebih tajam daripada pedang);

There is no garden without its weeds (Tak ada kebun tanpa rumput);

Work expands so as to fill the time available (Pekerjaan meluas untuk mengisi waktu yang tersedia);

There is no perfection in the world (Tak ada yang sempurna di dunia ini);

You cannot teach an old dog new tricks (Anjing tua tidak bisa diajari cara – cara yang baru);

It is as well to know which way the wind blows (Lihatlah kemana angin bertiup);

Circumstances alter cases (Keadaan mengubah cara);

Do as I say, not as I do (Ikuti ucapanku, bukan perbuatanku):

Every dog has its day (Setiap anjing memiliki harinya);
It is all in the day’s work (Semuanya merupakan pekerjaan sehari – hari);

Children should be seen and not heard (Anak – anak harus dilihat, bukan didengar);

Distance lends enchantment to the view (Jarak membuat pemandangan menjadi indah);

Every cock crows on his own dunghill (Setiap ayam jantan berkokok diatas tumpukan kotorannya sendiri);

First come, first served (Yang datang pertama, dilayani lebih dulu);

God is always on the side of big battalions (Tuhan selalu berpihak pada batalion yang besar);

He gives twice who gives quickly (Memberi dengan cepat sama dengan memberi dua kali);

If wishes were horses, beggars would ride (Jika kehendak itu berupa kuda, maka pengemis akan menungganginya);

Like master, like man (Majikan sama dengan hambanya);

Debt can be paid, moral obligation is brought to death (Hutang uang dapat dibayar, hutang budi dibawa mati);

Deeds, not stones, are the true monuments of the great (Tindakan adalah monumen paling agung, bukan batu) ~ JOHN L. MOTLEY;

Do not strike in the dark (Jangan memukul dalam gelap);

Do not let what you can’t do interfere with what you can do (Jangan biarkan apa yang tidak bisa Anda lakukan mengintervensi apa yang bisa Anda lakukan) ~ JOHN WOODEN;

A happy family is directed by wise parents (Keluarga bahagia dipimpin orang tua yang arif dan bijaksana);

Love is like the fire. It can’t be made a fool, if it be made a fool, it would burn you (Cinta itu bagaikan api. Ia tidak boleh dipermainkan, bila ia dipermainkan, dia akan membakar diri anda);

Love is like a sharp iron, when we use it carelessy, it may hurt us (Cinta itu seperti benda tajam, apabila tak hati – hati mempergunakannya mungkin kita akan dilukainya);

Love is beautiful but not every beauty has love (Cinta itu indah tetapi tidak setiap keindahan mengandung cinta);

Let there be no purpose in friendship save the deepening of the spirit (Jangan munculkan maksud tertentu dalam persahabatan, kecuali untuk memperdalam semangat);

Look for the good in every person and every situation. You will almost find it (Carilah sisi kebaikan dari setiap orang dan setiap situasi. Bila Anda mencari, pasti Anda temukan) ~ BRIAN TRACY;

In prosperity, our friends know us; in adversity, we know our friends (Teman akan mengetahui kita ketika keadaan sedang makmur. Kita akan mengetahui teman kita ketika keadaan sengsara) ~ JOHN CHURTON COLLINS;

Kindness is more binding than a loan (Kebaikan hati lebih mengikat daripada pinjaman uang);

Kindness is a language which the deaf can hear and the blind can read (Kebaikan adalah bahasa hidup yang bisa didengar oleh orang tuli dan bisa dibaca oleh orang buta) ~ MARK TWAIN;

Honesty is next to goldiness (Kejujuran mendekati kesalehan);

WILLIAM PENN ~ If thou thinkest twice  before thou speakest  once, thou wilt speak twice the better fo it (Jika Anda bepikir dua kali sebelum Anda bicara sekali, maka Anda akan memiliki bobot pembicaraan dua kali lebih bagus tentang persoalan yang ingin Anda bicarakan);

MARK TWAIN ~ If you tell truth you don’t have to remember anything (Jika diri Anda sudah berkata jujur, maka Anda tidak perlu lagi mengingat perkataan Anda);

PERANCIS PROVERBS ~ If you will be considered having a dignity, speak a little  but correctly (Bicaralah sedikit dan benar kalau Anda ingin dianggap mempunyai martabat);


Tidak ada komentar: