Minggu, 01 Maret 2015

MENGATASI RASA TAKUT (DEALING WITH FEAR)

MENGATASI RASA TAKUT (DEALING WITH FEAR)



Kekhawatiran akan kehidupan pada hati orang Kristen sama dengan duri dan semak bagi suatu tanaman. Pikiran yang sibuk hanya memiliki sedikit ruang atau bahkan tidak ada ruang bagi Firman Tuhan untuk tumbuh dan berkembang (The worries of life are to the Christian heart what briers, thorns, and thickets are to a garden. A preoccupied mind has little or no room for God’s Word to sproud and thrive).  

Tuhan dapat melakukan hal – hal yang besar melalui seseorang yang pikirannya seperti tanah yang subur. Orang paling pintar di dunia, bila tidak bisa diajar, akan kehilangan kebenaran Injil. Sedangkan seorang anak kecil sekalipun bila mau untuk mendengar dan belajar, akan diubahkan (God can do great things through someone whose mind is like fertile soil. The most intellectual person in the world, if not teachable, will miss the truth of the gospel. Whereas even a young child who is willing to listen and learn will be transformed.

Tuhan menghargai setiap langkah iman Anda, dan Anda akan melihat bahwa Ia dapat dipercayai sepenuhnya (God will honor your stepping out in faith, and you’ll see that He can be fully trusted);

Mendengarkan apa yang Firman Tuhan katakan adalah penting, namun transformsi hidup tidak akan terjadi sampai Anda menerapkan ajaran-Nya secara pribadi (Listening to what the Word of God says is important, but life transformation won’t happen unless you personally apply its teachings);

Cara dunia adalah memilih individu yang terkuat, dan paling berbakat untuk menyelesaikan berbagai tugas. Sebaliknya, Tuhan seringkali memilih yang terlemah, yang tidak memiliki apapun untuk ditawarkan kecuali ketergantungan total kepada-Nya. Dan ketergantungan ini adalah hal yang mencirikan kedewasaan iman (The world’s way is to choose the strongest, most  talented individuals to accomplish tasks. In contrast, the Lord often selects the weakest, who have nothing to offer except total reliance upon Him. And this dependency is what characterizes  the mature in faith); 

Sebagai pengikut Kristus, kita harus melepaskan cara – cara lama, gagasan dan motivasi kita yang lama. Roh kudus menerangi pengertian kita dan mengijinkan kita melihat dari perspektif Tuhan (As followers of Christ, we must let go of old ways, ideas, and motivations. The Holy Spirit illuminates our understanding, and let us see from God’s perspectivde);

Tuhan dapat membangun dalam diri kitasikap yang bergantung pada diri-Nya dan tunduk kepada Roh-Nya. Transformasi seringkali terjadi secara bertahap, namun terkadang Tuhan akan mengijinkan kesukaran dan rasa sakit untuk membangun ketergantungan kita kepada-Nya (The Lord can build in us a dependence of Himself and a submission to His Spirit. Transformation is often gradual, but God sometimes will allow difficulty and pain to develop our reliance upon Him);

Sungguh mengagumkan dampak dari kata – kata. Beberapa kata cenderung melukai dan melemahkan kita, sementara yang lain memberi semangat, menguatkan dan mendukung kita. Aku bersyukur atas perkataan Bapa Surgawi kita yang terdapat dalam Alkitab yang mampu menguatkan kita tiap hari, apapun keadaan kita. Perkataan Allah penuh kasih dan kuasa. Perkataannya tidak pernah berubah, dan kita dapat terus mengingatnya dalam hati dan pikiran kita (It’s amazing what words can do. Some tend to wound and weaken us, while others encourage, strengthen, and uplift us. I am grateful for the words of our heavenly Father found in scripture that can strengthen us daily, regardless of circumstances. God’s words are loving and powerful. They never change, and we can carry them forever in our hearts and minds);  

Orang percaya yang merasa frustasi dengan hidup kekristenan tidak memiliki dua keping pengetahuan yang penting: pemahaman tentang kehendak Tuhan dan kesadaran akan langkah – langkah untuk menemukan rancangan-Nya bagi hidup kita (Believers who feel frustrated by the Christian life lack two critical pieces of knowledge: an undrstanding of God’s will and an awareness of the steps to discover His plan for our lives);    

Tuhan akan melakukan apa yang dikehendaki-Nya, entah kita mempercayai kedaulatannya atau tidak. Rancangan-Nya jauh lebih besar daripada yang dapat kita pahami, dan rancangan itu dibuat untuk memuliakan Dia selagi menyingkapkan kebutuhan kita akan dia (The Lord will have His way, whether we believe in His Sovereignty or not. His plan is far bigger than we can grasp, and it was designed in a way that will glorify Him while revealing our need for Him);

Jangan izinkan diri Anda menjadi marah besar. Amarah dapat mengaburkan penilaian dan menuntun pada keputusan yang akan disesali (Don’t permit yourselfto get too angry. Anger can cloud judgement and lead to regrettable decisions);

Berkomitmenlah sekarang untuk tidak pernah membuat keputusan penting saat Anda terlalu lapar, marah, kesepian atau lelah. Tundalah keputusan itu sampai Anda dapat mempertimbangkannya melalui doa, kesabaran dan hikmat Tuhan (Commit now never to make important decisions when you are too hungry, angry, lonely, or tired. Delay the decision until you can approach it with prayer, patience, and godly wisdom);

Banyak orang yang  menyalahartikan pencobaan/godaan dengan tindakan dosa yang sesungguhnya, namun dua hal ini tidaklah sama. Bila kita ingin mendapatkan kemenangan dalam hidup Kekristenan, kita harus belajar untuk membedakan keduanya (Many people mistake temptation for the actual act of sin, yet these two things are not the same. If we are to achieve victory in the Christian life, we must learn to distinguish between them);

Dosa tidak terjadi secara tiba – tiba; Ia adalah hasil dari suatu proses. Itu artinya, Anda memiliki kemampuan untuk menghentikan momentumnya setiap saat. Mintalah Tuhan untuk memberikan kesadaran saat langkah – langkah ini sedang terjadi, sehingga Anda dapat mematahkan mata rantai kejadian – kejadian yang bersifat dosa sebelum semuanya terlambat (Sin doesn’t happen immediately; it’s the result of a process. What this means is, you have ability to stop the momentum at any time. Ask the Lord for the awareness to perceive  these steps as they happen, so that you might put an end to the sinful chain of events before it’s too late);  

Tuhan menawarkan kekuatan kepada kita sebab Ia memahami bagaimana rasa takut dapat menyiksa kita. Jangan ijinkan kekuatiran membutakan Anda terhadap janji – janji-Nya, dan karenanya menghilangkan pertolongan yang senantiasa disediakan-Nya. Alkitab mengingatkan kita: “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu; Filipi 4:19 (The Lord offers us strength because He understands how fear can torment us. Don’t allow worry to blind you to His promises and thereby deprive you of the help that He always has available. The Bible reminds us: “My God shall supply all your needs; Phil.4:19);   

Rasa takut akan kegagalan juga menuntun pada penundaan atau kurangnya produktivitas. Rasa takut akan sesuatu yang mungkin terjadi dapat menghancurkan pertumbuhan pribadi  dan rohani, hubungan dan pekerjaan. Karena itu, menaklukkan rasa takut penting. (Fear of failure may also lead to procrastination  or lack of productivity. Apprehensions  can devastate personal and spiritual growth, relationships, and work. So conquering fear is important);

Ingatlah, Tuhan mengasihi Anda dan merindukan hubungan yang intim dengan Anda. Ia memegang kendali atas situasi Anda dengan penuh kedaulatan, karenanya bawalah rasa takut Anda kepada-Nya (Remember, God loves you and desires an intimate relationship with you. He’s in sovereign control of your situation, so bring your fear to Him);

Anda harus mengusir rasa takut dihadapan Tuhan. Anda memiliki otoritas dan kuasa dalam nam Yesus untuk menolak apa yang tidak berasal dari Dia. Izinkan kebenaran Allah menggantikan setiap pemikiran yang salah (You should rebuke the fear before God. You have the authority and power in Jesus’ name to reject what isn’t from Him. Let God’s truth replace any wrong thinking);

Tidak ada komentar: