Minggu, 29 Maret 2015

MUSTIKA KALBU

MUSTIKA KALBU



Don’t quarrel with your bread and butter (Jangan bertengkar dengan roti dan mentega Anda);

The reciever is as bad as the thief (Penadah sama buruknya dengan pencuri);

Set a wolf to keep the sheep (Menyuruh serigala menjaga domba);

Talk of the devil, and he is bound to appear (Membicarakan tentang setan, lalu dia muncul);

It is the unexpected that always happens (Yang tak terduga selalu terjadi);

What you lose on the swings, you gain on the roundabouts (Rugi pada ayunan, memperoleh kembali pada putaran); 

You cannot make a silk purse out of a sow’s ear (Dompet sutera tidak bisa dibuat dari telinga babi betina);

Catch the bear before you sell its skin (Tangkap beruang itu sebelum menjual kulitnya);

Desperate diseases need desperate cures (Penyakit istimewa memerlukan pengobatan yang istimewa);

Envy never enriched any man (Iri hati tidak pernah membuat orang menjadi kaya);

The beaten road is the safest (Jalan yang sering dilalui adalah jalan yang paling aman);

Earsdroppers never hear any good of themselves (Tukang nguping tak pernah mendengar hal – hal baik tentang dirinya);

Fine feathers make fine birds (Bulu yang indah membuat burung jadi cantik);

Give the devil his due (Beri setan haknya);

Hard words break no bones (Kata – kata keras tidak mematahkan tulang);

The rotten apple injures its neighbours (Buah apel busuk dapat merusak yang lainnya);

Some are wise and some are otherwise (Sebagian orang bijaksana dan sebagian sebaliknya);

The bait hides the hook (Umpan menyembunyikan mata pancing);

What the eye doesn’t see, the heart grieves not (Apa yang tidak dilihat mata, hati ini tidak mengeluh);

Finding are keepings (Menemukan berarti memiliki);
Give him an inch and he will take a yard (Beri dia satu inci dan dia akan mengambil satu yard);

You cannot make an omelette without breaking eggs (Tidak bisa membuat telur dadar tanpa memecahkan telurnya);

Lend your money and lose a friend (Pinjamkan uang Anda, dan hilanglah seorang teman);

Many would be cowards if they had enough courage (Banyak yang menjadi pengecut jika mereka berani);

Never refuse a good offer (Jangan menolak tawaran baik);

One swallow does not make a summer (Seekor walet belum pasti sebagai tanda datangnya musim panas);

Practice makes perfect (Praktek membuat sempurna);

Hard cases make bad laws (Kasus berat menciptakan hukum yang buruk);

If one sheep leaps over the ditch, all the rest will follow (Bila seekor domba melompati parit, yang lain akan mengikutinya);

Every jack must have his jill (Setiap baut pasti bertemu dengan mur);

If the blind lead the blind, both shall fall into the ditch (Jika orang buta menuntun orang buta, keduanya akan jatuh ke parit);

Let not the sun go down on your wrath (Jangan biarkan matahari terbenam pada saat Anda marah);

Marriage is a lottery (Perkawinan bagaikan undian);

New brooms sweep clean (Sapu baru dapat menyapu bersih);

One man’s meat is another man’s poison (Daging seseorang menjadi racun orang lain);

Praise makes good men better and bad men worse (Pujian membuat orang baik jadi lebih baik dan orang jahat semakin parah);

Spare the rod and spoil the child (Sayang rotan, manjalah anak);

There is a black sheep in every  flock (Dalam kelompok domba ada yang berwarna hitam);

Whatever man has done, man can do (Apapun yang telah dilakukan orang, dapat kita lakukan);

You cannot make bricks without straw (Tidak bisa membuat bata tanpa jerami);

Thes best fish swim near the bottom (Ikan yang paling bagus adalah yang berenang dekat dasar);

Catch not at the shadow and lose the substance (Jangan tangkap bayangannya dan lepaslah buruannya);

Diamond cuts diamond (Berlian memotong berlian);

Even a worm will turn (Bahkan cacingpun akan menggeliat);

Fingers were made before forks (Jari dibuat sebelum garpu);

Gluttony kills more than the sword (Ketamakan lebih banyak membunuh daripada pedang);

Haste makes waste (Tergesa – gesa itu pemborosan);

If the cap fits, wear it (Jika topi itu cocok, pakailah);

Let not the left hand know what the right hand does (Jangan biarkan tangan kiri tahu apa yang dikerjakan oleh tangan kanan);

Men are blind in their own cause (Orang itu buta akibat dirinya sendiri);

No man can serve two masters (Tak ada orang yang bisa melayani dua majikan);

Only the wearer knows where the shoe pinches (Hanya pemakailah yang tahu dimana sepatunya itu berlubang);

Prevention is better than cure (Pencegahan lebih baik daripada pengobatan);

Speech is silver, silence is golden (Bicara itu perak, diam itu emas);

There is many a good tune played on an old fiddle (Banyak nada bagus yang dapat dimainkan dengan biola tua);

When in Rome, do as the Romans do (Bila berada di Roma, berbuatlah seperti orang Roma); 

You cannot put a quart into a pint pot (Air satu quart tidak bisa dimasukkan dalam cerek satu pint);

The biter is sometimes bit (Penggigit pun kadang – kadang tergigit);

Charity begins at home (Kedermawanan dimulai dari rumah);

Discontent is the first step in progress (Perasaan tidak puas adalah langkah awal kemajuan);
Even homer sometimes nods (Bahkan homerus pun kadang – kadang mengangguk);

Fire is a good servant but a bad master (Api adalah pelayan yang baik, tetapi majikan yang jahat);

Go while the going is good (Pergilah selagi kepergian itu baik);

Hasty climbers have sudden falls (Pemanjat yang tergesa – gesa bisa jatuh mendadak);

If there were no clouds, we should not enjoy the sun (Jika tidak ada awan, kita tidak akan menikmati matahari);

Let the buyer beware (Biarkan pembeli berhati – hati);

Men are not to be measured in inches (Manusia tidak diukur menurut inci);

No man indispensable (Tak ada orang yang tak dapat ditinggalkan);

Open confession is good for the soul (Pengakuan terus terang itu bagus untuk jiwa);

Procrastination is the thief of time (Penundaan adalah pencuri waktu);

Still waters run deep (Air tenang itu dalam);

There is many a true word spoken in jet (Banyak kebenaran disampaikan melalui canda);

When one door shuts, another opens (Bila satu pintu tertutup, pintu lainnya terbuka);

You cannot put old heads on young shoulders (Jangan menyandarkan kepala orang tua pada bahu orang muda);

It is better blessed to give than to take (Lebih baik memberi daripada menerima);

Charity covers a multitude of sins (Kedermawanan menghapus banyak dosa);

Discretion is the better part of valour (Kebijakan adalah bagian yang lebih baik dalam keberanian);

Even the weariest river winds somewhere safe to sea (Bahkan sungai yang paling letih pun masih terus berkelok – kelok sampai ke tempat aman menuju laut);

First catch your hare (Tangkap dulu kelinci Anda);

Demi tegaknya keadilan, kebenaran, dan hak azasi manusia, seseorang tak boleh memikirkan keselamatan dirinya sendiri, jika perlu harus mengorbankan jiwa (To erect the truth, justice and human rights, one must not think of one’s own safety, if necessary sacrifice life);

God helps those who help themselves (Tuhan membantu mereka yang menolong mereka sendiri);

Have two strings to your bow (Pasanglah dua tali pada busurmu);

Resiko yang diperhitungkan adalah alasan klise para jenderal kalau mereka kalah dalam pertempuran akibat salah hitung (A considered risk is only a reason of the generals if they lose in battle because of the wrong consideration) ~ DOWNING;

Satu – satunya kebaikan adalah pengetahuan, dan satu – satunya keburukan adalah kebodohan (The only goodness is knowledge, and the only badness is stupidity);

Janganlah menyalahkan kepercayaan yang ditanamkan orang lain kepadamu (Don’t abuse the confidence they have placed in you);

Tidak semua persoalan dapat diselesaikan dengan analisa saja (Not all problems can be solved merely by analyses);

Janganlah Anda tenggelam dalam hal – hal yang tidak mungkin (Don’t lose yourself in abstraction);

Orang yang dapat menguasai diri saat memperoleh kemenangan, maka berlipatgandalah kemenangannya (He that control himself while achieving victory will gain a double victory);

Satu kata untuk orang yang bijaksana sudah cukup (One word to the wise man is enough);

Sabarlah pada hal – hal yang melukai hati Anda (Be patient on things that hurt your heart);

Kedukaan yang sesungguhnya sebenarnya tidak ada, seperti halnya kesenangan yang sesungguhnya (Real sorrow doesn’t exist and real joy doesn’t either) ~ LEO TOLSTOY;

Kritikus – kritikus profesional sebagian besar adalah orang – orang yang tidak punya cukup bakat untuk menandingi hasil dari orang – orang yang mereka kritik (Professional critics are most persons who don’t have enough abilities to equal the person whom they criticisme) ~ DOWNING;

Lambat dalam berjanji, cepat dalam melaksanakannya (Be slow to promise, be quick to perform);

Lawanlah iblis, ia akan lari darimu (Fight the devils, they would go away from you);

Lari dari suatu kesulitan, berarti suatu kekalahan (Going away from difficulties is a defeat);

Lebih baik pandai berkarya daripada pandai berbicara (It is better to do well than to say well);


Tidak ada komentar: