Senin, 02 Maret 2015

PENDAPAT JOHN LOCKE




PENDAPAT JOHN LOCKE



Menurut John Locke manusia dalam keadaan alamiah sudah memiliki hak – hak kodrat (hak – hak azasi), yakni; hak hidup, hak kemerdekaan, hak milik. Meskipun keadaan alamiah itu suatu keadaan ideal, namun  John Locke juga merasakan bahwa keadaan itu potensial dapat menimbulkan anarki, karena manusia hidup tanpa organisasi dan tanpa pimpinan. Untuk menjaga hak – hak azasi tersebut, maka diadakan perjanjian masyarakat (kontrak sosial). Karena itu, tujuan diadakannya kontrak sosial adalah untuk melindungi hak azasi manusia. Jika hak – hak azasi itu dilanggar, maka mengabaikan hakekat “azasi” perjanjian pembentukan negara. Menurut John Locke, dalam konstruksi perjanjian masyarakat (kontrak sosial), ada 2 (dua) macam perjanjian, yaitu:
1.  Perjanjian yang sebenarnya (pactum unionis);
Perjanjian yang sebenarnya (pactum unionis) adalah perjanjian antara individu  dengan individu lainnya untuk membentuk “body politic” atau “negara”.
2.  Perjanjian pemerintahan (pactum subjectionis);
Perjanjian pemerintahan (pactum subjectionis) adalah perjanjian antara masyarakat atau rakyat sebagai pihak yang diperintah dengan penguasa Raja yang diserahi kekuasaan untuk memerintah. Dalam suasana politik kekinian ini dinamakan “kontrak politik”.

Teori diatas dikemukakan oleh John Locke dalam bukunya “Two Treatisis  of Civil Government”. Kemudian John Locke dikenal sebagai peletak dasar bagi konsep “negara monarkhi konstitusional”.

Tidak ada komentar: