Senin, 02 Maret 2015

PENDAPAT THOMAS HOBBES



PENDAPAT THOMAS HOBBES

Thomas Hobbes adalah penganut teori kontrak sosial tentang asal mula negara. Thomas Hubbes membedakan kehidupan manusia dalam 2 (dua) suasana, yaitu; keadaan selama sebelum/belum ada negara, dan kehidupan manusia setelah adanya negara. Keadaan sebelum adanya negara, disebut keadaan status naturalis (alamiah). Dalam keadaan status naturalis manusia hidup bebas, tidak terikat oleh suatu peraturan hukum. Yang berlaku adalah hukum rimba, siapa yang fisiknya kuat dialah yang menang. Keadaan yang demikian itu dimana manusia yang satu dengan yang lain berkehidupan sebagai binatang buas atau serigala yang satu melawan yang lain (homo homini lupus). Dan karenanya, akan menimbulkan perang, semua lawan semua (bellum omnium contra omnes). Terjadinya hal tersebut, disebabkan karena jiwa manusia dalam status naturalis itu diliputi sifat – sifat: 1) solitary (terpencil), 2) poor (miskin), 3) nasty (kotor), 4) brutish (kejam).

Pada suatu ketika, ratio (pikiran) manusia menyadari bahwa keadaan alamiah tersebut harus diakhiri. Dan hal ini dilakukan dengan mengadakan perjanjian masyarakat (kontrak sosial), dimana individu – individu berjanji menyerahkan hak – hak kodrat yang dimiliki dalam keadaan alamiah kepada seseorang atau suatu badan politik (political body) yang dinamakan negara. Menurut Thomas Hobbes, disini hanya ada satu macam perjanjian saja, yakni “perjanjian pemerintahan” (pactum subjectionis). Akan tetapi perjanjian saja belum cukup, karena itu orang atau badan yang diserahi hak untuk menjalankan pemerintahan itu yaitu Raja harus diberi kekuasaan yang mutlak, supaya tidak ada badan lain yang dapat menandingi kekuasaan negara. Oleh karena dengan teorinya itu, Thomas Hobbes  dikatakan sebagai orang yang meletakkan dasar – dasar, falsafah negara monarkhi absolut atau kekuasaan Raja yang mutlak.

Thomas Hobbes sebagai seorang sarjana Inggris dikatakan pendukung Devine Right (Hak – Hak Yang Bersifat Ketuhanan) yang dianut oleh golongan Torries di Inggris. Sedangkan unsur – unsur Devine Right tersebut, mencakup:
1.  Kekuasaan Raja bersifat mutlak;
2.  Raja merupakan kepala keluarga besar;
3.  Kerajaan adalah kehendak Tuhan;
4.  Hanya dalam monarchie terdapat kebebasan beragama;
5.  Parlemen hanya sebagai penasehat.

Sedangkan karya – karya dari Thomas Hobbes yang banyak dijadikan rujukan diantaranya adalah berjudul De Give (Warga Negara), Element of Law (Unsur – Unsur Hukum), dan Leviathan (Binatang Buas).

Tidak ada komentar: