Jumat, 27 Maret 2015

SEBAB AKIBAT DALAM DELIK MATERIAL DAN FORMAL



SEBAB AKIBAT DALAM DELIK MATERIAL DAN FORMAL

Dari pembagian jenis – jenis delik, diketahui adanya perbedaan antara delik formal dan material. Delik Formal ialah delik – delik yang dianggap telah sempurna (voltooid), asal saja seseorang telah melakukan tindakan yang dilarang atau tidak melakukan yang diharuskan dan mencocoki unsur – unsur dari pasal undang – undang hukum pidana. Delik formal ditentukan antara lain pada pasal 160 KUHP (penghasutan terhadap penguasa umum), pasal 209 KUHP (penyuapan), pasal 242 KUHP (sumpah palsu dan keterangan palsu), pasal 362 KUHP (pencurian) dan lain sebagainya. Delik Material ialah delik yang baru dianggap sempurna (voltooid) jika akibatnya sudah nyata. Contohnya pasal 187 KUHP (pembakaran dan lain sebagainya), pasal 338 KUHP (merampas jiwa orang lain), pasal 378 KUHP (penipuan), yang akibatnya secara berturut – turut ialah pasal 187 KUHP (kebakaran), pasal 338 KUHP (matinya orang lain), 378 KUHP (memberikan suatu barang atau membuat hutang atau menghapuskan piutang);  

Dari jenis deli formal dan delik materil, mudah dipahami bahwa delik – delik material yang mensyaratkan harus terjadi dulu suatu akibat, yang paling banyak hubungannya dengan ajaran sebab – akibat. Dengan perkataan lain setelah terjadi suatu akibat yang ditentukan dalam pasal tersebut, baru dapat didakwakan bahwa pelaku melanggar pasal yang bersangkutan. Pada delik formal, misalnya pencurian sapi perahan, tidak diisyaratkan harus telah terjadi akibat dari hilangnya sapi perahan tersebut pada pemilik aslinya. Padahal, sebagai akibatnya dapat saja berupa: hilangnya mata pencaharian pemilik sapi, atau tidak dapatnya lagi pemilik sapi untuk mengantarkan susu pada langganan – langganannya dan lain sebagainya. Karena pada delik formal, peranan sebab akibat tidak seberapa.   

Tidak ada komentar: