Jumat, 13 Maret 2015

SEKAPUR SIRIH PERIBAHASA

SEKAPUR SIRIH PERIBAHASA


Kill not the goose that lays the golden eggs (Jangan sembelih angsa yang bertelur emas);

Laugh and grow fat (Tertawa dan tumbuhlah menjadi gemuk);

Make hay while the sun shines (Keringkan jerami saat matahari bersinar);

Necessity is the mother of invention (Kebutuhan adalah sumber dari penemuan);

Of two evils choose the lesser (Diantara dua kejahatan, pilihlah yang paling sedikit);

Paddle your own canoe (Dayunglah perahu sendiri);

Rats desert a sinking ship (Tikus meninggalkan kapal yang tenggelam);

Self-praise is no recommendation (Memuji diri  sendiri bukanlah suatu pujian);

Take away fuel, take away flame (Habis minyak, hilanglah nyalanya);

Uneasy lies the head that wears a crown (Kegelisahan ada di kepala yang bermahkota);

East or west, home is best (Timur atau barat, rumah sendiri yang terbaik);

Faint heart never won fair lady (Hati yang ciut tak pernah menaklukkan hati wanita);

Give a dog a bad name and hang him (Berilah nama buruk kepada anjing, dan gantunglah);

Half the world knows not how the other half lives (Separuh dunia tidak tahu kehidupan separuh dunia lainnya);

If a thing is worth doing, it is worth doing well (Jika sesuatu patut dikerjakan, maka lakukanlah dengan baik);

Variety is the spice of life (Keanekaragaman itu bumbu kehidupan);

Walls have ears (Dinding mempunyai telinga);

You cannot catch old birds with chaff (Anda tidak bisa menangkap burung dewasa dengan sekam);

Zeal without knowledge is a runaway horse (Semangat tanpa pengetahuan bagaikan kuda lepas);

Call no man happy till he is dead (Tidak ada manusia yang bahagia sebelum dia mati);

Death is the grand leveller (Kematian adalah alat perata yang paling besar);

Judge not of men and things at first sight (Janganlah menilai orang atau benda pada pandangan pertama);

Kind hearts are more than coronets (Hati yang baik melebihi mahkota);

Law makers should not be lawbreakers (Pembuat undang – undang seharusnya tidak melanggar undang – undang);

Make the best of a bad job (Buatlah yang terbaik atas pekerjaan yang buruk);

Nature abhors a vacuum (Alam membenci kekosongan);

One good turn deserves anothers (Yang baik patut mendapat imbalan);

Politeness costs nothing (Kesopanan tak perlu membayar);

Remove an old  tree and it will wither to death (memindahkan pohon tua dan menderita sampai mati);

Set a thief to catch a thief (Suruhlah pencuri untuk menangkap pencuri);

Take care of the pence and the pounds will take care of themselves (Jagalah tiap sen, dan uang ribuan akan menjaga dirinya);

Virtue is its own reward (Kebajikan itu sendiri merupakan imbalan);

Fair exchange is no robbery (Pertukaran yang adil bukanlah perampokan);

Give a thief enough rope and he will hang himself (Berilah seorang pencuri tali yang cukup, dan dia akan menggantung diri);

Handsome is as handsome does (Ketampanan adalah dari perilakunya);

If anything can go wrong, it will (Hal yang tidak beres akan terjadi);

Knowledge is power (Pengetahuan adalah kekuatan);

Waste not, want not (Tidak boros, tidak kekurangan);

What costs little is little esteemed (Yang murah kurang dihargai);

You cannot get water out of stone (Anda tidak dapat memperoleh air dari batu);

Care killed the cat (Terlalu peduli terhadap kucing hingga membuatnya mati);

Desert and reward seldom keep company (Penghargaan dan penerimanya jarang tampil bersama);

Empty vessels make the most noise (Tong kosong nyaring bunyinya);

Take the will for the deed (Ambillah kemauan untuk bertindak);

It is useless to flog a dead horse (Tidak ada gunanya mencambuk kuda mati);

One volunteer is worth two pressed men (Satu sukarelawan sama dengan dua orang yang dipaksa);

What is sauce for the goose is sauce for the gander (Saus untuk angsa betina juga saus untuk angsa jantan);

You cannot have your cake and eat it (Tidak bisa memakan kue sambil memilikinya);

Learn to walk before you run (Belajarlah berjalan sebelum berlari);

Man propose, God dispose (Manusia merencanakan, Tuhan menentukan);

Needs must when the devil drives (Kebutuhan menjadi keharusan bila iblis mengendalikannya);

One is never too old to learn (Tidak ada istilah terlalu tua untuk belajar);

Pouring oil on the fire is not the way to quench it (Menuangkan minyak kedalam api bukanlah cara memadamkannya);

Silence gives consent (Diam berarti mengizinkan);

A cat  has nine lives (Kucing mempunyai sembilan nyawa);

Desires are nourished by delay (Keinginan menggebu karena tertunda);

Enough is a good as feast (Cukup itu sama dengan pesta);

Familiarity  breeds contempt (Lama dikenal menjadi jenuh);

Give and take is fair  play (Memberi dan menerima itu adil);

Happy is the country that has no history (Berbahagialah negeri yang tidak mempunyai sejarah);

If it were not for hope, the heart would break (Jika bukan karena harapan, hati ini sudah pecah);

Least said, soonest mended (Sedikit bicara, cepat selesai);

Many hands make the light work (Banyak tangan membuat pekerjaan menjadi ringan);

Never buy a pig in a poke (Jangan membeli babi dalam karung);

One man’s lost is another’s gain (kekalahan seseorang adalah kemenangan orang lain);

If two men ride one horse, one must ride behind (Jika dua orang naik satu kuda, yang satu orang harus di belakang);

Don’t kick against the pricks (Jangan menendang ujung yang tajam);

Life is not all beer and skittles  (Hidup ini bukan hanya untuk minum bir dan main skittle);

Men make houses, women make home (Pria membangun rumah, wanita membuat tempat tinggal);

Nothing succeeds like success (Tiada yang berhasil seperti sukses itu sendiri);

Opportunity  makes the thief (Peluang menciptakan pencuri);

Promises are made to be broken (Janji itu dibuat untuk dirusak);

Success has many friends (Sukses mempunyai banyak teman);

There is no fool like an old fool (Tak ada yang bodoh seperti orang tua bodoh);

Why keep a dog and bark yourself ? (Mengapa memelihara anjing dan Anda sendiri yang menggonggong);

Nothing venture nothing gain (Tak ada keberanian, tak akan dapat apa – apa);

Other days, other ways (Lain hari, lain cara);

The pen is mightier than the sword (Pena lebih tajam daripada pedang);

There is no garden without its weeds (Tak ada kebun tanpa rumput);

Work expands so as to fill the time available (Pekerjaan meluas untuk mengisi waktu yang tersedia);

There is no perfection in the world (Tak ada yang sempurna di dunia ini);

You cannot teach an old dog new tricks (Anjing tua tidak bisa diajari cara – cara yang baru);

It is as well to know which way the wind blows (Lihatlah kemana angin bertiup);

Circumstances alter cases (Keadaan mengubah cara);

Do as I say, not as I do (Ikuti ucapanku, bukan perbuatanku):

Every dog has its day (Setiap anjing memiliki harinya);
It is all in the day’s work (Semuanya merupakan pekerjaan sehari – hari);

Children should be seen and not heard (Anak – anak harus dilihat, bukan didengar);

Distance lends enchantment to the view (Jarak membuat pemandangan menjadi indah);

Every cock crows on his own dunghill (Setiap ayam jantan berkokok diatas tumpukan kotorannya sendiri);

First come, first served (Yang datang pertama, dilayani lebih dulu);

God is always on the side of big battalions (Tuhan selalu berpihak pada batalion yang besar);

He gives twice who gives quickly (Memberi dengan cepat sama dengan memberi dua kali);

If wishes were horses, beggars would ride (Jika kehendak itu berupa kuda, maka pengemis akan menungganginya);

Like master, like man (Majikan sama dengan hambanya);

Debt can be paid, moral obligation is brought to death (Hutang uang dapat dibayar, hutang budi dibawa mati);

Deeds, not stones, are the true monuments of the great (Tindakan adalah monumen paling agung, bukan batu) ~ JOHN L. MOTLEY;

Do not strike in the dark (Jangan memukul dalam gelap);

Do not let what you can’t do interfere with what you can do (Jangan biarkan apa yang tidak bisa Anda lakukan mengintervensi apa yang bisa Anda lakukan) ~ JOHN WOODEN;

A happy family is directed by wise parents (Keluarga bahagia dipimpin orang tua yang arif dan bijaksana);

Love is like the fire. It can’t be made a fool, if it be made a fool, it would burn you (Cinta itu bagaikan api. Ia tidak boleh dipermainkan, bila ia dipermainkan, dia akan membakar diri anda);

Love is like a sharp iron, when we use it carelessy, it may hurt us (Cinta itu seperti benda tajam, apabila tak hati – hati mempergunakannya mungkin kita akan dilukainya);

Love is beautiful but not every beauty has love (Cinta itu indah tetapi tidak setiap keindahan mengandung cinta);

Let there be no purpose in friendship save the deepening of the spirit (Jangan munculkan maksud tertentu dalam persahabatan, kecuali untuk memperdalam semangat);

Look for the good in every person and every situation. You will almost find it (Carilah sisi kebaikan dari setiap orang dan setiap situasi. Bila Anda mencari, pasti Anda temukan) ~ BRIAN TRACY;

In prosperity, our friends know us; in adversity, we know our friends (Teman akan mengetahui kita ketika keadaan sedang makmur. Kita akan mengetahui teman kita ketika keadaan sengsara) ~ JOHN CHURTON COLLINS;

Kindness is more binding than a loan (Kebaikan hati lebih mengikat daripada pinjaman uang);

Kindness is a language which the deaf can hear and the blind can read (Kebaikan adalah bahasa hidup yang bisa didengar oleh orang tuli dan bisa dibaca oleh orang buta) ~ MARK TWAIN;

Honesty is next to goldiness (Kejujuran mendekati kesalehan);

WILLIAM PENN ~ If thou thinkest twice  before thou speakest  once, thou wilt speak twice the better fo it (Jika Anda bepikir dua kali sebelum Anda bicara sekali, maka Anda akan memiliki bobot pembicaraan dua kali lebih bagus tentang persoalan yang ingin Anda bicarakan);

MARK TWAIN ~ If you tell truth you don’t have to remember anything (Jika diri Anda sudah berkata jujur, maka Anda tidak perlu lagi mengingat perkataan Anda);

PERANCIS PROVERBS ~ If you will be considered having a dignity, speak a little  but correctly (Bicaralah sedikit dan benar kalau Anda ingin dianggap mempunyai martabat);

Sleeping is a good way to listen to the opera (Tidur adalah suatu cara yang sangat baik untuk mendengarkan sebuah opera);

Each day must have its purpose (Tiap hari harus ada tujuan);

When anyone is replying a matter before hearing, it is a foolishness (Jika seseorang memberi jawaban sebelum mendengar, itun adalah suatu kebodohan);

One who is showing himself slack in his work is a brother to a ruiner (Orang yang bermalas – malas dalam pekerjaannya adalah saudara dari si perusak);

In doing what we ought to do we deserve no praise (Segala apa yang kita kerjakan, tidak perlu mengharapkan pujian);

A poor who is walking in his integrity is better than a rich crocked his lips (Seorang Miskin yang bersih kelakukannya lebih baik daripada seorang kaya yang serong lidahnya);
Is there a crocodile that refuses a corps ?(Adakah buaya menolak bangkai);

Barking dogs seldom bite (Anjing menggonggong jarang menggigit);

What’s the used of success a great oven that doesn’t burn (Apa gunanya kemenangan sebesar tunggu jika tidak dinyalakan);

If you appriciate somebody’s kindness show it with words and deeds (Jika Anda menghargai kebaikan orang lain, tunjukkanlah dengan perbuatan dan ucapan);

If you want a job to be done quickly and completely, let a busy man do it (Jika Anda ingin suatu pekerjaan terlaksana dengan cepat dan baik, biarlah orang sibuk yang mengerjakannya);

If you cant’t give, your nephews will escape (Jika Anda tak dapat memberi, kemenakan pada pergi (Pepatah Belanda);

If new inventors were afraid critics, we might have been going by carts and wearing woven clotchs now (Jika penemu – penemu yang baru takut pada kritik mungkin sekarang kita masih bepergian dengan kereta lembu dengan memakai pakaian tenunan rumah);

Unperformed knowledge is nil, unfinished work is useless (Ilmu yang tiada diamalkan adalah kosong, pekerjaan yang tiada diselesaikan adalah sia – sia);

He knows the world, but doesn’t know himself (Ia mengenal dunia, tetapi tidak mengenal dirinya sendiri);

Remember time is money (Ingatlah bahwa waktu adalah uang) ~ BENYAMIN FRANKLIN;

Only thinkers have good memories (Ingatan yang paling baik dipunyai oleh orang yang berpikir);

Remember, what you don’t like to do today is almost the same as tomorrow (Ingatlah, bahwa apa yang hari ini Anda tidak mau mulai mengerjakannya, besokpun belum tentu Anda mau mengerjakannya);

Do not take the example of another as an excuse for your wrong doing (Jangan mengambil contoh orang lain sebagai alasan untuk suatu kesalahan yang kamu kerjakan);

Don’t worry about tomorrow (Jangan khawatir hari esok);

Do not forget your experiences, but use them to lead the future (Jangan melupakan pengalaman – pengalaman Anda yang telah lalu, tetapi gunakan pengalaman – pengalaman itu sebagai penuntun di kemudian hari);

Don’t be sad for having no high position, you’d better think of keeping your own role (Jangan bersedih hati karena tidak menduduki jabatan yang tinggi, lebih baik memikirkan cara memegang peranan yang cocok dengan kepribadianmu);

One who doesn’t think far will regret soon (Jika orang tidak berpikir jauh ke depan, ia akan menemukan penyesalan tidak jauh dihadapannya);

You will enjoy eating when you really feel hungry. You will enjoy drinking when you really feel thirsty (Engkau akan menikmati makanan jika kamu benar – benar mersa lapar. Engkau akan menikmati minuman jika kamu benar – benar merasa haus);

Don’t hurry to get the highest step of success as you have only one way to step down (Jangan tergesa – gesa untuk tiba di anak tangga sukses yang paling tinggi, karena sesudah itu hanya ada satu jalan yaitu turun ke bawah);

Don’t regret your failure by blaming the others but confess that your failure is your own fault (Jangan sesali kegagalan dengan menuduh atau menyalahkan orang lain, tetapi akuilah bahwa kegagalan itu karena perbuatan sendiri);

First impressions are most lasting (Kesan pertama paling abadi);

God made the country, and man made the town (Tuhan menciptakan negeri, dan manusia membangun kota);

He knows on which side his bread is buttered (Dia tahu sebelah mana roti yang diberi mentega);

If you cannot bite, never show your teeth (Jika tidak bisa menggigit, jangan diperlihatkan gigi);

Little pitchers have big ears (Kendi kecil bertangkai besar);

Might is right (Kuat adalah benar);

It is never too late to mend (Tak ada istilah terlambat untuk memperbaiki);

Other countries, other customs (Lain negeri, lain kebiasaan);

The proof of the pudding lies in the eating (Rasa kue dapat dibuktikan ketika d
sedang dimakan);

Sweet are the uses of adversity (Manis adalah hikmah dari kesengsaraan);

There is no royal road to learning (Tak ada jalan pintas untuk belajar);

Mobilizing people to the war without a commander will kill them (Mengerahkan rakyat ke medan perang tanpa pimpinan sama dengan membunuh mereka);

Praise is the wise way to get symphaties (Memuji adalah cara yang bijaksana untuk mendapatkan simpati seseorang);
Selfcontrol is the key of all progress and happiness (Menguasai diri adalah anak kunci dari segala kemajuan dan kebahagiaan);

One who is quick to anger is foolish, but the wise one is always patient (Siapa cepat marah berlaku bodoh tetapi orang bijak selalu bersabar);

Even a small thorn causes festering (Bahkan duri kecilpun bisa menyebabkan nanah);

Every ass loves to hear himself bray (Setiap keledai suka mendengar dirinya meringkik);

Everyone is kneaded out of the same dough but not baked in the same oven (Setiap orang membentuk adonan yang sama tetapi tidak memegang di oven yang sama);

It is an equal failing to trust everybody, and to trust nobody (Kesalahan yang sama terjadi ketika kamu mempercayai semua orang dan tidak mempercayai satu orangpun);

It is better to be a male for one day than a female for ten (Lebih baik jadi laki – laki sehari daripada jadi wanita selama sepuluh hari);

Speak not of my debt unless you mean to pay them (Jangan bicarakan masalah hutang – hutangku kecuali kamu mau membayarnya);

Take thy thoughts to bed with thee, for the morning is wiser than the evening (Bawa pikiranmu tidur bersamamu, karena pikiran saat pagi lebih bijaksana daripada sore);

An ugly face is better than a bad – temper (Lebih baik wajah buruk daripada berperangai buruk);

Out of debt, out of danger (Lepas dari hutang, sama dengan lepas dari bahaya);

Better killed by the enemy’s bullet than buried in property (Lebih baik mati ditanam oleh peluru musuh, daripada mati di atas timbunan tanah harta) ~ GANDHI;

Better  face a danger than being in fear (Lebih baik menghadapi bahaya daripada hidup selalu dalam ketakutan);

It is better to confess than to conceal it (Lebih baik mengakui kesalahan daripada menyembunyikannya);

Better ask ten times than going astray (Lebih baik bertanya sepuluh kali daripada tersesat);

Don’t go too far in small questions (Jangan suka membesar – besarkan masalah kecil);

Every hurried action brings forth regret and every regret, however small it may be will hurt the heart (Setiap keterburu – buruan menimbulkan penyesalan dan setiap penyesalan betapapun kecilnya akan memedihkan hati);

A rider fell from his horse; since that time every man who falls from his horse calls himself a rider (Seseorang jatuh dari kudanya; dan sejak itulah setiap orang yang jatuh dari kudanya menamakan dirinya penunggang kuda);

Don’t take up the wrong side (Janganlah memihak pada yang salah);

The important thing is to win the battle, not to win the fight (Yang penting adalah memenangkan peperangan, bukan menang bertempur);

It is  no use spoiling the ship for a half penny worth of far (Tak ada gunanya membinasakan kapal hanya karena menghemat ter seharga setengah sen);

Worse things happen at sea (Hal – hal yang lebih buruk terjadi di laut);

You may know by a handful the whole sack (Dengan satu genggam saja, dapat mengetahui seluruh isi karung);

Civility costs nothing (Kesopanan itu tidak mahal);

Do as most men do, then most men will speak well of you (Lakukan seperti halnya orang lain, maka mereka akan berkata baik tentang Anda);

First thrive then wife (Kaya dulu kemudian beristeri);

God never sends mouths but He sends meat (Tuhan tak pernah mengirim mulut tetapi daging);

He knows the water best who has waded through it (Yang paling tahu tentang air adalah dia yang pernah menyeberanginya);

If you want a thing welldone, do it yourself (Jika ingin terlaksana dengan baik, lakukanlah sendiri);

There is no smoke without fire (Tak ada asap tanpa api);

You may lead a horse to water, but you cannot make him drink (Kuda bisa dibawa menuju mata air, tetapi tidak bisa dipaksa untuk minum);

Cleanliness is next to goodlines (Kebersihan dekat dengan kebaikan);

Do as you would be done by (Lakukan seperti yang Anda inginkan);

Every flow must have its ebb (Tiap aliran air ada surutnya);

Little things please little minds (Hal kecil dapat menyenangkan pikiran sempit);

Misfortune tells us what fortune is (Nasib sial memberitahu kita makna nasib baik);

It never rains but it pours (Tak pernah hujan, tetapi sekali datang hujan lebat);

Out of sight, out of mind (Tak kelihatan maka tak terpikirkan);

The purse of the patient  protacts the disease (Dompet pasien memperpanjang penyakit);

Live and learn (Hidup dan belajarlah);

Money breeds money (Uang beranak uang);

It is a poor heart that never rejoices (Adalah hati yang malang bagi yang tidak bersuka ria);

The spirit is willing but the flesh is weak (Ada keinginan, tetapi lemah badan);

Those whom the gods love die young (Mereka yang dikasihi para dewa akan mati dalam usia muda);

Fish begins to stink at the head (Ikan mulai busuk dari kepalanya);

God’s mill grinds slow but sure (Gilingan Tuhan berputar pelan tetapi pasti);

He laughs best who last laugh (Yang terakhir tertawa adalah yang terbaik);

If you want peace, prepare for war (Jika ingin perdamaian, bersiaplah untuk perang);

Grasp all, lose all (Pegang semua, lepas semua);

He that talks much, errs much (Yang banyak bicara, banyak salahnya);

It is a foolish bird that soils its own nest (Hanya burung bodoh yang merusak sarangnya sendiri);

It is too late to lock the stable when the horse has been stolen (Terlambatlah mengunci kandang bila kudanya sudah dicuri);

The labourer is worthy of his hire (Nilai buruh sama dengan upahnya);

In wine there is truth (Dalam anggur ada kebenaran);

Constant dropping wears away the stone (Tetesan air terus menerus akan melubangi batu);

Don’t count your chickens before they are hatched (Jangan menghitung anak ayam sebelum menetas);

Every man has his price (Setiap orang memiliki harga);
Forbidden fruit is sweetest (Buah terlarang itu paling manis);

Climb mountains to see lowlands (Bagaikan mendaki pegunungan hanya untuk melihat dataran rendah) ~ PERIBAHASA CHINA;

Clogs to clogs in three generations (Dari bakiak ke bakiak selama tiga generasi)~ PEPATAH INGGRIS;           

Clouds gather before a storm (Awan berkumpul sebelum badai);

Choose neither a woman  nor linen by candlelight (Jangan memilih wanita atau kain dengan cahaya lilin) ~ PERIBAHASA ITALIA;

Children suck the mother when they are young and the father when they are old (Anak – anak menyusu ibunya saat masih muda dan menyusu ayahnya ketika mereka tua) ~ PERIBAHASA IN GGRIS;

Children should be seen and not heard (Anak – anak harus dilihat bukan didengarkan);

Do not rejoice at my grief, for when mine is old, yours will be new (Jangan menghias nisanku, karena punyaku sudah usang dan punyamu baru) ~ PERIBAHASA SPANYOL;

Do not speak of secrets in a field that is full of little hills (Jangan berbicara tentang rahasia di sebuah ladang yang penuh bukit – bukit kecil) ~ PERIBAHASA YAHUDI;

Do not talk Arabic in the house of a Moor (Jangan bicara dengan bahasa Arab di rumah orang Moor) ~ PERIBAHASA ORIENTAL; 

Give the devil his due (Berikan kepada setan haknya) ~ PERIBAHASA INGGRIS;

Glutton: one who digs his grave with his teeth (Pelahap: orang yang menggali kubur dengan giginya) ~ PERIBAHASA INGGRIS;

God could not be everywhere and therefore he made mothers (Tuhan tidak bisa selalu ada dimana – mana untuk itu Dia menciptakan ibu) ~ PERIBAHASA YAHUDI;

Good as drink, it ends in thirst (Kebaikan dari minuman adalah ia dapat mengakhiri kehausan) ~ PERIBAHASA IRLANDIA;

Good luck beats early rising (Keberuntungan mengalahkan bangun pagi) ~ PERIBAHASA IRLANDIA;

Gray hairs are death’s blossoms (Rambut putih adalah bunga kematian) ~ PERIBAHASA INGGRIS;

He that touches pitch will be defiled (Yang menyentuh ter akan menjadi kotor);

It is  a foolish sheep that makes  the wolf his confessor (Hanya domba bodoh yang mengajak serigala jadi pengikutnya);

Lovers’ quarrels are soon mended (Pertengkaran diantara kekasih cepat reda);

Too many cooks spoil the broth (Terlalu banyak juru masak dapat merusak kuah daging);

Two blacks  do not make a white (Dua hitam tidak bisa membuat putih);

The worst wheel of the cart creaks most (Roda kereta yang paling jelek adalah yang berderit paling nyaring);

Every man has the defects of his own virtues (Setiap orang mempunyai cacat dalam kebajikannya);

Forewarned is forearmed (Peringatan sebelumnya berarti siap);

Great minds think alike (Pikiran yang besar akan berpikir sama);

In the country of the blind, the one –eyed man is a king (Di negeri orang buta, orang yang bermata satu adalah raja);

Love laughs at locksmiths (Cinta menertawakan tukang kunci);

Every man for himself, and the devil take the hindmost (Tiap orang mengutamakan dirinya, dan iblis memangsa yang paling belakang);

The tongue is not steel, yet it cuts (Lidah itu bukan baja, namun tajam);

Don’t change horses in mid-stream (Jangan ganti kuda dengan sungai);

Every Why has a wherefore (Setiap mengapa mempunyai karena);

Footprints on the sands of time are not made by sitting down (Jejak langkah dalam sejarah tidak dibuat dengan duduk termangu);

Good wine needs no bush (Anggur yang baik tak perlu semak);

He that is down need fear no fall (Orang yang di bawah tidak takut jatuh);

Fame is a magnifying glass (Ketenaran adalah kaca pembesar) ~ PERIBAHASA INGGRIS;

Feather by feather the goose can be plucked (Angsa dapat direnggut keindahannya dengan mencabut bulunya satu per satu) ~  PERIBAHASA PERANCIS;

Fine feathers make fine birds (Bulu yang cantik akan membuat burung menjadi cantik) ~ PERIBAHASA INGGRIS;

Good behaviour doesn’t need any words (Perbuatan yang baik tidak memerlukan hiasan kata – kata);

A flower is beautiful, but beauty itself is abstract (Bunga itu indah, tetapi keindahan itu sendiri adalah abstrak).

People will judge you by your actions, not by your promises (Orang akan menilai perbuatan Anda, bukan janji – janji Anda);

Having an ungrateful child is much more painful than bitten by snake (Punya anak yang tak tahu terima kasih lebih sakit daripada digigit ular);

Don’t hold back goodness from those to whom it is owing (Janganlah menahan kebaikan terhadap mereka yang berhak menerimanya);

Lookers – on see most of the game (Penonton paling banyak melihat pertandingan itu);

Muck and money go together (Kotoran dan uang berjalan bersama);

Every oak has been an acorn (Setiap pohon oak pernah menjadi bijinya);

The tongue ever turns to the aching tooth (Lidah bergerak menyentuh gigi yang sakit);

The wish is father to the thought (Hasrat adalah induk dari pikiran);

Conscience does make cowards of us all (Hati nurani benar – benar membuat kita semua pengecut);

Every little helps (Yang kecilpun dapat membantu);

Fools rush in where angels fear to tread (Orang – orang bodoh menyerbu tempat yang ditakuti malaikat);

Good company on the road is the best shortest cut (Teman seperjalanan yang baik adalah jalan pintas yang pendek);

He that has a full purse never wanted a friend (Yang berdompet tebal tidak pernah kekurangan teman);

In a calm sea, every man is a pilot (Di laut tenang, setiap orang bisa jadi pemandu);

God gives the nuts, but he doesn’t  crack them (Tuhan memberi kacang, tetapi Tuhan tidak membukanya) ~ PERIBAHASA JERMAN;

God heals, and the physician  takes the fee (Tuhan yang menyembuhkan dan dokter yang mendapatkan upahnya) ~ PERIBAHASA PERANCIS;

God help the rich man, let the poor man beg (Tuhan membantu orang kaya, biarkan orang miskin mengemis) ~ PERIBAHASA INGGRIS KUNO;

Everything comes to him who waits (Apapun akan datang padanya jika mau menunggu);

He who says what he likes shall hear what he does not like (Orang yang berbicara seenaknya akan mendengar ucapan yang tidak enak);

The exception proves the rule (Pengecualian membuktikan aturan);

Don’t teach the duck how to swim (Jangan mengajari bebek bagaimana caranya berenang);

Extremes meet (Ekstrim ketemu ekstrim);

Exchance is no robbery (Pertukaran bukanlah perampokan);

He who rides on a tiger can never dismount (Siapa yang mengendarai harimau, tak akan pernah bisa turun);

Honesty is the best policy (Kejujuran adalah kebijaksanaan yang terbaik);

The devil looks after his own (Iblis merawat semua miliknya);

Don’t whistle until you are out of wood (Jangan bersiul sebelum Anda keluar dari hutan);

God help the rich, the poor can look after themselves (Tuhan membantu orang kaya, orang miskin bisa mengurus dirinya sendiri) ~ PERIBAHASA INGGRIS KUNO;

Going to law is lossing a cow for the sake of a cat (Pergi ke pengadilan sama saja dengan kehilangan sapi untuk mendapatkan kucing) ~ PERIBAHASA CHINA;

Good advice is often annoying, bad advice never (Nasehat yang baik seringkali menyebalkan, nasehat buruk biasanya tidak) ~ PERIBAHASA PERANCIS;

He makes his home where the living is best (Dia membuat rumahnya menjadi tempat terbaik untuk tinggal) ~ PERIBAHASA LATIN;

He that can’t endure the bad will not live to see the good (Seseorang yang tidak tahan karena keburukan yang dihadapinya tidak akan hidup untuk kebaikan) ~ PERIBAHASA YAHUDI;

He that is born to be hanged shall never be drowned (Seseorang yang ditakdirkan untuk digantung tidak akan tenggelam) ~ PERIBAHASA PERANCIS ABAD 14;

Wherever you are, be a pleasent man (Dimanapun anda berada, jadilah insan yang disukai orang);  

Love your neighbours as they are the closest helpers (Cintailah tetanggamu karena mereka paling dekat untuk menolongmu);

Ask for God’s mercy daily and nightly (Minta ampunlah kepada Tuhan siang dan malam);

Praying sincerely and hopefully is a good prayer (Doa yang baik adalah doa yang tulus dan tidak putus asa);

Praying is the religious call (Doa adalah suara iman);

Judge yourself before you are judged by God (Hitunglah dirimu sendiri sebelum kamu dihitung Tuhan);

Honesty is next to godliness (Kejujuran mendekati kesalehan);

Wherever you turn away, there is face of God (Kemana saja engkau berpaling disitu wajah Tuhan);

You can fight against the enemies, but love them when they become your prisoners (Musuh boleh diperangi, tetapi sayangilah bila mereka menjadi tawananmu);

One who rejects a religion is the poorest creature (Yang menolak agama adalah makhluk yang paling malang);

Fight against the devil as he is a real enemy (Perangilah iblis karena mereka adalah musuh yang paling nyata);

Ask for mercies before dying (Bertobatlah sebelum maut menjemput);

The most effective way to cast away pessimism  is following the religion (Obat yang paling mujarab untuk menghilangkan kecemasan adalah kepercayaan pada agama);

He that is rich will not be called a fool (Seseorang yang kaya tidak akan disebut pecundang) ~ PERIBAHASA SPANYOL;

He that lives on hope will die fasting (Seseorang yang hidup dengan menggantungkan pada harapan akan mati dalam keadaan berpuasa) ~ PERIBAHASA AMERIKA UTARA;

He that maketh haste to be rich shall not be innocent (Seseorang yang ingin segera menjadi kaya bukan seseorang yang tidak bersalah) ~ BIBLE, PROVERBS 28:20;  








Tidak ada komentar: