Senin, 09 Maret 2015

SELAYANG PANDANG SUMBERDAYA ALAM DAN ENERGI



SELAYANG PANDANG SUMBERDAYA ALAM DAN ENERGI

Ilmu ekonomi didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang alokasi sumberdaya yang terbatas jumlahnya secara efisien dan efektif untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tak terbatas. Ilmu ekonomi disebut juga ilmu memilih, dalam arti mempelajari tentang pilihan yang harus dibuat dari berbagai alternatif tujuan yang bersaingan. Maksudnya jika suatu alternatif telah dipilih, berarti kita harus mengabaikan/mengorbankan alternatif lainnya. Dengan ilmu ekonomi kita berusaha untuk memilih alternatif yang paling baik bagi pencapaian tujuan. Mengapa kita harus mengadakan pilihan secara optimal adalah disebabkan terbatasnya jumlah sumberdaya yang tersedia. Dengan terbatasnya sumberdaya ini tidak memungkinkan bagi kita untuk mencapai tujuan secara sekaligus, atau ada sebagian tujuan yang terpaksa dikorbankan.

Sumberdaya yang menjadi kendala tersebut secara umum dapat dikategorikan ke dalam sumberdaya lahan, manusia, modal, teknologi dan energi. Sumberdaya ini tidak lain merupakan faktor produksi atau masukan dalam suatu proses produksi. Jika faktor tenaga kerja, modal dan teknologi berasal dari manusia, maka sumberdaya alam dan energi, yang dengan pertolongan teknologi sumberdaya tersebut kita angkat dan digunakanuntuk berbagai kepentingan. Dalam usaha mengangkat sumberdaya alam dan energi menjadi siap pakai dan sampai dengan pemanfaatannya baik untuk konsumsi maupun sebagai masukan dalam proses produksi inilah kita banyak dibantu oleh ilmu ekonomi.  

Ekonomi sumberdaya alam dan energi (ESDAE) merupakan salah satu cabang ilmu ekonomi yang mencoba menerapkan teori ekonomi (khususnya teori ekonomi mikro) dalam pengelolaan sumberdaya alam dan energi untuk memenuhi kebutuhan manusia secara optimal (efisien dan efektif) dan lestari. Lestari disini dimaksudkan baik pemenuhan kebutuhan akan sumberdaya alam dan energi antar generasi dan tidak mencemari lingkungan.

Ada kemungkinan sumberdaya alam dan energi dikelola tidak secara optimal dan lestari. Disini kita bisa bertanya apakah selama ini kita maupun pendahulu kita telah mengelola sumberdaya pemberian alam secara optimal dan lestari atau tidak. Yang jelas pengelolaan sumberdaya yang tidak/kurang bijaksana pada akhirnya memaksa kita untuk berkorban sesuatu di balik keberhasilan  di suatu bidang. Misalnya saja kemajuan ekonomi yang pesat yang diperoleh dengan eksploitasi besar – besaran dari sumberdaya alam mungkin saja telah merusak lingkungan atau terjadi pencemaran disana – sini. Dengan perkataan lain kerusakan lingkungan merupakan harga yang harus dibayar (pengorbanan) dari kemajuan yang diperoleh. Tentu saja kita menginginkan kemajuan ekonomi dicapai dengan tanpa membayar harga tersebut atau paling tidak menekan sekecil mungkin harga yang harus dibayar.  

Tidak ada komentar: