Minggu, 21 Juni 2015

MUTIARA DALAM KATA



MUTIARA DALAM KATA

Jatuh cinta bisa digambarkan dengan kata – kata (Falling in love can be described);

Jika Anda mendidik seorang pria berarti Anda mendidik seorang manusia, tetapi bila Anda mendidik seorang wanita berarti Anda mendidik seluruh keluarganya (If you educate a man you have educated one person, if you educate a woman you have educated thr hole family);

Orang tidak bisa melepaskan diri dari harimau lapar, wanita dan cinta (one can’t be free from a hungry tiger, woman and love);

Lebih baik putus cinta daripada tidak pernah mengalaminya sama sekali (It’s better broken heart than never in love);

Memperoleh kemenangan lantaran bertambah seorang sahabat lebih berharga daripada kemenangan mendapat cinta dari seorang perempuan (Getting fortune by having a new friend is more valuable than getting love from a woman);

Mereka yang mengagumi kita selalu kita cintai, tetapi yang kita kagumi tidaklah selalu kita cintai (We always love people who admire us, but we don’t always love people we admire) ~ LA ROHEFOCAUL;

Pada perjamuan kawin, yang paling sedikit makannya ialah pengantin (At a wedding party, the bridge is the least in eating) ~ PERIBAHASA SEPANYOL;

Putus bercinta bagi wanita adalah kehancuran, putus bercinta bagi laki – laki adalah pengalaman (Broken heart is smash for women, but an experience for men);

Patah hati adalah penyakit cinta yang susah obatnya (Broken heart is a love disease which is very difficult tu be cured);

Pergaulan dengan wanita adalah basis sopan santun (Association with women is the basic of good manners);

Perkawinan adalah suatu pengorbanan yang maha besar (Marriage is a great sacrifice);

Saya memilih isteri saya seperti dia memilih gaun pengantinnya, bukan karena kelihatan mengkilap tapi karena bahannya bagus dan jatuhnya baik (I chose my wife as she chose her wedding gown, not because of it’s gliters, it is because of the good material and looking fit) ~ OLIVER GOLDSMITH;

Sebagian besar gadis – gadis lebih suka kelihatan cantik daripada cerdik, sebab sebagian besar kaum pria lebih pandai melihat daripada berpikir (Most girls like to seem beautiful than to seem clever, because most men are cleverer to see than to think);

Hitch your wagon to a star (Tambatkan kereta Anda pada bintang);

Seorang isteri/perempuan yang berbudi/baik hati itu, memperoleh kehormatan bagaikan seorang gagah berani mendapatkan kekayaan (A gracious woman retains an honour as a strong man retains a richness);

Don’t look a gift horse in the mouth (Jangan melihat mulut kuda yang dihadiahkan);

He who hasitates  is lost (Siapa yang ragu, akan kalah);

Home is where the heart is (Rumah adalah tambatan hati);

Don’t cut the bough you are standing on (Jangan memotong dahan yang diinjak);

History repeats itself (Sejarah berulang);

It is easy to be wise after the event (Memang mudah menjadi bijaksana setelah peristiwa berlalu);

Cut your coat according to your cloth (Potonglah jas Anda sesuai dengan kainnya);

Extremes are dangerous (Keterlaluan itu berbahaya);

Full of courtesy, full of craft (Penuh kesopanan, penuh muslihat);

Health is not valued till sickness comes (Kesehatan tidak dihargai hingga penyakit datang);

It is easier to criticize than to create (Lebih mudah mengkritik daripada membuat);

Don’t have too many irons in the fire (Jangan terlalu banyak besi di dalam api);

Experience  is the best teacher (Pengalaman adalah guru paling baik);

A good book is a good friend (Buku yang baik adalah teman yang baik);

Don’t make a pleasure in the misfortunes of others (Jangan membuat kesenangan diatas penderitaan orang lain);

Custom makes all things easy (Kebiasaan membuat segalanya mudah);

Dying is as natural as living (Mati sama wajarnya dengan hidup);

Expectation is better than realization (Harapan lebih baik daripada kenyataan);

From the sublime to the ridiculous is but a step (Jarak antara kemuliaan dan kehinaan hanya satu langkah);




Tidak ada komentar: