Selasa, 07 Juli 2015

SARANA INTROSPEKSI DIRI



SARANA INTROSPEKSI DIRI

Jatuh cinta bisa digambarkan dengan kata – kata (Falling in love can be described);

Jika Anda mendidik seorang pria berarti Anda mendidik seorang manusia, tetapi bila Anda mendidik seorang wanita berarti Anda mendidik seluruh keluarganya (If you educate a man you have educated one person, if you educate a woman you have educated thr hole family);

Orang tidak bisa melepaskan diri dari harimau lapar, wanita dan cinta (one can’t be free from a hungry tiger, woman and love);

Lebih baik putus cinta daripada tidak pernah mengalaminya sama sekali (It’s better broken heart than never in love);

Memperoleh kemenangan lantaran bertambah seorang sahabat lebih berharga daripada kemenangan mendapat cinta dari seorang perempuan (Getting fortune by having a new friend is more valuable than getting love from a woman);

Mereka yang mengagumi kita selalu kita cintai, tetapi yang kita kagumi tidaklah selalu kita cintai (We always love people who admire us, but we don’t always love people we admire) ~ LA ROHEFOCAUL;

Pada perjamuan kawin, yang paling sedikit makannya ialah pengantin (At a wedding party, the bridge is the least in eating) ~ PERIBAHASA SEPANYOL;

Putus bercinta bagi wanita adalah kehancuran, putus bercinta bagi laki – laki adalah pengalaman (Broken heart is smash for women, but an experience for men);

Patah hati adalah penyakit cinta yang susah obatnya (Broken heart is a love disease which is very difficult tu be cured);

Pergaulan dengan wanita adalah basis sopan santun (Association with women is the basic of good manners);

Perkawinan adalah suatu pengorbanan yang maha besar (Marriage is a great sacrifice);

Saya memilih isteri saya seperti dia memilih gaun pengantinnya, bukan karena kelihatan mengkilap tapi karena bahannya bagus dan jatuhnya baik (I chose my wife as she chose her wedding gown, not because of it’s gliters, it is because of the good material and looking fit) ~ OLIVER GOLDSMITH;

Sebagian besar gadis – gadis lebih suka kelihatan cantik daripada cerdik, sebab sebagian besar kaum pria lebih pandai melihat daripada berpikir (Most girls like to seem beautiful than to seem clever, because most men are cleverer to see than to think);

Hitch your wagon to a star (Tambatkan kereta Anda pada bintang);

Seorang isteri/perempuan yang berbudi/baik hati itu, memperoleh kehormatan bagaikan seorang gagah berani mendapatkan kekayaan (A gracious woman retains an honour as a strong man retains a richness);

Don’t look a gift horse in the mouth (Jangan melihat mulut kuda yang dihadiahkan);

He who hasitates  is lost (Siapa yang ragu, akan kalah);

Home is where the heart is (Rumah adalah tambatan hati);

Don’t cut the bough you are standing on (Jangan memotong dahan yang diinjak);

History repeats itself (Sejarah berulang);

It is easy to be wise after the event (Memang mudah menjadi bijaksana setelah peristiwa berlalu);

Cut your coat according to your cloth (Potonglah jas Anda sesuai dengan kainnya);

Extremes are dangerous (Keterlaluan itu berbahaya);

Full of courtesy, full of craft (Penuh kesopanan, penuh muslihat);

Health is not valued till sickness comes (Kesehatan tidak dihargai hingga penyakit datang);

It is easier to criticize than to create (Lebih mudah mengkritik daripada membuat);

Don’t have too many irons in the fire (Jangan terlalu banyak besi di dalam api);

Experience  is the best teacher (Pengalaman adalah guru paling baik);

A good book is a good friend (Buku yang baik adalah teman yang baik);

Don’t make a pleasure in the misfortunes of others (Jangan membuat kesenangan diatas penderitaan orang lain);

Custom makes all things easy (Kebiasaan membuat segalanya mudah);

Dying is as natural as living (Mati sama wajarnya dengan hidup);

Expectation is better than realization (Harapan lebih baik daripada kenyataan);

From the sublime to the ridiculous is but a step (Jarak antara kemuliaan dan kehinaan hanya satu langkah);

It is easier to pull down than to build (Lebih mudah merobohkan daripada mendirikan);

It will be the same a hundred years hence (Semuanya akan sama dalam seratus tahun mendatang);

It is ill waiting for dead men's shoes (Sungguh sia - sia menunggu sepatu orang mati);

It is ill swimming against the stream (Sungguh berat berenang melawan arus);

Custom reconciles us to everything (Kebiasaan mendamaikan kita dengan segala hal);

Don’t cry stinking fish (Jangan meneriakan ikan busuk);

Example is better than precept (Contoh lebih baik daripada perintah);

Friendship should not be all on one side (Persahabatan tidak boleh ada di satu pihak);

The grass is always greener on the other side of the hill (Rumput selalu jauh lebih hijau di balik bukit);

Health is better than wealth (Kesehatan lebih baik daripada kekayaan);

It is easy to bear the misfortunes of others (Memang mudah menahan kesusahan orang lain);

Ketika kita taat, pintu – pintu pengetahuan akan terbuka dihadapan kita, dan kita akan dapat memahami yang tidak pernah kita pahami sebelumnya (When we obey, doors of understanding will open in front of us , and we will be able to see as never before);

Kepekaan rohani adalah kemampuan untuk melihat dari sudut pandang Tuhan. Roh Kudus Allah bekerja di dalam diri kita agar kita dapat melihat yang tidak muncul ke permukaan (Spiritual discernment is the ability to see from the Lord’s viewpoint. God’s Holy Spirit works in our lives so that we are able to see beneath the surface of things);

Anda dapat bersyukur pada-Nya dengan penuh percaya, karena Anda tahu bahwa penderitaan sekarang ini akan menjadi kesempatan bagi-Nya untuk menunjukkan karunia-Nya pada Anda (You can thank Him in full faith, because you know that the current pain is an opportunity for Him to demonstrate His grace on your behalf);

Allah merindukan iman Anda yang percaya bahwa Dia akan memberkati Anda. Bersyukurlah kepada Tuhan karena Dia memerintahkan kita untuk bersyukur dalam segala hal (God desires your faith and trust that He will bring a blessing. Thanks to God for instructing us to thank Him in all things);

Allah ingin Anda mengalami perjumpaan yang sesungguhnya dengan dan selalu baru dengan Dia hari lepas hari (God wants you to have a real and fresh encounter with Him each day);
Kekudusan Tuhan itu mengubah hidup dan melalui Roh Kudus, Dia hidup di dalam Anda selamanya (God’s holiness is life – changing, and through the Holy Spirit, He lives inside you forever); 

Yesus telah menunjukkan dengan sangat  jelas bahwa pemulihan tidak akan terjadi sebelum ada pengampunan yang tulus (Jesus made it very plain that no healing occurs until there is deep forgiveness);

Jika Anda sedang bergumul dengan masalah, mintalah seorang teman menolong Anda melihat kebenaran Tuhan tentang situasi Anda. Bersikaplah jujur dan terimalah tanggung jawab atas perasaan – perasaan Anda (If this is something you struggle with, ask a friend to help you see God’s truth about your situation. Be honest and take responsibility for your feelings);

Hal lain yang membuat kita tidak dapat mengalami kemerdekaan dalam anugerah Allah adalah menolak mengampuni diri kita sendiri atas dosa – dosa masa lalu (Another way we fail to experience the freedom God’s grace brings is by refusing to forgive ourselves for past sins);

Ketika kita sedang tertekan, dunia bisa terasa lebih dingin. Matahari mungkin sedang bersinar, tetapi kepala kita tertunduk, sehingga kita tidak dapat memperhatikannya. Burung – burung bernyanyi, tetapi telinga kita penuh tangisan hati, seruan pilu penderitaan, kesedihan dan keletihan. Kita menjaga jarak dengan orang lain, sementara berbagai masalah menghabiskan waktu dan perhatian kita (When we are overburdened, the world seems a colder place. The sun may be shining, but our heads are bowed low, so we don’t notice. The birds sing, but our ears are filled with the cries of our hearts, exclamations of pain, sorrow and weariness. We put distance between us and others as our problems absorb our time and attention);

Kita mungkin tertekan karena harapan – harapan yang tak terpenuhi, trauma atau kematian mendadak, atau sekedar terlalu banyak tugas. Kemungkinan lain adalah hati kita sedang dibdebani oleh dosa. Tetapi apapun penyebabnya, akibatnya sama: kita tertekan oleh beban yang menghancurkan (Perhaps we are weighed down by unmet expectations, sudden trauma or death, or simply too much responsibility. Another possibility is that sin is causing our heaviness of heart. Whatever the cause, however, the result is the same: We are burdened by a crushing weight);

Di dalam kekelaman kita, terdengar suara Yang Maha Kuasa memanggil kita untuk datang mendekat dan mendapatkan kelegaan di dalam Dia (Into our bleaknesscome to the voice of almighty God inviting us to draw near and find rest in Him);

Dengan pertolongan Roh Kudus, mulailah melangkah menapaki jalan ketaatan lama itu, maka Dia akan memberi Anda damai sejahtera yang dijanjikan-Nya (With the spirit’s help, take one step, then another down that ancient path of obedience, and He will give you the promised peace);  

Hanya ketika kita percaya pada rencana Allah maka kita akan mendapat kelegaan dari beban berat (It is only when we trust in the Father’s plan that we will find relief from our burdens);
Marilah kita berdiri, menengadah, meminta dan melangkah agar kita mendapatkan kelegaan yang sudah Tuhan janjikan bagi jiwa kita (Let us stand, look, ask, and walk so that we might find the rest which the Lord has promised for our souls);

Hikmat nabi Yeremia memberikan nasehat praktis yang tak lekang oleh waktu tentang cara mengatasi beban berat (The prophet’s  wisdom offers timeless practical advice on how to handle burdens);

Terimalah kekuatan Roh Kudus untuk langhkah berikutnya dan berusahalah untuk taat dalam pikiran, perkataan dan perbuatan (Draw deeply on the Holy Spirit’s strength for the next step, and seek to be obedient in thought, word, and deed);

Panggilan Yesus untuk menjadi penjala orang juga diberikan kepada orang – orang percaya masa kini (Jesus’ call to be fishers of men extends to modern believers);

Kehidupan Kristen dapat diumpamakan seperti sebuah pertandingan dengan jalur yang sudah disiapkan serta garis finish dalam kekekalan. Setiap Anak Allah memiliki rute pribadi yang dirancang khusus oleh Tuhan (The Christian life can be likened to a race with a predetermined course and a finish line in eternity. Each child of God has a personalized route specially designed by the Lord);

Seperti halnya semua pertandingan jangka panjang, jalan itu penuh rintangan yang dapat mengancam perjalanan atau menggelincirkan kita. Berbagai cobaan akan menggoda kita,  sementara kesibukan dapat membawa kita ke jalan - jalan yang hanya berakhir melelahkan. Rasa khawatir dan takut menguasai pikiran kita dan emosi - emosi berkecamuk membawa kita ke tempat - tempat yang tak pernah Tuhan maksudkan untuk kita datangi  (As with any long term race,  the course is full of obstacles that threaten to trip or sidetrack us. Temptations lure us while busyness can lead us down rabbit trails that end in exhaustion. Worry and fear  grab hold of our minds, and emotions take us places the Lord never intended for us to go);

Meskipun dosa merupakan rintangan yang paling jelas, ada banyak penghalang dan jalan putar lainnya yang lebih tak kentara. Namun apapun yang lebih didahulukan dari hubungan kita dengan Tuhan dapat membawa kita ke jalan yang salah (Although sins  present the most obvious hindrances, other obstacles and detours are subtler. Anything that takes precedence over our relationship with the Lord can send us down the wrong path);   

Mencerminkan Tuhan tidak memerlukan keterampilan khusus, satu – satunya penuntun latihan yang kita perlukan adalah Alkitab. (Being reflection of the Lord requires no special skills, the only training guide we need is the Bible);

Kritik yang tidak bijaksana dapat diartikan sebagai penolakan, membuat anak merasa tidak dikasihi dan tidak berharga untuk dikasihi (Unwise criticism can be interpreted as rejection, leaving a child feeling unloved or unworthy of love);

If you neglect the Word, you’ll lack discernment (Bila Anda mengabaikan Firman Tuhan, maka Anda tidak dapat membedakan yang benar dan yang salah);

The only way believers can guard against deception is to ground themselves in God’s Word (Satu – satunya cara orang percaya dapat menjaga diri menghadapi tipu muslihat adalah dengan menanamkan diri mereka di dalam Firman Tuhan);

Stop running, and face the source of your guilt. It’s time to end your captivity and start walking in the joy of God’s blessing (Berhentilah berlari, dan hadapi sumber rasa bersalah Anda. Inilah saatnya untuk mengakhiri perbudakan dan mulailah berjalan dalam sukacita berkat Tuhan); 

Jesus did not come to accuse or condemn us. Christ restored our souls and made us righteous before God so that our guilt is removed (Yesus tidak datang untuk menuduh atau menghukum kita. Kristus memulihkan jiwa kita dan menjadikan kita benar di hadapan Allah sehingga dosa kita dihapuskan);

Self-condemnation stunts a relationship with Jesus (Menghukum diri sendiri menghalangi hubungan kita dengan Yesus);

Quilt over doing something that violates  the conscience is normal emotion (Rasa bersalah karena melakukan sesuatu yang melanggar hati nurani adalah emosi yang normal);

All – power God, give us opportunities to show your love by caring for others. In Christ’s name. Amen (Bapa penguasa segalanya, berikanlah kami kesempatan untuk menunjukkan kasih-Mu dengan saling memperhatikan satu sama lain. Dalam nama Kristus.Amin);

Only when we let go of self – centeredness and become trully concerned about another’s wefare can we then act to meet that person’s needs (Hanya saat kita melepas segala kesombongan, dan menjadi sungguh – sungguh memperhatikan kesejahteraan orang lain dan melepaskan kepentingan pribadi kita, kita dapat menolong mereka yang membutuhkan); 

Dear God, give us a sense of the needs of others and willingness to serve them in whatever way we can (Allah Pengasih, berikanlah kami kepekaan akan kebutuhan orang lain dan kemauan untuk melayani mereka dengan segala cara yang kami bisa);

What a blessing it is to be open to the needs of others who mght be in a tight spot and to find “wide spaces” to help them move forward in their journey! We too are blessed when we receive the gifts others give to help us on our way (Sungguh suatu berkat di saat menanggapi kebutuhan orang lain yang tengah menghadapi masalah dan mencarikan jalan menolong mereka untuk maju dalam perjalanannya. Kita juga diberkati saat menerima pertolongan orang lain dalam perjalanan kita); 

Dear Lord, help us to trust that your will is always the most loving and merciful way (Tuhan yang baik, tolong kami untuk percaya bahwa kehendak-Mu itu selalu yang paling penuh kasih dan sayang);

Jesus showed us show to put the needs of others above our own (Yesus mengajarkan kepada kita agar lebih memperhatikan kebutuhan orang lain diatas kebutuhan kita sendiri);

Even when I struggle to bring my will under God’s will, I know that God will bring about the best possible outcome (Saat aku bergumul untuk menyerahkan kehendakku dibawah kehendak Allah, aku tahu Dia memberikan yang terbaik); 

As God addresses our needs within the concerns we express, God can bring some healing to our lives as well);

Don’t quarrel with your bread and butter (Jangan bertengkar dengan roti dan mentega Anda);

The reciever is as bad as the thief (Penadah sama buruknya dengan pencuri);

Set a wolf to keep the sheep (Menyuruh serigala menjaga domba);

Talk of the devil, and he is bound to appear (Membicarakan tentang setan, lalu dia muncul);

It is the unexpected that always happens (Yang tak terduga selalu terjadi);

What you lose on the swings, you gain on the roundabouts (Rugi pada ayunan, memperoleh kembali pada putaran); 

You cannot make a silk purse out of a sow’s ear (Dompet sutera tidak bisa dibuat dari telinga babi betina);

Catch the bear before you sell its skin (Tangkap beruang itu sebelum menjual kulitnya);

Desperate diseases need desperate cures (Penyakit istimewa memerlukan pengobatan yang istimewa);

Envy never enriched any man (Iri hati tidak pernah membuat orang menjadi kaya);

The beaten road is the safest (Jalan yang sering dilalui adalah jalan yang paling aman);

Earsdroppers never hear any good of themselves (Tukang nguping tak pernah mendengar hal – hal baik tentang dirinya);

Fine feathers make fine birds (Bulu yang indah membuat burung jadi cantik);

Give the devil his due (Beri setan haknya);

Hard words break no bones (Kata – kata keras tidak mematahkan tulang);

The rotten apple injures its neighbours (Buah apel busuk dapat merusak yang lainnya);

Some are wise and some are otherwise (Sebagian orang bijaksana dan sebagian sebaliknya);

The bait hides the hook (Umpan menyembunyikan mata pancing);

What the eye doesn’t see, the heart grieves not (Apa yang tidak dilihat mata, hati ini tidak mengeluh);

Finding are keepings (Menemukan berarti memiliki);
Give him an inch and he will take a yard (Beri dia satu inci dan dia akan mengambil satu yard);

You cannot make an omelette without breaking eggs (Tidak bisa membuat telur dadar tanpa memecahkan telurnya);

Lend your money and lose a friend (Pinjamkan uang Anda, dan hilanglah seorang teman);

Many would be cowards if they had enough courage (Banyak yang menjadi pengecut jika mereka berani);

Never refuse a good offer (Jangan menolak tawaran baik);

One swallow does not make a summer (Seekor walet belum pasti sebagai tanda datangnya musim panas);

Practice makes perfect (Praktek membuat sempurna);

Hard cases make bad laws (Kasus berat menciptakan hukum yang buruk);

If one sheep leaps over the ditch, all the rest will follow (Bila seekor domba melompati parit, yang lain akan mengikutinya);

Every jack must have his jill (Setiap baut pasti bertemu dengan mur);

If the blind lead the blind, both shall fall into the ditch (Jika orang buta menuntun orang buta, keduanya akan jatuh ke parit);

Let not the sun go down on your wrath (Jangan biarkan matahari terbenam pada saat Anda marah);

Marriage is a lottery (Perkawinan bagaikan undian);

New brooms sweep clean (Sapu baru dapat menyapu bersih);

One man’s meat is another man’s poison (Daging seseorang menjadi racun orang lain);

Praise makes good men better and bad men worse (Pujian membuat orang baik jadi lebih baik dan orang jahat semakin parah);

Spare the rod and spoil the child (Sayang rotan, manjalah anak);

There is a black sheep in every  flock (Dalam kelompok domba ada yang berwarna hitam);

Whatever man has done, man can do (Apapun yang telah dilakukan orang, dapat kita lakukan);

You cannot make bricks without straw (Tidak bisa membuat bata tanpa jerami);

Thes best fish swim near the bottom (Ikan yang paling bagus adalah yang berenang dekat dasar);

Catch not at the shadow and lose the substance (Jangan tangkap bayangannya dan lepaslah buruannya);

Diamond cuts diamond (Berlian memotong berlian);

Even a worm will turn (Bahkan cacingpun akan menggeliat);

Fingers were made before forks (Jari dibuat sebelum garpu);

Gluttony kills more than the sword (Ketamakan lebih banyak membunuh daripada pedang);

Haste makes waste (Tergesa – gesa itu pemborosan);

If the cap fits, wear it (Jika topi itu cocok, pakailah);

Let not the left hand know what the right hand does (Jangan biarkan tangan kiri tahu apa yang dikerjakan oleh tangan kanan);

Men are blind in their own cause (Orang itu buta akibat dirinya sendiri);

No man can serve two masters (Tak ada orang yang bisa melayani dua majikan);

Only the wearer knows where the shoe pinches (Hanya pemakailah yang tahu dimana sepatunya itu berlubang);

Prevention is better than cure (Pencegahan lebih baik daripada pengobatan);

Speech is silver, silence is golden (Bicara itu perak, diam itu emas);

There is many a good tune played on an old fiddle (Banyak nada bagus yang dapat dimainkan dengan biola tua);

When in Rome, do as the Romans do (Bila berada di Roma, berbuatlah seperti orang Roma); 

You cannot put a quart into a pint pot (Air satu quart tidak bisa dimasukkan dalam cerek satu pint);

The biter is sometimes bit (Penggigit pun kadang – kadang tergigit);

Charity begins at home (Kedermawanan dimulai dari rumah);

Discontent is the first step in progress (Perasaan tidak puas adalah langkah awal kemajuan);
Even homer sometimes nods (Bahkan homerus pun kadang – kadang mengangguk);

Fire is a good servant but a bad master (Api adalah pelayan yang baik, tetapi majikan yang jahat);

Go while the going is good (Pergilah selagi kepergian itu baik);

Hasty climbers have sudden falls (Pemanjat yang tergesa – gesa bisa jatuh mendadak);

If there were no clouds, we should not enjoy the sun (Jika tidak ada awan, kita tidak akan menikmati matahari);

Let the buyer beware (Biarkan pembeli berhati – hati);

Men are not to be measured in inches (Manusia tidak diukur menurut inci);

No man indispensable (Tak ada orang yang tak dapat ditinggalkan);

Open confession is good for the soul (Pengakuan terus terang itu bagus untuk jiwa);

Procrastination is the thief of time (Penundaan adalah pencuri waktu);

Still waters run deep (Air tenang itu dalam);

There is many a true word spoken in jet (Banyak kebenaran disampaikan melalui canda);

When one door shuts, another opens (Bila satu pintu tertutup, pintu lainnya terbuka);

You cannot put old heads on young shoulders (Jangan menyandarkan kepala orang tua pada bahu orang muda);

It is better blessed to give than to take (Lebih baik memberi daripada menerima);

Charity covers a multitude of sins (Kedermawanan menghapus banyak dosa);

Discretion is the better part of valour (Kebijakan adalah bagian yang lebih baik dalam keberanian);

Even the weariest river winds somewhere safe to sea (Bahkan sungai yang paling letih pun masih terus berkelok – kelok sampai ke tempat aman menuju laut);

First catch your hare (Tangkap dulu kelinci Anda);

Demi tegaknya keadilan, kebenaran, dan hak azasi manusia, seseorang tak boleh memikirkan keselamatan dirinya sendiri, jika perlu harus mengorbankan jiwa (To erect the truth, justice and human rights, one must not think of one’s own safety, if necessary sacrifice life);

God helps those who help themselves (Tuhan membantu mereka yang menolong mereka sendiri);

Have two strings to your bow (Pasanglah dua tali pada busurmu);

Resiko yang diperhitungkan adalah alasan klise para jenderal kalau mereka kalah dalam pertempuran akibat salah hitung (A considered risk is only a reason of the generals if they lose in battle because of the wrong consideration) ~ DOWNING;

Satu – satunya kebaikan adalah pengetahuan, dan satu – satunya keburukan adalah kebodohan (The only goodness is knowledge, and the only badness is stupidity);

Janganlah menyalahkan kepercayaan yang ditanamkan orang lain kepadamu (Don’t abuse the confidence they have placed in you);

Tidak semua persoalan dapat diselesaikan dengan analisa saja (Not all problems can be solved merely by analyses);

Janganlah Anda tenggelam dalam hal – hal yang tidak mungkin (Don’t lose yourself in abstraction);

Orang yang dapat menguasai diri saat memperoleh kemenangan, maka berlipatgandalah kemenangannya (He that control himself while achieving victory will gain a double victory);

Satu kata untuk orang yang bijaksana sudah cukup (One word to the wise man is enough);

Sabarlah pada hal – hal yang melukai hati Anda (Be patient on things that hurt your heart);

Kedukaan yang sesungguhnya sebenarnya tidak ada, seperti halnya kesenangan yang sesungguhnya (Real sorrow doesn’t exist and real joy doesn’t either) ~ LEO TOLSTOY;

Kritikus – kritikus profesional sebagian besar adalah orang – orang yang tidak punya cukup bakat untuk menandingi hasil dari orang – orang yang mereka kritik (Professional critics are most persons who don’t have enough abilities to equal the person whom they criticisme) ~ DOWNING;

Lambat dalam berjanji, cepat dalam melaksanakannya (Be slow to promise, be quick to perform);

Lawanlah iblis, ia akan lari darimu (Fight the devils, they would go away from you);

Lari dari suatu kesulitan, berarti suatu kekalahan (Going away from difficulties is a defeat);

Lebih baik pandai berkarya daripada pandai berbicara (It is better to do well than to say well);

Bukan karena tidak tahu melainkan prasangkalah yang menghambat kemajuan (Not the unknowledge but prejudice hinders the prgress);

Buku adalah pandu bagi yang muda dan penghibur bagi yang tua (A book is a guide for the youth and a consolation for the old);

Buku adalah laksana kebun yang dibawa – bawa dalam kantong (A book is like a garden carried in the pocket);

Kalau kehormatan itu menjadi pakaianmu, maka ia akan tahan seumur hidup. Kalau pakainamu itu menjadi kehormatanmu, maka ia akan cepat robek (Your honour is more durable than your costume);

Kalau seseorang tidak mau mempunyai teman – teman baru, maka ketika umurnya meningkat ia akan sendirian (If you don’t like to have new friends, you will be a lonely old man);

Kalau Anda tidak tahu sesuatu maka pengakuan atas ketidaktahuan Anda itu pengetahuan juga (Your confession of knowing nothing is a knowledge);

Kami akan menghadapi kekuatan jasmani Anda dengan kekuatan rohani kami (We would face your physical force with our spiritual force);

Kami tak akan membenci Anda, namun  kami tak akan menaati undang – undang jahat Anda (We wouldn’t hate you, but we wouldn’t devote your evil law);

Lebih baik tak tahu apa – apa daripada tahu setengah – setengah (To know nothing is better than knowing half);

Lebih baik satu tujuan daripada seiring jalan (It’s better to have one purpose than going the same way) ~ FULLER;

Makin dekat cita – citamu tercapai, makin dekat penderitaan – penderitaan yang kamu alami (You’ll have more burden when nearing your dream) ~ JENDERAL SUDIRMAN;

Makin bijaksana seseorang, makin pandailah ia menjaga mulutnya (A wise man speaks sincerely);

Kita harus tahu batas kemampuan kita (One has to measure his potential);

Adalah lebih mudah bersifat kritis daripada bertindak benar (It’s easier to be critical than to be honest);

Aktor ada tiga macam, suami, isteri dan kekasih (There are three actors, a husband, a wife and a lover);

Aku bisa berpuasa untuk ayahku agar kusembunyikan dia dari keburukan, tetapi saya tidak boleh berpuasa supaya memperoleh warisan darinya (I can fast for my father to hide guilt, but I can’t do it to get heritage);

Orang yang mempunyai lidah di kepalanya bisa menemukan jalan kemana saja (He that has a tongue in his head may find his way any where);

Meniru adalah bentuk sanjungan yang paling tulus (Immitation is the sincerest form of flattery);

Live not to eat, but eat to live (Hidup bukan untuk makan, tetapi makan untuk hidup);

Much would have more (Banyak akan minta lebih);

Out of the frying – pan into the fire (Jatuh dari penggorengan ke dalam api);

The sun is never the worse for shining on a dunghill (Matahari tak pernah merasa hina walau menyinari gundukan kotoran hewan);

Time is the best healer (Waktu adalah penyembuh terbaik);

The weakest goes to the wall (Yang paling lemah terdesak ke tembok);

Comparisons are odious (Perbandingan itu menjijikan);

Don’t take your harp to the party (Jangan membawa harpa ke pesta);

Don’t make a mountain out of a molehill (Gundukan tanah jangan disebut gunung);

Don’t play with edged tools (Jangan main benda tajam);

Don’t ride the high horse (Jangan menunggang kuda tinggi);

It is a sad house where the hen crows louder than the cock (Sungguh kandang yang menyedihkan bila ayam betinanya berkokok lebih nyaring daripada ayam jantan);

Time flies (Waktu melesat terbang);

The way to a man’s heart is through his stomach (Jalan menuju hati lelaki adalah melalui perutnya);

Coming events cast their shadows before (Peristiwa datang setelah menunjukkan bayangannya);

Don’t cast your pearls before swine (Jangan buang mutiara di depan babi);

Every law has a loophole (Setiap undang – undang ada lubangnya);
Fling dirt enough and some will stick (Lemparkan kotoran  secukupnya dan sebagian akan menempel);

Good advice is beyond price (Nasehat yang baik tak dapat diukur dengan harga);

Self – confidence is the way to success (Kepercayaan kepada diri sendiri adalah rahasia utama untuk mencapai sukses);

Stupidity can’t finish anything (Kebodohan tidak pernah menyelesaikan suatu masalah);

Cleverness is not wisdom (Kepintaran bukanlah kebijaksanaan);

Patience is the base of happiness, accuracy is the base of success, economy is the base of riches (Kesabaran adalah pokok kebahagiaan, ketelitian adalah pokok kesuksesan, penghematan adalah pangkal kekayaan);

Success comes from strong desire (Kesuksesan berasal dari kemauan dan kesungguhan hati);

Nation welfare is the high law (Kesejahteraan bangsa adalah hukum yang tertinggi);

Constant occupation keeps off temptations  (Kesibukan dalam pekerjaan akan menghindarkan Anda dari godaan – godaan);

 Pride is the beginning of destruction (Kesombongan adalah awal keruntuhan);

Unjustice is nil when everyone forgets it (Ketidakadilan bukanlah apa – apa bila orang bisa melupakannya);








Tidak ada komentar: