Selasa, 07 Juli 2015

UNGKAPAN KALBU VERSI KRISTIANI



UNGKAPAN KALBU VERSI KRISTIANI

Jatuh cinta bisa digambarkan dengan kata – kata (Falling in love can be described);

Jika Anda mendidik seorang pria berarti Anda mendidik seorang manusia, tetapi bila Anda mendidik seorang wanita berarti Anda mendidik seluruh keluarganya (If you educate a man you have educated one person, if you educate a woman you have educated thr hole family);

Orang tidak bisa melepaskan diri dari harimau lapar, wanita dan cinta (one can’t be free from a hungry tiger, woman and love);

Lebih baik putus cinta daripada tidak pernah mengalaminya sama sekali (It’s better broken heart than never in love);

Memperoleh kemenangan lantaran bertambah seorang sahabat lebih berharga daripada kemenangan mendapat cinta dari seorang perempuan (Getting fortune by having a new friend is more valuable than getting love from a woman);

Mereka yang mengagumi kita selalu kita cintai, tetapi yang kita kagumi tidaklah selalu kita cintai (We always love people who admire us, but we don’t always love people we admire) ~ LA ROHEFOCAUL;

Pada perjamuan kawin, yang paling sedikit makannya ialah pengantin (At a wedding party, the bridge is the least in eating) ~ PERIBAHASA SEPANYOL;

Putus bercinta bagi wanita adalah kehancuran, putus bercinta bagi laki – laki adalah pengalaman (Broken heart is smash for women, but an experience for men);

Patah hati adalah penyakit cinta yang susah obatnya (Broken heart is a love disease which is very difficult tu be cured);

Pergaulan dengan wanita adalah basis sopan santun (Association with women is the basic of good manners);

Perkawinan adalah suatu pengorbanan yang maha besar (Marriage is a great sacrifice);

Saya memilih isteri saya seperti dia memilih gaun pengantinnya, bukan karena kelihatan mengkilap tapi karena bahannya bagus dan jatuhnya baik (I chose my wife as she chose her wedding gown, not because of it’s gliters, it is because of the good material and looking fit) ~ OLIVER GOLDSMITH;

Sebagian besar gadis – gadis lebih suka kelihatan cantik daripada cerdik, sebab sebagian besar kaum pria lebih pandai melihat daripada berpikir (Most girls like to seem beautiful than to seem clever, because most men are cleverer to see than to think);

Hitch your wagon to a star (Tambatkan kereta Anda pada bintang);

Seorang isteri/perempuan yang berbudi/baik hati itu, memperoleh kehormatan bagaikan seorang gagah berani mendapatkan kekayaan (A gracious woman retains an honour as a strong man retains a richness);

Don’t look a gift horse in the mouth (Jangan melihat mulut kuda yang dihadiahkan);

He who hasitates  is lost (Siapa yang ragu, akan kalah);

Home is where the heart is (Rumah adalah tambatan hati);

Don’t cut the bough you are standing on (Jangan memotong dahan yang diinjak);

History repeats itself (Sejarah berulang);

It is easy to be wise after the event (Memang mudah menjadi bijaksana setelah peristiwa berlalu);

Cut your coat according to your cloth (Potonglah jas Anda sesuai dengan kainnya);

Extremes are dangerous (Keterlaluan itu berbahaya);

Full of courtesy, full of craft (Penuh kesopanan, penuh muslihat);

Health is not valued till sickness comes (Kesehatan tidak dihargai hingga penyakit datang);

It is easier to criticize than to create (Lebih mudah mengkritik daripada membuat);

Don’t have too many irons in the fire (Jangan terlalu banyak besi di dalam api);

Experience  is the best teacher (Pengalaman adalah guru paling baik);

A good book is a good friend (Buku yang baik adalah teman yang baik);

Don’t make a pleasure in the misfortunes of others (Jangan membuat kesenangan diatas penderitaan orang lain);

Custom makes all things easy (Kebiasaan membuat segalanya mudah);

Dying is as natural as living (Mati sama wajarnya dengan hidup);

Expectation is better than realization (Harapan lebih baik daripada kenyataan);

From the sublime to the ridiculous is but a step (Jarak antara kemuliaan dan kehinaan hanya satu langkah);

It is easier to pull down than to build (Lebih mudah merobohkan daripada mendirikan);

It will be the same a hundred years hence (Semuanya akan sama dalam seratus tahun mendatang);

It is ill waiting for dead men's shoes (Sungguh sia - sia menunggu sepatu orang mati);

It is ill swimming against the stream (Sungguh berat berenang melawan arus);

Custom reconciles us to everything (Kebiasaan mendamaikan kita dengan segala hal);

Don’t cry stinking fish (Jangan meneriakan ikan busuk);

Example is better than precept (Contoh lebih baik daripada perintah);

Friendship should not be all on one side (Persahabatan tidak boleh ada di satu pihak);

The grass is always greener on the other side of the hill (Rumput selalu jauh lebih hijau di balik bukit);

Health is better than wealth (Kesehatan lebih baik daripada kekayaan);

It is easy to bear the misfortunes of others (Memang mudah menahan kesusahan orang lain);

Ketika kita taat, pintu – pintu pengetahuan akan terbuka dihadapan kita, dan kita akan dapat memahami yang tidak pernah kita pahami sebelumnya (When we obey, doors of understanding will open in front of us , and we will be able to see as never before);

Kepekaan rohani adalah kemampuan untuk melihat dari sudut pandang Tuhan. Roh Kudus Allah bekerja di dalam diri kita agar kita dapat melihat yang tidak muncul ke permukaan (Spiritual discernment is the ability to see from the Lord’s viewpoint. God’s Holy Spirit works in our lives so that we are able to see beneath the surface of things);

Anda dapat bersyukur pada-Nya dengan penuh percaya, karena Anda tahu bahwa penderitaan sekarang ini akan menjadi kesempatan bagi-Nya untuk menunjukkan karunia-Nya pada Anda (You can thank Him in full faith, because you know that the current pain is an opportunity for Him to demonstrate His grace on your behalf);

Allah merindukan iman Anda yang percaya bahwa Dia akan memberkati Anda. Bersyukurlah kepada Tuhan karena Dia memerintahkan kita untuk bersyukur dalam segala hal (God desires your faith and trust that He will bring a blessing. Thanks to God for instructing us to thank Him in all things);

Allah ingin Anda mengalami perjumpaan yang sesungguhnya dengan dan selalu baru dengan Dia hari lepas hari (God wants you to have a real and fresh encounter with Him each day);
Kekudusan Tuhan itu mengubah hidup dan melalui Roh Kudus, Dia hidup di dalam Anda selamanya (God’s holiness is life – changing, and through the Holy Spirit, He lives inside you forever); 

Yesus telah menunjukkan dengan sangat  jelas bahwa pemulihan tidak akan terjadi sebelum ada pengampunan yang tulus (Jesus made it very plain that no healing occurs until there is deep forgiveness);

Jika Anda sedang bergumul dengan masalah, mintalah seorang teman menolong Anda melihat kebenaran Tuhan tentang situasi Anda. Bersikaplah jujur dan terimalah tanggung jawab atas perasaan – perasaan Anda (If this is something you struggle with, ask a friend to help you see God’s truth about your situation. Be honest and take responsibility for your feelings);

Hal lain yang membuat kita tidak dapat mengalami kemerdekaan dalam anugerah Allah adalah menolak mengampuni diri kita sendiri atas dosa – dosa masa lalu (Another way we fail to experience the freedom God’s grace brings is by refusing to forgive ourselves for past sins);

Ketika kita sedang tertekan, dunia bisa terasa lebih dingin. Matahari mungkin sedang bersinar, tetapi kepala kita tertunduk, sehingga kita tidak dapat memperhatikannya. Burung – burung bernyanyi, tetapi telinga kita penuh tangisan hati, seruan pilu penderitaan, kesedihan dan keletihan. Kita menjaga jarak dengan orang lain, sementara berbagai masalah menghabiskan waktu dan perhatian kita (When we are overburdened, the world seems a colder place. The sun may be shining, but our heads are bowed low, so we don’t notice. The birds sing, but our ears are filled with the cries of our hearts, exclamations of pain, sorrow and weariness. We put distance between us and others as our problems absorb our time and attention);

Kita mungkin tertekan karena harapan – harapan yang tak terpenuhi, trauma atau kematian mendadak, atau sekedar terlalu banyak tugas. Kemungkinan lain adalah hati kita sedang dibdebani oleh dosa. Tetapi apapun penyebabnya, akibatnya sama: kita tertekan oleh beban yang menghancurkan (Perhaps we are weighed down by unmet expectations, sudden trauma or death, or simply too much responsibility. Another possibility is that sin is causing our heaviness of heart. Whatever the cause, however, the result is the same: We are burdened by a crushing weight);

Di dalam kekelaman kita, terdengar suara Yang Maha Kuasa memanggil kita untuk datang mendekat dan mendapatkan kelegaan di dalam Dia (Into our bleaknesscome to the voice of almighty God inviting us to draw near and find rest in Him);

Dengan pertolongan Roh Kudus, mulailah melangkah menapaki jalan ketaatan lama itu, maka Dia akan memberi Anda damai sejahtera yang dijanjikan-Nya (With the spirit’s help, take one step, then another down that ancient path of obedience, and He will give you the promised peace);  

Hanya ketika kita percaya pada rencana Allah maka kita akan mendapat kelegaan dari beban berat (It is only when we trust in the Father’s plan that we will find relief from our burdens);
Marilah kita berdiri, menengadah, meminta dan melangkah agar kita mendapatkan kelegaan yang sudah Tuhan janjikan bagi jiwa kita (Let us stand, look, ask, and walk so that we might find the rest which the Lord has promised for our souls);

Hikmat nabi Yeremia memberikan nasehat praktis yang tak lekang oleh waktu tentang cara mengatasi beban berat (The prophet’s  wisdom offers timeless practical advice on how to handle burdens);

Terimalah kekuatan Roh Kudus untuk langhkah berikutnya dan berusahalah untuk taat dalam pikiran, perkataan dan perbuatan (Draw deeply on the Holy Spirit’s strength for the next step, and seek to be obedient in thought, word, and deed);

Panggilan Yesus untuk menjadi penjala orang juga diberikan kepada orang – orang percaya masa kini (Jesus’ call to be fishers of men extends to modern believers);

Kehidupan Kristen dapat diumpamakan seperti sebuah pertandingan dengan jalur yang sudah disiapkan serta garis finish dalam kekekalan. Setiap Anak Allah memiliki rute pribadi yang dirancang khusus oleh Tuhan (The Christian life can be likened to a race with a predetermined course and a finish line in eternity. Each child of God has a personalized route specially designed by the Lord);

Seperti halnya semua pertandingan jangka panjang, jalan itu penuh rintangan yang dapat mengancam perjalanan atau menggelincirkan kita. Berbagai cobaan akan menggoda kita,  sementara kesibukan dapat membawa kita ke jalan - jalan yang hanya berakhir melelahkan. Rasa khawatir dan takut menguasai pikiran kita dan emosi - emosi berkecamuk membawa kita ke tempat - tempat yang tak pernah Tuhan maksudkan untuk kita datangi  (As with any long term race,  the course is full of obstacles that threaten to trip or sidetrack us. Temptations lure us while busyness can lead us down rabbit trails that end in exhaustion. Worry and fear  grab hold of our minds, and emotions take us places the Lord never intended for us to go);

Meskipun dosa merupakan rintangan yang paling jelas, ada banyak penghalang dan jalan putar lainnya yang lebih tak kentara. Namun apapun yang lebih didahulukan dari hubungan kita dengan Tuhan dapat membawa kita ke jalan yang salah (Although sins  present the most obvious hindrances, other obstacles and detours are subtler. Anything that takes precedence over our relationship with the Lord can send us down the wrong path);   

Mencerminkan Tuhan tidak memerlukan keterampilan khusus, satu – satunya penuntun latihan yang kita perlukan adalah Alkitab. (Being reflection of the Lord requires no special skills, the only training guide we need is the Bible);

Kritik yang tidak bijaksana dapat diartikan sebagai penolakan, membuat anak merasa tidak dikasihi dan tidak berharga untuk dikasihi (Unwise criticism can be interpreted as rejection, leaving a child feeling unloved or unworthy of love);

If you neglect the Word, you’ll lack discernment (Bila Anda mengabaikan Firman Tuhan, maka Anda tidak dapat membedakan yang benar dan yang salah);

The only way believers can guard against deception is to ground themselves in God’s Word (Satu – satunya cara orang percaya dapat menjaga diri menghadapi tipu muslihat adalah dengan menanamkan diri mereka di dalam Firman Tuhan);

Stop running, and face the source of your guilt. It’s time to end your captivity and start walking in the joy of God’s blessing (Berhentilah berlari, dan hadapi sumber rasa bersalah Anda. Inilah saatnya untuk mengakhiri perbudakan dan mulailah berjalan dalam sukacita berkat Tuhan); 

Jesus did not come to accuse or condemn us. Christ restored our souls and made us righteous before God so that our guilt is removed (Yesus tidak datang untuk menuduh atau menghukum kita. Kristus memulihkan jiwa kita dan menjadikan kita benar di hadapan Allah sehingga dosa kita dihapuskan);

Self-condemnation stunts a relationship with Jesus (Menghukum diri sendiri menghalangi hubungan kita dengan Yesus);

Quilt over doing something that violates  the conscience is normal emotion (Rasa bersalah karena melakukan sesuatu yang melanggar hati nurani adalah emosi yang normal);

All – power God, give us opportunities to show your love by caring for others. In Christ’s name. Amen (Bapa penguasa segalanya, berikanlah kami kesempatan untuk menunjukkan kasih-Mu dengan saling memperhatikan satu sama lain. Dalam nama Kristus.Amin);

Only when we let go of self – centeredness and become trully concerned about another’s wefare can we then act to meet that person’s needs (Hanya saat kita melepas segala kesombongan, dan menjadi sungguh – sungguh memperhatikan kesejahteraan orang lain dan melepaskan kepentingan pribadi kita, kita dapat menolong mereka yang membutuhkan);  

Dear God, give us a sense of the needs of others and willingness to serve them in whatever way we can (Allah Pengasih, berikanlah kami kepekaan akan kebutuhan orang lain dan kemauan untuk melayani mereka dengan segala cara yang kami bisa);

What a blessing it is to be open to the needs of others who mght be in a tight spot and to find “wide spaces” to help them move forward in their journey! We too are blessed when we receive the gifts others give to help us on our way (Sungguh suatu berkat di saat menanggapi kebutuhan orang lain yang tengah menghadapi masalah dan mencarikan jalan menolong mereka untuk maju dalam perjalanannya. Kita juga diberkati saat menerima pertolongan orang lain dalam perjalanan kita);  

Dear Lord, help us to trust that your will is always the most loving and merciful way (Tuhan yang baik, tolong kami untuk percaya bahwa kehendak-Mu itu selalu yang paling penuh kasih dan sayang);

Jesus showed us show to put the needs of others above our own (Yesus mengajarkan kepada kita agar lebih memperhatikan kebutuhan orang lain diatas kebutuhan kita sendiri);

Even when I struggle to bring my will under God’s will, I know that God will bring about the best possible outcome (Saat aku bergumul untuk menyerahkan kehendakku dibawah kehendak Allah, aku tahu Dia memberikan yang terbaik);  

As God addresses our needs within the concerns we express, God can bring some healing to our lives as well);



Tidak ada komentar: