Jumat, 04 September 2015

KETIKA HIDUP DIKUASAI ROH ALLAH (WHEN GOD’S SPIRIT IS IN CHARGE)



KETIKA HIDUP DIKUASAI ROH ALLAH (WHEN GOD’S SPIRIT IS IN CHARGE)

Ujian terhadap diri kita yang sebenarnya tidak terjadi kdetika segala sesuatu berjalan lancar, tetapi ketika terjadi hal yang tak diinginkan (The real test of who we are occurs not when things are going our way but when misfortune shows up);

Orang – orang tak percaya akan tertarik kepada terang Yesus yang ada dalam diri kita jika kita menunjukkan ketenangan dan keteguhan dari dalam saat menghadapi kesulitan (Unbelievers are attracted to the light of Jesus within us when we demonstrate inner quietness and steadiness in the face of difficulty);

Kuasa Tuhan memberi kita otoritas dan juga kekuatan rohani yang kita butuhkan untuk melakukan rencana Allah (Divine power gives us the authority as well as the spiritual energy needed to carry out God’s plan);

Roh Kudus menyatakan kuasa-Nya agar hidup kita memuliakan Bapa dan menunjukkan bahwa Allah sungguh dapat menyelamatkan dan mengubah manusia melalui Anak-Nya Yesus Kristus (The Holy Spirit releases His power so that our lives glorify the Father and demonstrate that God does rescue and transform people through His Son Jesus Christ);

Tidak banyak orang yang  dapat berkata bahwa mereka mendapat penjelasan tentang cara bertumbuh secara rohani ketika mereka menerima Kristus (Not many people can say that on the day they accepted Christ, someone explained how to grow spiritually);

Allah mau anak – anak-Nya memiliki keserupaan dengan Kristus, namun iman kita akan bertumbuh jika kita tidak mengambil langkah – langkah itu (God wants His children to bear the image of Christ, but we do not grow in our faith unless we take action);

Tujuan Bapa kita adalah agar semua orang percaya terus bertumbuh menuju keserupaan dengan Kristus (Our Father’s goal is all believers to continually make progress toward Christlikeness);

Tuhan mengetahui diri kita yang sebenarnya; kita sendiri tidak dapat melihat diri kita secara objektif, sehingga kita memerlukan sahabat yang benar – benar mau jujur tentang kesalahan dan kegagalan kita (The Lord sees`us we truly are; we lack the ability to view ourselves objectively, which is why it’s important to have a friend who will be completely honest about our faults and mistakes);

Penasehat yang baik tidak mengeritik atau menyalahkan, tetapi menunjukkan kebaikan dan kasih (A godly counselor won’t be critical or condemning but rather will prove to be loving and kind);

Kita juga akan bertumbuh secara rohani ketika kita melayani Allah dengan melayani orang lain (We also grow spiritually when we serve God by serving others);

Jika Anda memilih menempuh jalan pertumbuhan Allah, Anda dapat berharap menjadi makin seperti Kristus hari lepas hari (If you choose to journey down God’s pathway to growth, you can expect to become more like Christ every day);

Tidak ada komentar: