Jumat, 16 Oktober 2015

KEMERDEKAAN ROHANI (Spiritual Liberty);



KEMERDEKAAN ROHANI  (Spiritual Liberty);

Pergumulan ini dipenuhi dengan pergumulan yang menyingkapkan ketdakmampuan kita sebagai manusia (Life is filled with struggles that reveal our human inadequacy);

Tak seorangpun menyukai rasa takut dan frustasi saat menghadapi tantangan – tantangan yang terlalu besar untuk diatasi, namun Tuhan dapat memakainya untuk kebaikan kita (No one likes the fear and frustration of dealing with challenges that are too big to handle, but God can use them for our good); 

Melalui kuasa Roh Kudus, orang percaya memiliki kemampuan untuk melewati kesukaran dan mencapai apapun yang Tuhan tetapkan untuk mereka lakukan (Through the power of the Holy Spirit, believers have the ability to endure difficulty and accomplish whatever the Lord calls them to do);

Siapapun yang berusaha untuk mengubah dirinya sendiri akan kelelahan saat mengepakkan sayapnya menentang sistem dunia kedagingannya sendiri (Anyone trying to change himself will burn out beating his wings against the world system and his own flesh);

Allah memberikan Anak-Nya bagi kita sebab kita sangat butuh diselamatkan (God gave His Son to us because of our desperate need for rescue); 

Allah mengutus Yesus untuk mati menggantikan kita supaya kita dapat menjadi bagian dari keluarganya (God sent Jesus to die in our place so that we might become part of His family);

Sang Anak dengan sengaja mengorbankan hidup-Nya untuk menggenapi rancangan sang Bapa (The Son deliberately sacrificed His life to accomplish the Father’s plan);

Yesus adalah Allah dalam bentuk manusia, berjalan diantara umat manusia (Jesus was God in human flesh, walking among mankind);

Yesus Kristus dapat melakukan bagi kita apa yang tidak dapat dilakukan materi atau orang manapun (Jesus Christ can do for us what no material thing or other person can);

Allah membungkus kado special-Nya bagi kita ini dalam bentuk tubuh manusia sehingga kita dapat mengenal Dia dan menjadi satu dengan-Nya (God wrapped His special present to us in human flesh so we might know Him and identify with Him);

Melalui Yesus, Bapa menawarkan keselamatan kepada seluruh dunia, orang per orang (Through Jesus, the Father offers salvation to the entire world, one person at a time);

Kasih yang tidak bersyarat adalah hal yang memotivasi Bapa untuk mengorbankan anak-Nya menggantikan kita (Unconditional love is what motivated the Father to sacrifice His Son in our place);
Oleh karena Yesus menyatakan bahwa Dia-lah kebenaran, maka mempertahankan hubungan yang erat dengan Dia melalui doa dan ketaatan akan menguatkan hati nurani kita (Since Jesus declared that He is the truth, then maintaining a close relationship with Him through prayer and obedience strengthens our conscience);

Kita dapat bergantung pada Roh Kudus untuk menolong kita membangun nurani yang lebih baik (We can rely on the Holy Spirit to help us develop a better conscience);

Kita dapat bergantung pada Roh Kudus untuk menolong kita membangun nurani yang lebih baik (We can rely on the Holy Spirit to help us develop a better conscience);

Bila anda ingin memiliki hidup yang bermakna, maka sewaktu – waktu anda akan menjalani jalan kesukaran (If you want a meaningful life, you will at times travel the road af adversity); 

Hidup di dalam kasih Tuhan tidak menjamin hidup yang mudah dan bebas dari rasa sakit. Bahkan, kebalikannya justeru yang terjadi (Living in the center of the Lord’s love dosen’t guarantee an easy, pain – free life. In fact, the opposite is true);

Allah mengasihi orang percaya sehingga Ia membentuk setiap orang percaya untuk menjadi seperti Anak-Nya melalui berbagai cara (God loves believers so much that He conforms each one to His Son’s likeness through any means necessary);  

Ada beberapa manfaat yang mengejutkan dalam penderitaan, dimana tidak mudah bagi kita untuk menerimanya (There some surprising benefits in suffering, which aren’t easy to discern);

Secara manusia, pencobaan itu menyakitkan; namun dari sudut pandang Tuhan, pencobaan itu sifatnya menolong kita (Humanly speaking, trials hurt; but from the Lord’s point of view, they help);

Satu – satunya cara untuk bersukacita selama mengalami pencobaan adalah dengan memahami apa yang Tuhan ingin capai melaluinya (The only way to rejoice during trials is to understand what God wants them to accomplish); 

Bila anda ingin mendapat manfaat dari pergumulan anda, bertahan didalamnya, dan melewatinya dengan sukacita dan kemenangan (If you want to profit from struggles, be sustained in them, and come through with joy and victory);  

Tuhan memegang kendali penuh atas waktu dan intensitas pencobaan yang anda alami, dan Ia tidak akan membiarkannya terjadi melampaui batasan yang Ia telah tetapkan (God’s in full control of the timing and intensity of your trial, and He won’t let it go beyond the boundaries He has set);

Pencobaan akan menguntungkan bila Anda tunduk kepada Tuhan dan mempercayai Dia saat melewatinya (Trial will be profitable if you submit to God and trust Him through it);

Situasi yang sulit adalah suatu kesempatan bagi iman kita untuk membuktikan keasliannya dan menjadi semakin kuat (A trying situation is a chance for faith to prove genuine and grow stronger);

Saat anda mengalami tekanan ekstrim dengan kedamaian dan sukacita yang tidak dapat dijelaskan, Tuhan akan mendemonstrasikan kuasa-Nya kepada dunia yang menyaksikan (When you endure extreme pressure with unexplainable peace and joy, the Lord will demonstrate His sustaining power to a watching world);  

Bapa akan memakai kesukaran – kesukaran anda untuk menghasilkan karakter yang menyerupai Kristus (The Father will use your difficulties to produce Christ – like character);

Tuhan akan berjalan bersama anda melewati pencobaan (God will walk with you through trials);

Tuhan memiliki otoritas penuh atas semua orang dan kejadian (God has total authority over all people and events);

Tuhan mengetahui hati manusia, bagaimana setiap orang akan bertindak, dan langkah – langkah apa yang diperlukan untuk mencapai maksud-Nya (God knows the hearts of men, how each person will act, and what steps are needed to achieve His purposes);

Doa mengubah kita. Selagi kita mencari wajah Tuhan dan menghabiskan waktu didalam Firman-Nya, kita akan diubahkan (Prayer changes us. As we seek God’s face and spend time in His Word, we will be transformed);  

Doa mengundang Allah untuk bertindak. Doa tidak mengubah maksud dan rancangan Tuhan, ataupun membuat Dia mengubah pikiran-Nya (Prayer invites God to act. Praying doesn’t alter God’s purpose or plans, nor does it cause Him to change His mind);  

Doa kita berkuasa saat, tanpa syarat, kita mengundang Tuhan untuk melakukan karya-Nya didalam kehidupan kita dan kehidupan orang lain (Our prayers are powerful when, without reservation, we invite God to do His work in our lives and the lives of others);

Saat kita mencari Tuhan dengan rendah hati dalam doa yang kita panjatkan, kita mengundang-Nya untuk mengambil alih situasi kita dan menyelesaikan rancangan-Nya (When we humbly seek the Lord through prayer, we invite Him to take the lead in our situation and accomplish His plan);  

Kita minta kesembuhan, kesuksesan dan kemapanan keuangan kepada Tuhan (We ask the Lord for healing, success and financial security);

Kita hidup dalam budaya yang berpusat pada kesenangan yang berfokus pada saat sekarang (We live in a pleasure – oriented culture that focuses on the present);

Emosi yang mendorong kita untuk bertindak cepat atau mengutamakan diri kita dapat menyesatkan kita (Emotions that prompt us to act quickly or put ourselves first can lead us astray);

Pastikan bahwa anda mengijinkan Tuhan memegang kendali atas pikiran, kehendak, emosi dan nafsu anda (Make sure that you put God in charge of your mind, will, emotions, and appetite);

Penjara tidak selalu berbentuk bangunan fisik. Orang dapat menciptakan penjara bagi dirinya sendiri yang terbuat dari berbagai dosa (Prisons aren’t always physical buildings. People can create jails for themselves out of many kinds of sin);

Kita dimerdekakan untuk mengejar maksud Tuhan dan sukacita yang muncul saat melayani Dia (We are liberated to pursue God’s purpose and the joy that comes from serving Him);

Kemerdekaan rohani adalah suatu pilihan. Dosa kita dihapuskan saat kita menerima keselamatan, namun godaan tidak dihapuskan (Spiritual liberty is a choice. Our sins are wiped away at salvation, but temptation is not erased);  

Salib bukanlah suatu beban, melainkan suatu simbol bahwa kita telah bebas dan merupakan pengikut Kristus yang telah diampuni (The cross is not a burden, but rather a symbol that we are free and forgiven followers of Christ);

Salib adalah satu – satunya pengharapan kita untuk kemerdekaan rohani (The cross is our only hope for spiritual liberty);

Tidak ada komentar: