Jumat, 27 November 2015

QUOTES NUMPANG LEWAT



QUOTES  NUMPANG LEWAT

The pain of love is the pain of being alive. It is a perpetual wound (Kepedihan cinta adalah kepedihan dalam hidup. Kepedihan itu adalah sebuah luka yang abadi) ~ MAUREEN DUFFY;

It really hurts when you expected so much more from the person you once loved so much (Yang menyakitkan itu sebenarnya saat kita terlalu berharap pada orang yang sangat kita cintai) ~ ANONYMOUS;

If the truth was told instead of a lie, the pain would go away sooner and not hurt  as much (Apabila kita tahu kebenarannya terlebih dahulu, maka perasaan kecewa itu akan pergi lebih cepat dan tak terasa terlalu menyakitkan) ~ ANONYMOUS;

We cease loving ourselves if no one loves you (Kita berhenti mencintai diri kita saat tak ada orang lain yang mencintai kita) ~ GERMAINE DE STAEL;

I hate you for not letting me have you (Aku membencimu karena kau tak membiarkanku memilikimu) ~ ANONYMOUS;

Flattery makes friends and truth makes enemies (Sanjungan membuat teman dan kebenaran menjadi musuh) ~ PERIBAHASA SPANYOL; 

Fortune is a woman; if you neglect her today do not expect to regain her tomorrow (Keberuntungan itu seperti wanita; jika kamu mengabaikannya hari ini, jangan mengharapkannya lagi besok) ~ ;PERIBAHASA PERANCIS;

Fortune is blind, but not invisible (Keberuntungan itu buta, tetapi bukan tidak dengan terlihat) ~ PERIBAHASA SPANYOL;

Friends are like fiddle strings, they must not be screwed too night (Teman itu seperti dawai biola, jangan mengekang mereka terlalu ketat) ~ PERIBAHASA INGGRIS;

Friends are lost by calling often and calling seldom (Teman akan hilang karena kita menghubunginya terlalu sering atau terlalu jarang) ~ PERIBAHASA INGGRIS;

Friendship is a furrow in the sand (Persahabatan itu seperti alur di pasir) ~ PERIBAHASA TONGAN;

Moving on simple, it’s what you leave behind that makes it so difficult (Melanjutkan hidup kembali itu mudah, yang sulit adalah meninggalkan masa lalu); 

Now that I have loved so purely and deeply, I have realized how lonely I am (Saat aku benar – benar mencintai seseorang dengan tulus, saat itu juga aku menyadari betapa kesepiannya diriku);

No pleasure, no expressions, just an illusion of what should of, but was not (Tidak ada kesenangan, tidak ada pula ekspresi, yang ada hanyalah sebuah ilusi yang seharusnya kita lakukan tetapi tidak dilakukan); 

The hardest part of loving someone is knowing when to let go, and knowing when to say good bye (Bagian tersulit dari mencintai seseorang adalah tahu kapan harus melepaskannya pergi, dan tahu kapan untuk mengatakan selamat tinggal);

You can close your eyes to things you don’t want to see, but you can’t  close your heart to things you don’t want to feel (Kamu bisa menutup mata atas sesuatu yang tidak ingin kamu lihat,. namun tidak bisa menutup hati untuk sesuatu yang tidak ingin kamu rasakan);

Give a man a fish, and he’ll eat for  a day. Teach him how to fish and he’ll eat forever (Berikan seseorang satu ekor ikan, dia akan makan untuk sehari. Ajari dia memancing dan dia akan makan selamanya) ~ PERIBAHASA CHINA;

Give neither counsel nor salt till you are asked for it (Jangan berikan nasehat ataupun garam sampai Anda diminta) ~ PERIBAHASA ITALIA;

Half a loaf is better than none (Setengah potong lebih baik daripada tidak sama sekali) ~ JOHN HEYWOOD;

Haste make waste (Kebencian itu perbuatan sia – sia) ~ JOHN HEYWOOD;

Love don’t cost a thing; exscept a lot of tears, a broken heart, and wasted years (Cinta tidak meminta bayaran apapun; kecuali setumpuk air mata, hati yang hancur dan tahun – tahun yang terbuang percuma);  

Loving you was my favorite mistake (Mencintaimu adalah kesalahan favoritku);

How can I lose something that I never had? (Bagaimana aku kehilangan sesuatu yang tak pernah kumiliki);

If dreaming is the only way to be with you, then I’ll never open my eyes (Jika mimpi adalah satu – satunya cara agar aku bisa bersamamu, maka aku tidak akan pernah mau membuka mataku);

I don’t know why they call it heartbreak. It feels like every part of my body is broken too (Sesungguhnya aku tidak tahu mengapa mereka menyebut patah hati, karena bagiku merasa seluruh bagian tubuhku juga terluka) ~ CHLOE WOODWARD;

I don’t miss her, I miss who I thought she was (Aku tidak merindukannya, aku hanya merindukan seseorang yang kupikir kurindukan) ;

Have a horse of your own and then you may borrow another’s (Milikilah kudamu sendiri baru kamu boleh meminjam milik orang lain) ~ PERIBAHASA WALES;

He is not wise that is not wise for himself (Seseorang tidak dianggap bijaksana jika tidak bijaksana pada dirinya sendiri) ~ PERIBAHASA INGGRIS;

He lied like an eyewitness (Berbohong seolah – olah dia saksi mata) ~ EJEKAN DARI RUSIA;

He that marries for money will earn it (Seseorang yang menikah karena uang akan mendapatkannya) ~ PERIBAHASA AMERIKA;

He that plants thorns must never expect to gather roses (Seseorang yang menanam duri tidak sepantasnya mengharapkan memtik mawar) ~ PERIBAHASA INGGRIS ABAD 17;

He who ask is a fool for five minutes, but he who does not ask remains a fool forever (Seseorang yang bertanya adalah orang bodoh selama lima menit, dan seseorang yang tidak bertanya menjadi orang bodoh selamanya) ~ PERIBAHASA CHINA;

He who cannot agree with his enemies is controlled by them (Seseorang yang tidak setuju pada musuhnya akan dikontrol musuhnya) ~ PERIBAHASA CHINA;

The devil finds work for idle hands to do (Iblis menemukan pekerjaan untuk para penganggur);

The end justifies the means (Tujuan membenarkan cara);

The first blow is half the battle (Pukulan pertama adalah setengah pertarungan);

The good is often the enemy of the best (Yang baik sering merupakan musuh dari yang terbaik);

He that would have eggs must endure the cackling of hens (Orang yang ingin mendapatkan telur, harus tahan terhadap teriakan yang betina);

The course of the true love never did run smooth (Perjalanan cinta sejati tak pernah mulus);

The child is father of the man (Anak adalah bapak bagi dirinya);

The darkest hour is that before the  dawn (Saat yang paling gelap adalah sebelum fajar);

The darkest place is under the candlestick (Yang paling gelap adalah dibawah tempat lilin);

The devil can cite the scripture for his purpose (Iblis bisa mengutip ayat – ayat kitab suci untuk mencapai tujuannya);

Everybody’s business is nobody’s business (Urusan tiap orang bukan urusan seseorang);

Fortune knocks once at everyone’s door (Nasib baik mengetuk satu kali di pintu setiap orang);

The gods send nuts to those who have no teeth (Para dewa mengirim buah yang berkulit keras kepada orang yang tidak bergigi);

It is the first step that is troublesome (Langkah pertama memang sulit);

Spend, God will send (Berdamailah, Tuhan akan membalas);

He whose face gives no light, shall never become a star (Seorang yang waktunya tidak memberikan cahaya, tidak akan menjadi bintang) ~ WILLIAM BLAKE “Proverbs of Hell” (1790);    

Heaven lent you a soul, Earth will lend a grave (Surga menjaminmu jiwa, dan dunia menjaminmu kuburan) ~ PERIBAHASA CHINA;

Honesty is the best policy (Kejujuran adalah kebijakan yang paling baik) ~ PERIBAHASA CHINA;

How many will listen to the truth when you tell them (Seberapa banyak yang mau mendengarkan kebenaran saat kamu mengatakannya) ~ PERIBAHASA YIDDISH;

Hygiene  is two thirds of health (Higienis adalah dua pertiga kesehatan) ~ PERIBAHASA LEBANON;

When love feels like magic, you call it destiny. When destiny  has a sense of humor, you call it serendipity (Ketika cinta terasa seperti sihir, kamu menyebutnya takdir. Saat takdir berubah menjadi sebuah humor, kamu menyebutnya kejutan yang menyenangkan); 

When you love someone, and you love them with your heart, it never disappears (Ketika kamu mencintai seseorang, dan kamu mencintai mereka sepenuh hati, maka perasaan itu tidak akan hilang) ~ FORGET PARIS;

Destiny is something we’ve invented because we can’t stand the fact that everything that happens is accidental (Takdir adalah sesuatu yang mempertemukan kita, karena kita tidak akan percaya pada fakta bahwa semua hal terjadi secara kebetulan)~ SLEEPLESS IN SEATTLE; 

Maybe it our imperfections which make us so perfect for one another (Mungkin inilah ketidaksempurnaan  kita, yang membuat kita saling menyempurnakan satu sama lain) ~ EMMA;

Love is a mysteri that is hidden throughout the ages, sneaking behind the appearence and make our hearts as the nest (Cinta adalah suatu misteri yang terselubung sepanjang jaman, mengendap – endap dibalik penampilan dan menjadikan hati kita sebagai sarangnya);

Love is alive both not ambiguous. Love is whole life, not an affair. Love is life sharing, not hurt (Cinta itu hidup berdua, bukan mendua. cinta itu hidup utuh, bukan selingkuh. Cinta itu hidup berbagi, bukan menyakiti); 

If a man be great, even his dog will wear a proud look (Jika seseorang hebat, bahkan anjingnya pun akan terlihat bangga) ~ PERIBAHASA JEPANG;

If a man deceives me once, shame on him; if the deceives me twice, shame on me (Jika seseorang menipuku sekali, dia memalukan; jika dia menipuku dua kali, aku yang memalukan) ~ PERIBAHASA ITALIA;  

If God lived on earth, people would break his windows (Jika Tuhan tinggal di bumi, orang – orang akan memecahkan kaca jendelanya) ~ PERIBAHASA YAHUDI;

Who dares wins (Yang berani akan menang);

To err is human (Manusia tempatnya salah);

The great fish eat up the small (Ikan besar melahap ikan kecil);

He that would command must serve (Orang yang ingin memerintah harus melayani);

It takes two to make a quarrel (Diperlukan dua orang untuk bertengkar);

The hand that rocks the cradle rules the world (Tangan yang menggoyang ayunan akan mengatur dunia);

He that travels far knows much (Orang yang bepergian jauh mengetahui banyak hal);

It takes all sorts to make a world (Diperlukan segala macam hal untuk menciptakan dunia);

The leopard cannot change its spots (Harimau tidak bisa mengubah belangnya);

Every man must carry his own cross (Setiap orang harus memanggul kayu salinya sendiri);

Cross the stream where it is shallowest (Seberangilah bagian sungai yang paling dangkal);

Don’t cross the bridge before you get to it (Jangan seberangi jembatan itu sebelum sampai kesana);

Every man is his own worst enemy (Setiap orang adalah musuh paling jahat bagi dirinya sendiri);

Fortune favours tools (Keberuntungan berpihak pada orang bodoh);

The game is not worth the candle (Permainan tidak sebanding dengan lilin);

Grin and bear it (Menyeringai dan tahanlah);

I do not want you to hear that I love you, but I want you to feel it without me having to say (Aku tak ingin kamu mendengar bahwa aku mencintaimu, tapi aku ingin kamu merasakannya tanpa aku harus mengatakan);

One thing that can not  be forgotten about you is when you are present in my life to be with the confidence that you gave me ( Satu hal yang tak  mungkin aku lupakan tentang kamu adalah saat kau hadir dalam hidupku untuk bersama keyakinan yang kau berikan kepadaku);

It is better to be born a beggar than a fool (Lebih baik terlahir sebagai pengemis daripada sebagai orang bodoh) ~ PERIBAHASA SPANYOL;

It is better to conceal one’s knowledge than to reveal one’s ignorance (Lebih baik menyembunyikan pengetahuan seseorang daripada mengungkapkan kecuekan seseorang) ~ PERIBAHASA SPANYOL;

It is not enough to run, one must start in time (Tidak cukup berlari, kamu harus memulai di waktu yang tepat) ~ PERIBAHASA PERANCIS;

It is not a secret if it is known by three people (Bukanlah rahasia jika diketahui tiga orang) ~ PERIBAHASA IRLANDIA;

It is hard to pay for bread that has been eaten (Sangat sulit membayar roti yang sudah dimakan) ~ PERIBAHASA DENMARK;

It is not fish until it is on the bank (Bukan ikan jika belum sampai ke tepi sungai) ~ PERIBAHASA IRLANDIA;

It is not the horse that draws the cart, but the oats (Bukan kuda yang menarik kereta, tetapi gandum) ~ PERIBAHASA RUSIA;

It is sweet to drink but bitter to pay for (Manis diminum, tetapi pahit saat membayar) ~ PERIBAHASA IRLANDIA;

Fortune favours those who use their judgement (Keberuntungan berpihak kepada mereka yang menggunakan pertimbangannya);

It is good fishing in troubled waters (Memang bagus memancing ikan di air keruh);

He that will thrive must rise at five (Siapa ingin makmur harus bangun jam lima);

It is an ill wind that blows nobody any good (Angin jahat membuat badan tidak enak);

Curses, like chickens, come home to roost (Umpatan, seperti ayam kembali ke kandangnya); 

Don’t cry for the moon (Jangan menangisi bulan);

Every medal has two sides (Setiap medali mempunyai dua sisi);

The higher you climb, the harder you fall (Semakin tinggi memanjat, semakin keras jatuhnya);

Every woman likes to praised (Setiap wanitan suka dipuji);
The worth of a thing is best known by the want of it (Nilai sesuatu bisa diketahui saat kita menginginkannya);

Dreams go by contraries (Mimpi berjalan berlawanan);

He who teaches learns (Yang mengajar, sekaligus belajar);

Hope for the best and prepare for the worst (Berharaplah yang terbaik dan bersiaplah menghadapi hal yang terburuk);

The eye is bigger than the belly (Mata lebih besar daripada kantung perut);

It is the good horse that draws`its own cart (Kuda yang baik menarik keretanya sendiri) ~ PERIBAHASA IRLANDIA;

It is the quite pigs that eat the meal (Babi yang diam yang makan makanannya) ~ PERIBAHASA IRLANDIA;

It takes time to build castles. Rome wan not built in a day (Butuh waktu untuk membangun istana. Roma tidak dibangun dalam sehari) ~ PERIBAHASA IRLANDIA;

It is not a matter of upper and lower class but of being up a while and down a while (Tidak masalah apakah kelas tinggi atau rendah tetapi menjadi tinggi sebentar dan rendah sebentar) ~ PERIBAHASA IRLANDIA;

Joy and sorrow sleep in the bed (Kesenangan dan kesedihan tidur di tempat tidur yang sama) ~ PERIBAHASA CEKO;

Joyfulness is half your health (Kegembiraan adalah setengah dari kesehatan) ~ PERIBAHASA CEKO;

It is better to exist unknown to the law (Lebih baik hidup tanpa dikenal hukum) ~ PERIBAHASA IRLANDIA;

It is better to sit down than to stand,  it is better to lie down than to sit, but death is the best of all (Lebih baik duduk daripada berdiri, lebih baik berbaring daripada duduk, dan yang terbaik adalah kematian); ~ PERIBAHASA INDIAN;

Joy is a net of love by which you can catch souls. A joyful heart is the inevitable result of a heart burning with love (Sukacita adalah jaring cinta yang dapat menangkap jiwa. Sebuah hati yang bersukacita adalah hasil dari hati yang terbakar cinta) ~ BUNDA TERESA – INDIA; 

Keep a green tree in your heart and perhaps a singing bird will come (Peliharalah pohon hijau di hatimu dan mungkin burung yang berkicau akan dating) ~ PERIBAHASA CHINA;

Keep a thing  for seven years and you’ll find a use for it (Simpanlah sesuatu selama tujuh tahun, dan kamu akan menemukan kegunaannya) ~ PERIBAHASA IRLANDIA;

Kill no the goose that lays the golden eggs (Jangan membunuh angsa yang menghasilkan telur emas) ~ PERIBAHASA INGGRIS;

Lack of resource has hanged many a person (Kurang sumberdaya membuat orang digantung) ~ PERIBAHASA IRLANDIA;

Last ship, best ship (Kapal terakhir adalah yang terbaik) ~ PERIBAHASA INGGRIS;

Laws control the lesser man, Right conduct controls the greater one (Hukum mengatur orang kecil, Hak Asasi mengawasi orang besar) ~ PERIBAHASA CHINA;

Lend your money and lose your friend (Pinjamkan uangmu dan kamu akan kehilangan teman) ~ PERIBAHASA INGGRIS;

Let sleeping dog lie (Biarkan anjing yang tidur berbohong) ~ PERIBAHASA INGGRIS;

Let your heart guide your head in evil matters (Biarkan hatimu memandu kepalamu melakukan hal buruk) ~ PERIBAHASA SPANYOL;

Life is bridge. Cross over it., but built no house on it (Hidup itu jembatan. Seberangilah, tetapi jangan membangun rumah diatasnya) ~ PERIBAHASA INDIA;

Life without a friend is death without a witness (Hidup tanpa teman seperti mati tanpa saksi);

Like a fish out of water (Seperti ikan kehabisan air);

Listen to the sound of the river and you will get a trout (Dengarkan suara sungai dan Anda akan dapat ikan trout);

Little pitchers have big ears (Kendi kecil memiliki telinga yang besar);

Live without wolves, and you learn to howl (Hidulah dengan serigala dan kamu belajar melolong);

Look before you leap (Lihat sebelum kamu melompat) ~ JOHN HEYWOOD “The proverbs of John Heywood” (1546); 

Pigs might fly, but they are most unlikely birds (Bila mungkin bias terbang, tetapi mereka tetap tidak akan seperti burung);

Politics is a rotten egg; if broken, it stinks (Politik adalah telur busuk, jika pecah akan berbau);

Poor men seek meat for their stomach, rich men stomach for their meat (Orang miskin mencari daging untuk  perut mereka, orang kaya menelan daging mereka);

Power lasts ten years; influence not more than a hundred (Kekuasaan berakhir dalam sepuluh tahun, pengaruh tidak lebih dari seratus tahun);
Practice makes perfect (Latihan akan membuat sempurna);

Praise the young and they will blossom (Pujilah anak muda dan dia akan mekar);

Patience is poultice for all wounds (Kesabaran itu obat untuk semua luka);

Patience is the best medicine (Kesabaran itu obat terbaik);

People live in each other’s shelter (Orang – orang tinggal di tempat tinggal orang lain);

Look down if you would know how high you stand (Lihatlah ke bawah jika kamu mahu tahu seberapa tinggi kamu berdiri);

Love enters a man through his eyes, woman through her ears (Cinta merasuki lelaki dari matanya dan perempuan dari telinganya);

Love makes the time pass. Time makes love pass (Cinta membuat waktu berlalu, waktu membuat cinta berlalu);

Love me, love my dog (Cintai aku, cintai anjingku);

Love your neighbors, but don’t pull down the fence (Cintai tetanggamu tetapi jangan robohkan pagarnya);

Love, pain, and money cannot be kept secret; they soon betray themselves (Cinta, luka, dan uang tidak bisa menyimpan rahasia; mereka akan segera mengkhianati diri mereka sendiri);

Luck has a slender anchorage (Keberuntungan memiliki pelabuhan yang kecil);

Make hay while the sun shines (Buatlah jerami/keberuntungan saat matahari terbit);

Mankind fears an evil man but heaven does not (Manusia takut manusia jahat, tetapi surge tidak takut);

Many a friend was lost  through a joke, but none was ever gained so (Banyak teman hilang karena gurauan dan tidak satupun didapat dari gurauan);

Many hands make light work (Banyak tangan akan membuat pekerjaan menjadi ringan);

May you have a bright  future – as the chimney sweep said to his son (Semoga kamu memiliki masa depan yang baik – seperti kata pembersih cerobong pada puteranya);

Men count up the faults of those who keep them waiting (Orang menghitung kesalahan orang yang membuat mereka menunggu);

More words do not feed the friars (Kata – kata saja tidak memberi makan biarawan);
More grows in the garden than the gardener knows he has sown (Lebih banyak yang tumbuh di kebun daripada yang diketahui tukang kebunnya);

More things belong to marriage than four bare legs in a bed (Lebih banyak hal yang dimiliki pernikahan daripada sekedar empat kaki di tempat tidur);

Necessity is the mother of invention (Kebutuhan adalah ibu dari penemuan);

Necessity knows no law (Kebutuhan tidak mengenal hukum);

Necessity never made a good bargain (Kebutuhan tidak pernah menciptakan tawar menawar yang baik);

Need teaches a plan (Kebutuhan mengajarkan untuk membuat rencana);

Never cut what can be untied (Jangan pernah memotong sesuatu yang dapat diurai);

Never love with all yourv heart, it only ends in breaking (Jangan pernah mencintai dengan seluruh hatimu, hatimu hanya akan patah pada akhirnya);

Never marry for money. Ye’ll borrow it cheaper (Jangan pernah menikah karena uang. Kamu bisa meminjamnya dengan lebih murah);

Never put off till tomorrow what may be done today (Jangan menunda pekerjaan yang bisa kamu kerjakan hari ini hingga esok);

Night is the mother of council (Malam adalah ibu dari perundingan);

No man limps because another is hurt (Tidak ada orang yang pincang karena orang lain terluka);

No rose without a thorn, or a love without a rival (Tidak ada mawar tanpa duri, atau cinta tanpa saingan);

Procrastination  is the thief of time (Penundaan adalah pencuri waktu);

Public before private and country before family (Kepentingan umum sebelum pribadi dan negara sebelum keluarga)~ PERIBAHASA CHINA;

Put silk on a goat, and it’s still a goat (Pakaikan sutera pada kambing, dan kambing tetaplah kambing);

Quite people are well able to look after themselves (Orang pendiam biasanya mampu mengurus dirinya sendiri);

Rain beats a leopard’s skin, but it does not wash off the spots (Hujan dapat membasahi kulit macan tutul, tetapi tidak dapat menghapus tutulnya);

Riches run after the rich, and poverty runs after the poor (Kekayaan berlari di belakang orang kaya dan kemiskinan berlari di belakang orang miskin);
Roasted pigeons will not fly into one’s mouth (Merpati panggang tidak dapat terbang ke mulut seseorang);

Rome was not built in a day (Roma tidak dibangun dalam sehari);

Seek counsel of him who makes you weep, and not of him who makes you laugh (Carilah nasehat dari orang yang membuatmu menangis dan bukan dari orang yang membuatmu tertawa);

Set a thief to catch a thief (Gunakan penjahat untuk menangkap penjahat);

Silence was never written down (Keheningan tidak pernah dituliskan);

Since we cannot get what we like, let us like what we can get (Jika kita tidak mendapatkan yang kita suka, sukailah apa yang kita dapatkan);

Sit a beggar at your table and he will soon put his feet on it (Dudukkan pengemis di mejamu dan dia akan meletakkan kakinya di atas meja);

Six hours’ sleep for a man, seven for a woman and eight for a fool (Lelaki tidur enam jam sehari, wanita tidur tujuh jam, dan orang bodoh tidur delapan jam); 

Small children give you headache; big children heartache (Anak kecil membuatmu sakit kepala, anak besar membuatmu sakit hati);

Some people are masters of money, and some its slaves (Sebagian orang menjadi majikan uang, dan sebagian yang lain menjadi budak uang);

Sorrow for a husband is like a pain in the elbow, sharp and short (Kepedihan seorang suami bagaikan rasa sakit di siku, tajam dan sekejab);

Speak not my debts unless you mean to pay them (Jangan bicarakan masalah hutang – hutangku kecuali kamu mau membayarnya);

Speak the truth, but leave immediately after (Katakan kebenaran tetapi pergilah dengan segera setelah itu);

Stars are not seen by sunshine (Bintang tidak kelihatan oleh sinar matahari);

Sweet is the wine but sours is the payment (Anggur itu manis, tetapi asem saat membayar);

Take thy thoughts to bed with thee, for the morning is wiser than the evening (Bawa pikiranmu tidur bersamamu, karena pikiran saat pagi lebih bijaksana daripada sore);

Tell me who you live with and I will tell you who you are (Katakan padaku dengan siapa kamu hidup dan aku akan memberitahu siapa dirimu);

Tell the truth and shame the devil (Katakan kebenaran dan permalukanlah setan);

The beginning of wisdom is to call things by their right names (Awal dari kebijaksanaan adalah menyebut hal – hal dengan nama yang benar);

The best advice is found on the pillow (Nasehat terbaik ditemukan diatas bantal);

The best thing about a man is his dog (Hal terbaik dari seseorang adalah anjingnya);

The church is near but the road is icy; the bar is far away but I’ll walk carefully (Gereja itu dekat tapi jalannya penuh salju; Bar itu jauh tapi aku akan berjalan pelan – pelan) ~ PERIBAHASA RUSIA;

The darkest hour is that before the dawn (Saat tergelap adalah saat sebelum fajar);

The day will come when the cow will have use for her tail (Harinya akan datang saat sapi kegunaan ekornya);

The devil looks after his own (Setan menjaga miliknya sendiri);

The devil seduced Eve in Italian. Eve mislead Adam in Bohemian. The Lord solded them both in German. Then the angel drove them from paradise in Hungarian (Setan menggoda Hawa di Italia. Hawa menyesatkan Adam di Bohemia. Tuhan mengutuk mereka di Jerman. Lalu malaikat membuang mereka dari surge di Hungaria) ~ PEPATAH TRADISIONAL POLANDIA;

The gem cannot be polished without friction, nor man perfected without trials (Permata tidak akan bisa dibentuk bagus tanpa gesekan, manusia juga tidak bisa menjadi sempurna tanpa cobaan – cobaan);

The girl who can’t dance says the band can’t play (Gadis yang tidak bisa menari akan berkata bahwa bandnya tidak bisa bermain musik);

The grass is always greener on the other side of the fence (Rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau);

The great thieves lead away the little thieves (Penjahat – penjahat besar menggiring pergi penjahat – penjahat kecil);

The hours of folly are measured by the clock, but of wisdom no lock can measure (Waktu kebodohan dapat diukur dengan jam, tetapi kebijaksanaan tidak dapat diukur dengan jam manapun);

The jay bird don’t rob his own nest (Burung Jay tidak pernah merampok sarangnya sendiri);

Zeal without knowledge is like fire without light (Semangat tanpa pengetahuan seperti api tanpa cahaya);

Zeal without knowledge is the sister of folly (Semangat tanpa pengetahuan adalah saudara dari ketololan);

The light hearth lives long (Hati yang ringan hidup lama);

The man who does not love a horse cannot love a woman (Seseorang yang tidak mencintai kuda tidak bisa mencintai wanita);

The man with the boots does not mind where he places his foot (Seseorang yang memakai boot tidak berpikir dimana dia menempatkan kakinya);

The moon is made of a green cheese (Bulan dibuat dari keju hijau) ~ JOHN HEYWOOD “THE PROVERBS OF JOHN HEYWOOD” (1546);

The more the merrier (Lebih banyak lebih meriah);

The nail that sticks up will be hammered down (Paku yang menempel akan dipukul ke bawah);

The only good thing that comes from the east is the sun (Satu – satunya hal baik yang datang dari timur adalah matahari);

The palest ink is better than the best memory (Tinta pucat lebih baik daripada memori terbaik);

The pine stays green in winter … Wisdom in hardship (Pinus akan tetap hijau di musim dingin … Kebijaksanaan tetap hijau dalam kesulitan);

The reverse side also has a reverse side (Sisi lain juga punya sisi yang berlawanan);

The right man comes at the right time (Orang yang tepat datang pada saat yang tepat);

The road to a friend’s house is never long (Jalan ke rumah seorang teman tidak pernah jauh);

Talk of the devil and he is sure  to appear (Bicaralah tentang setan dan dia akan muncul);

The Russian knows  the way, yet he ask for directions (Orang Rusia tahu jalan tetapi mereka tetap bertanya arah);

The sea has an enormous thirst and an insatiable appetite (Lautan memiliki kehausan yang besar dan nafsu makan yang tak terpuaskan);

The silent dog is the first to bite (Anjing yang diam adalah yang pertama menggigit);

The smallest thing outlives the human being (Hal terkecil dapat membuat manusia hidup lebih lama);

The Spaniard is a bad servant but a worse master (Orang Spanyol adalah pelayan yang buruk tetapi tuan yang lebih buruk lagi);

The sun will set without thy assistance (Matahari akan tetap tenggelam tanpa bantuanmu);

Union is strength (Persatuan adalah kekuatan);

Unwillingness easily finds an excuse (Rasa tidak mau akan mudah menemukan alasan);

Visit your aunt, but not every day of the year (Kunjungilah bibimu, tetapi jangan setiap hari sepanjang tahun);

Victory has a hundred fathers but defeat is an orphan (Kemenangan memiliki seratus ayah tetapi kekalahan adalah anak yatim);

Victory lies in the hands of God (Kemenangan ada di tangan Tuhan);

Victory will carry itself (Kemenangan akan membawa dirinya sendiri);

The surest way to remain poor is to be an honest man (Jalan paling pasti untuk tetap miskin adalah dengan menjadi orang yang jujur);

The tallest blade of grass is the first to be cut by the scythe (Rumput tertinggi adalah yang pertama dipotong sabit);

The tongue is more to be feared than the sword (Lidah harus lebih ditakuti daripada pedang);

The tongue like a sharp knife  … Kills without drawing blood (Lidah bagaikan pisau yang tajam. Membunuh tanpa mengeluarkan darah);

The truth is not always what we want to hear (Kebenaran tidak selalu seperti yang ingin kita dengar);

The turtle lays thousands of eggs without anyone knowing, but when the hen lays an egg, the whole country is informed (Kura – kura bertelur ribuan tanpa seorangpun tahu, tetapi ketika ayam bertelur satu saja, orang senegara tahu); 

The whisper of a pretty girl can be heard further than the roar of a lion (Bisikan seorang wanita cantik dapat terdengar lebih jauh daripada auman harimau);

The wise man sits on the hole in his carpet (Orang bijak akan duduk diatas lubang di karpetnya);

The wolf loses his teeth, but not his inclinations (Serigala kehilangan giginya, tetapi tidak kehendaknya);  

The work praises the man (Pekerjaan akan membuat manusia mulia);

The world is a rose: smell it and pass it on to your friends (Dunia adalah mawar; Cium baunya dan berikan kepada teman – temanmu);
The world would not make a racehorse of a donkey (Dunia tidak akan membuat keledai menjadi kuda pacu);

You can’t hatch chickens from fried eggs (Kamu tidak bisa menetaskan telur dari telur goring);

You have to kiss a lot of toads before you find a handsome prince (Kamu harus mencium banyak katak – katak sebelum menemukan seorang pangeran tampan);

You must live with a person to known a person. If you want to know me come and live with me (Kamu harus hidup dengan seseorang untuk tahu tentang dia. Jika kamu ingin tahu tentang aku, datanglah dan tinggallah bersamaku);  

Young men may die, old men must (Pemuda mungkin mati, tetapi orang tua pasti mati);

Young wood makes a hot fire (Kayu muda akan membuat api lebih besar);

Your health comes first; you can always hang yourself later (Kesehatan datang duluan, kamu bisa menggantung dirimu sesudahnya);

Your neighbor’s  apples are the sweetest (Apel tetanggamu adalah yang paling manis);

You’ve got to do your own growing, no matter how tall your grandfather was (Kamu harus tumbuh dengan dirimu sendiri, tidak peduli seberapa tinggi kakekmu);

Without justice, courage is weak (Tanpa keadilan, keberanian akan lemah);

Wonder is the beginning of wisdom (Bertanya – tanya adalah awal dari kebijaksanaan);

You cannot reason with a hungry belly; it has no ears (Kamu tidak dapat berdebat dengan perut lapar; dia tidak punya telinga);

Who knows most speaks least (Seorang yang tahu banyak harus bicara sedikit);

Witches  and harlots come out at night (Penyihir dan pelacur keluar di malam hari);

With money you a dragon; with no money a worm (Dengan uang kamu adalah naga; tanpa uang kamu adalah cacing);

Evil enters like a needle and spreads like oak tree (Setan masuk bagaikan jarum dan menyebar seperti pohon oak);

Evil is sooner believed than good (Setan lebih cepat dipercaya daripada kebaikan);

Experience is a comb which nature gives to men when they are bald (Pengalaman adalah sisir yang diberikan alam kepada manusia ketika mereka gundul); 

Every dog hath its day (Setiap anjing punya harinya sendiri);

Every garden may have some weeds (Setiap kebun punya rumput);

Everyone loves justice in the affairs of another (Semua orang suka keadilan dalam urusan lain);

Everyone pushes a falling fence (Setiap orang mendorong pagar yang ambruk);

Do not use a hatchet to remove a fly from your friend’s forehead (Jangan pernah menepuk untuk mengusir lalat dari dahi temanmu);

Don’t imitate the fly before you have wings (Jangan meniru lalat sebelum kamu punya sayap);

Don’t look a gift horse in the mouth (Jangan melihat kuda hadiah pada mulutnya);

Did hogs feed here or did Lithuanians have have a feast here (Apakah babi makan disini atau orang Lituania berpesta disini);

Do not be born good or handsome, but be born lucky (Jangan lahir cantik atau tampan, tetapi lahirlah beruntung); 

Do not blame God for having created the tiger, but thank Him for not having given it wings (Jangan salahkan Tuhan karena menciptakan harimau, tetapi berterimakasilah kepada-Nya karena tidak menciptakan sayap untuknya);

Death pays all debts (Kematian membayar semua hutang);

Do not look where you fell, but where you slipped (Jangan melihat dimana kamu jatuh, tetapi dimana kamu terpeleset);

Commit a sin twice and it will not seem a crime (Lakukan dosa dua kali dan itu tidak akan terlihat seperti kejahatan);

Curiosity killed the cat (Rasa penasaran membunuh kucing);

Darkness reigns at the foot of the lighthouse (Kegelapan memerintah di kaki mercusuar);

Deal with the faults of others as gently as with your own (Hadapi kesalahan orang lain selembut menghadapi kesalahanmu sendiri);

Death always comes too early or too late (Kematian selalu datang terlalu cepat atau terlalu lambat);

Death closes all doors (Kematian menutup semua pintu);

Children are poor men’s riches (Anak – anak adalah kekayaan orang miskin);

Blood is thicker than water (Darah lebih kental daripada air);

In baiting a mousetrap with cheese, always leave room for the mouse (Saat meletakan keju di jebakan tikus, sisakan ruang untuk tikusnya);

In love, there is always one who kisses and one who offers the cheek (Dalam cinta, selalu ada satu orang yang mencium dan satu orang lainnya yang menawarkan pipinya);  

Instinct is stronger than upbringing (Insting itu lebih kuat daripada didikan);

It is bad hen that does not scratch herself (Induk ayam yang buruk adalah yang tidak mengerami telurnya sendiri);

It is a bold mouse that nestles in the cat’s ear (Hanya tikus pemberani yang bersarang di telinga kucing);

It is a long road that has no turning (Jalan yang panjang tidak memiliki belokan);

If you wish to know the mind of a man, listen to his words (Jika kamu ingin tahu pikiran seseorang, dengarkanlah kata – katanya);

If you take a big paces you leave big spaces (Jika kamu melangkah besar – besar, kamu akan meninggalkan banyak ruang);

If you want to be criticized, marry (Jika kamu ingin dikritik, menikahlah); 

In a calm sea every man is a pilot (Di laut yang tenang, setiap orang adalah pilot);

If you wish to die young, make your physician your heir (Jika kamu ingin mati muda, jadikanlah dokter ahli warismu);

In America half an hour is forty minutes (Di Amerika, setengah jam sama dengan empat puluh menit); 

A friend in need is a friend indeed (Teman sejati adalah teman yang ada saat dibutuhkan);

A friend’s eye is a good mirror (Mata seorang teman adalah cermin yang baik);

A good denial, the best point in law (Sebuah penyangkalan adalah poin terbaik dalam hukum); 

A good husband is healthy and absent (Seorang suami yang baik adalah yang sehat dan tidak selalu ada);

A hard beginning make a good ending (Sebuah awal yang sulit akan menciptakan sebuah akhir yang baik);

A healthy man is a successful man (Seseorang yang sehat adalah seseorang yang sukses);

Beware of a silent dog and still water (Hati – hati dengan anjing yang diam dan air yang tenang);

Black as hell, strong as death, sweet as love ~ About kuat  (Kopi itu sehitam neraka, sekuat kematian dan semanis cinta);

Both your friend and your enemy think you will never die (Baik teman atau musuhmu akan berpikir bahwa kamu tidak akan mati);

Butter would not melt in her mouth (Mentega tidak akan meleleh di mulutnya);

Better late than never (Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali);

Better no doctor at all than three (Lebih baik tidak ada dokter daripada ada tiga);

Better the devil you know than the devil you don’t know (Lebih baik setan yang kamu kenal daripada setan yang tidak kamu kenal);

Better to  light a candle than to curse the darkness (Lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan);

Better wear out shoes than sheets (Lebih baik mengenakan sepatu daripada kaos kaki);

Between the devil and the deep blue sea (Diantara setan dan laut yang dalam);

A spoon does not know the taste of soup, nor a learned fool the taste of wisdom (Sebuah sendok tidak akan tahu rasa sup, tidak juga mengajari pecundang tentang rasa kebijaksanaan);

A teacher is better than two books (Seorang guru lebih baik daripada dua buah buku);

A thief believes everybody steals (Seorang pencuri percaya bahwa semua orang mencuri);

Be neither intimate nor distant with the clergy (Jangan terlalu dekat ataupun terlalu jauh dengan rohaniawan);

Beggars shouldn’t be choosers (Pengemis seharusnya tidak menjadi pemilih);

Better give a penny than lend twenty (Lebih baik member uang satu penny daripada meminjam dua puluh penny); 

There are many paths to the top of the mountain, but the view is always  the same (Ada banyak jalan keatas gunung, tetapi pemandangannya selalu sama); 

There are more old drunkards than old doctors (Ada lebih banyak pemabuk tua daripada doker tua);

There are only two types of Chinese – those who give bribes and those who take them (Ada dua jenis orang Cina – Yang member suap dan Yang menerima suap);

There are two great pleasures in gambling: that of winning and that of losing (Ada dua kesenangan judi: Yang menang dan Yang kalah);  

There is honor even among thieves (Kebanggaan selalu ada bahkan diantara para penjahat sekalipun);

There is hope from the sea, but none from the grave (Ada harapan dari laut, tetapi tidak satu harapanpun dari kuburan); 

In the free world, art is not a weapon, artist is not an engineer of the soul (Di dalam masyarakat yang merdeka, seni bukanlah senjata, artis bukanlah masinis jiwa);

Honesty is the most fundamental for a good character (Dapat dipercaya merupakan pondasi untuk karakter yang baik);

All the world is a stage (Dunia ini adalah panggung sandiwara);

The result of our youth must be paid 30 years later including its interest (Ekses – ekses masa muda kita akan dibangun 30 tahun kemudian ditambah bunganya);

The Indonesian film is like a plane that in last 17 years can’t take off yet from its runway (Film Indonesia adalah umpama sebuah pesawat terbang yang selama 17 tahun terakhir belum juga mampu melepaskan diri dari landasan (USMAR ISMAIL);

A slender is more dangerous than war (Fitnah lebih berbahaya daripada perang);

Hang your idea high in the sky (Gantungkanlah cita – citamu setinggi langit) ~ Presiden SOEKARNO;

Temptations always obstruck everyone to make good, therefore you must be attentive (Godaan senantiasa menghalangi setiap orang untuk berbuat baik, maka dari itu tajamkan diri dari setiap pengaruh); 

There is only one sin that is not having heart (Hanya ada satu dosa tidak adanya hati) ~ MULTATULI;

Little things please little minds (Hal – hal yang kecil menyenangkan orang – orang yang berjiwa kecil);

Great things come from small beginnings (Hal – hal yang besar bermula dari hal – hal yang kecil);

Much carefulness is as bad as carelessness because both make someone doubtful (Hati – hati secara berlebihan sama buruknya dengan tidak berhati – hati karena membuat orang lain menjadi sangsi);

Only sufferings can teach man to respect the goodness and the wonders of life (Hanya penderitaan hidup yang dapat mengajarkan manusia untuk menghargai kebaikan dan keindahan hifup);  

Only education can open the mind and the heart of man to achieve happiness, welfare and peaceful life (Hanya denga pendidikan, terbuka alam pikiran dan perasaan manusia untuk mendapatkan kebahagiaan, kesejahteraan dan keselamatan hidup);  

Art shows the glory of nation (Seni dapat menunjukkan semarak jaya suatu bangsa);

Attention ! Some words are harder than a stone, sharper than a needle, bitterer than a bite, hotter than cinders (Berhati – hatilah! sebagian dari perkataan ada yang lebih keras dari batu dan lebih tajam dari jarum, lebih pahit dari empedu, dan lebih panas dari bara);  

Keep your promise as it would measure your honesty (Tepati janjimu, karena hal itu akan menjadi ukuran sampai dimana keluhuran budimu);  

Give respect to the other’s idea, don’t say that it is wrong (Hargailah pendapat orang lain, jangan mengatakan kepada orang lain bahwa pendapatnya salah);

Economizing is a good salary (Hemat sudah merupakan penghasilan besar);

The work day for a lazy man is tomorrow, and today is his holiday (Hari bekerja untuk si Pemalas ialah besok, hari liburnya ialah hari ini) ~ JOHN WASLEY;

You must be angry if you have to, and give praise at the right time (Hendaklah kamu marah tentang sesuatu dan kepada orang yang seharusnya dimarahi, dan disamping itu member pujian pada waktu yang sesuai dengan cara dan saat yang baik);

Life without true friends is worthless (Hidup tak ada harganya bagi orang yang tak mempunyai seorangpun kawan sejati);

We’ll get nothing without hard work (Hidup tidak menghadiahkan sesuatu apapun kepada manusia tanpa bekerja keras);

Life is too short where as the skill is too long to learn (Hidup begitu pendek, padahal keahlian begitu lama dipelajari); 

A fruitless life is a useless life (Hidup tanpa buah adalah hidup tanpa faedah);

Knowledge is important but prestige is more important (Ilmu pengetahuan penting tetapi ilmu kewibawaan lebih penting);

Don’t write if you don’t have any ambition (Bila anda tidak mempunyai gairah menulis, janganlah menulis);

Let bygones be bygones (Biarlah yang telah lalu itu berlalu);

If you can’t find peace in your own heart, it is no need to search it in another place (Bila orang tidak dapat menemukan kedamaian dalam hatinya sendiri, tak perlu ia mencarinya ke tempat lain);

Open your pocket and mouth carefully and your wealth and reputation will be great (Bukalah dompet dan mulut anda dengan hati – hati maka kekayaan dan reputasi anda akan besar);

Not seven virtues can make a man be a good husband but 300 contented kindness (Bukan tujuh keutamaan yang dapat membuat seorang pria menjadi suami yang baik, melainkan 300 keramahtamahan yang menyenangkan);

A book consoles us in loneliness and keeps us so that we won’t be a burden to ourselves (Buku menolong kita dikala kesepian dan menjaga agar kita tidak menjadi beban bagi diri kita sendiri);   

Being used to live economically doesn’t make someone difficult to meet financial crisis (Biasa hidup hemat tidak sukar menghadapi krisis);

Do something, so we can make possibilities instead of impossibilities (Berbuatlah sesuatu, karena hanya dengan begitu kita dapat membuat kemungkinan atas sesuatu yang tidak mungkin);  

Brave and always be brave (Berani dan selalu berani);

Work makes us safe, as a motivator, for escaping, a place for training and relaxation (Bekerja membuat kita merasa tenteram, sebagai perangsang, tempat pelarian, tempat untuk latihan dan hiburan);  

Make virtues for sweeping evils (Berbuatlah kebajikan, sebab kebajikan membersihkan kejahatan);

Be honest to yourself before giving honestly to the others (Bila anda ingin jujur kepada orang lain, jujurlah lebih dulu kepada diri sendiri); 

Open your eyes and ears wide, but shut your mouth (Bukalah lebar – lebar mata dan telingamu, tetapi tutuplah mulutmu);

Prove everything. Hold good things (Buktikan segalanya. Pegang teguh apa yang baik);

Studying without thinking is a useless work, thinking without studying is a danger (Belajar tanpa berpikir adalah penghamburan pekerjaan, pemikiran tanpa belajar adalah berbahaya);

If you are patient, you’ll never fail (Bila anda senantiasa tabah dan sabar, tak mungkin anda mengalami kegagalan);

The best way of making fun is choosing yourself as the object (Cara yang baik untuk mengadakan kelakar ialah dengan memilih diri sendiri sebagai sasaran);

The best way to make children good is making them happy (Cara baik untuk membuat anak – anak kita baik, ialah membuat mereka merasa bahagia);

Find protection, rest and happiness in yourself, and don’t rest on the others (Carilah perlindungan, kesentosaan dan kebahagiaan dalam dirimu sendiri, dan jangan bersandar pada orang lain);

Making a promise  is making guilt (Berjanji itu membuat salah);

Thirst is the end of drinking and sorrow is the end of drunkenness (Kehausan adalah akhir dari minum, dan kesedihan adalah akhir dari mabuk); 

Though a tree grow ever so high, the falling leaves return to the ground (Meskipun sebuah pohon tumbuh tinggi, daunnya berguguran ke tanah juga);

Three Spaniards, four opinions (Tiga orang Spanyol, empat pendapat); 

Time is great story teller (Waktu adalah pendongeng yang baik);

Time trieth truth (Waktu mengatakan kebenaran);

To be rich is not everything, but it certainly helps (Menjadi kaya bukanlah segalanya, tetapi dapat menolong);

When spider webs unite, they can tie up a lion (Ketika jaring laba – laba bersatu, jaring itu bisa mengikat harimau);

When the apple is ripe it will fall (Ketika sebuah apel masak, pasti dia akan jatuh);

When the drop (drink) is inside, the sense is outside (Ketika minuman masuk dalam tubuh, rasanya akan keluar);

When the iron is hot, strike (Tempalah besi saat masih panas);

When the liquor was gone the fun was gone (Ketika minuman habis, kesenanganpun hilang);

When the mouse laughs at the cat, there is a hole nearby (Jika tikus menertawakan kucing, pasti ada lubang di sekitar itu);  

How will you know the others while you don’t know yourself (Bagaimana anda bisa mengenal orang lain, kalau anda tidak mengenal diri sendiri);

Language indicates nation (Bahasa menunjukkan bangsa);
Illegal things seldom give prosperity (Barang yang diperoleh dengan tidak baik jarang membawa kesejahteraan);

There is a great difference between getting a good opportunity and seeing it (Besar bedanya antara mendapat kesempatan baik dengan melihat kesempatan baik);

The first subject in conversation is truth, the second is commonsense, the third is good humor and the fourth is intelligence (Bahan ramuan yang pertama dalam percakapan adalah kebenaran, berikutnya akal sehat, ketiga humor yang baik, keempat ketajaman otak) ~ SIR W. M. TEMPLE; 

Bad news travel fast (Berita buruk cepat tersiarnya);

They are rich who have true friends (Mereka kaya yang memiliki sahabat sejati);

Practice makes perfect (Latihan membuat sempurna);

When one is moved seeing poverty, the first thing he does is taking his handkerchief, not his purse (Bila orang terharu melihat kemiskinan, maka lebih dahulu ia memegang sapu tangan daripada dompetnya);  

When money takes place the truth will be silent (Bila uang berbicara maka diamlah kebenaran);

One may build a hut on the sand but building a house must be on the strong foundation (Boleh orang membangun gubuk di atas pasir tetapi membangun gedung harus di atas fondasi yang kuat);

One will grow better if he takes nobody as a model except his own (Manusia akan berkembang lebih baik apabila mereka tidak mempunyai model lain yang dicontoh kecuali dirinya sendiri);

When we realize that we get  lost, turn back and go down the right way (Manakala kita menyadari bahwa kita menyeleweng, maka kewajiban kita untuk berbalik dan kembali meneruskan perjalanan yang benar);

Reading without understanding is doing nothing (Membaca tanpa mengerti apa yang dibaca, sama saja dengan tidak berbuat apa – apa); 

Thinking of the past will get more disappointment (Berpikir/mengingat tentang masa lalu akan menambah kekecewaan);

Having money is good, but getting something without buying is better (Mempunyai uang adalah baik, tetapi lebih baik lagi ialah mempunyai sesuatu yang tidak dapat diperoleh dengan uang); 

Realizing your stupidity is going to get knowledge (Menyadari bahwa anda bodoh adalah hal yang baik untuk mendapatkan pengetahuan);

He who comes with a story to you brings two away from you (Seseorang yang datang padamu dengan satu cerita, mengambil dua cerita darimu); 

He who could foresee affairs three days in advance would be rich for thousands of years (Seseorang yang bisa meramalkan apa yang akan terjadi tiga hari kedepan akan kaya selama ratusan tahun);

He who does not know one thing knows another (Seseorang yang tidak mengetahui tentang satu hal, mengetahui hal yang lain);

He who has health, has hope; and he who has hope, has everything (Seseorang yang memiliki kesehatan memiliki harapan, seseorang yang memiliki harapan memiliki hidup);  

He who has once burnt his mouth always  blows his soup (Seseorang yang pernah merasa mulutnya terbakar akan selalu meniup supnya);

He who holds the ladder is as bad as the thief (Seseorang yang memegang tangga sama buruknya dengan penjahat);

He who knows nothing, doubts nothing (Seseorang yang tidak tahu apa – apa, tidak meragukan apa – apa);  

A good book is a good friend (Buku yang baik adalah sahabat karib);

One who can control himself is a wise man (Orang yang dapat mengendalikan dirinya sendiri adalah orang budiman);

The only way to success is working hard and earnestly (Bekerja keras dan sungguh – sungguh adalah cara satu – satunya menuju sukses);

Being economical doesn’t mean spending money a little, but spending it for useful purpose (Berhemat bukan berarti mengeluarkan uang sedikit dan sekecil – kecilnya, tetapi mengeluarkan uang untuk keperluan yang berguna);

Be economical with your money (Berhematlah dengan pemakaian uangmu);

Think and act joyfully then you will be happy (Berpikir dan bertindaklah gembira maka anda akan bahagia);

If you will be considered having a dignity, speak a little but correctly (Bicaralah sedikit dan benar kalau anda ingin dianggap mempunyai martabat);

If you will multiply your happiness you have to share it (Bila anda hendak menggandakan kegembiraan anda, bagilah dia); 

To deny all, is to confess all (Dengan menyangkal semua hal, kita memberikan pengakuan atas semua hal);

To leave is to die a little (Pergi  adalah kematian kecil);
To lend is to buy a quarrel (Memberi pinjaman adalah membeli sebuah pertengkaran);

To talk without thinking is to shoot without aiming (Berbicara tanpa berpikir itu bagaikan menembak tanpa sasaran);

To teach is to learn (Mengajar adalah belajar);

To whom you tell your secrets, to him you resign your liberty (Kepada siapa kamu menceritakan rahasiamu, kepadanya kamu kehilangan kebebasanmu); 

Today is the first day of the rest of your life (Hari ini adalah hari pertama di sisa waktu hidupmu);

Tomorrow is a new day (Besok adalah hari yang baru);

Tomorrow is often the busiest day of the week (Besok adalah hari paling sibuk dalam seminggu);

Tomorrow  never comes (Hari esok tidak pernah datang);

Trouble rides a fast horse (Kesulitan mengendarai kuda yang cepat);

True nobility is in being superior to your previous self (Kehormatan sejati adalah menjadi berkuasa atas dirimu sendiri);

Love is an interactive feeling in heart between two people of defferent sexes to share each other (Cinta adalah perasaan tari menarik didalam hati dua manusia yang berlainan jenis untuk dapat saling merasakan suka duka masing – masing); 

The good love isn’t grown from the beauty or from the smartness, but from the attitude and the good character (Cinta yang baik tidak ditumbuhkan dari kecantikan atau ketampanan, tetapi karena sikap dan kelakuan yang baik);

Love that comes slow, would keep longer (Cinta yang datangnya perlahan, akan tersimpan lebih lama);

Love is the willingness to surrender and sacrifice for someone who is fit to accept it (Cinta adalah kerelaan untuk menyerahkan diri dan berkorban untuk seseorang yang dianggap pantas menerimanya);

Loves based by the glorious duty would still grow although the beauty has changed into grey and the hardness has changed into the weakness (Cinta yang ditanam pada kewajiban yang luhur akan terus tumbuh walaupun kejelitaan telah berganti uban dan kekerasan menjadi renta);  

Love never kills, only poisons somebody’s life (Cinta tidak pernah membunuh, hanya dapat meracuni hidup seseorang);  

First love is very beautiful to remember, but isn’t the best to do (Cinta pertama memang indah untuk dikenang, tetapi bukan yang terbaik untuk dijalankan); 

A hedge between keeps friendship green (Sebuah pagar menjaga persahabatan tetap hijau);

A hen heavy when carried far (Seekor ayam betina akan menjadi berat ketika dibawa jauh);

A hound’s food is in its legs (Makanan anjing berada di kakinya);

A house without a dog or a cat is the house of scoundrel (Sebuah rumah tanpa anjing atau kucing adalah rumah seorang bajingan) ~ PERIBAHASA PORTUGIS;

A hungry man is an angry man (Seorang yang lapar adalah seorang yang penuh kemarahan);

A lie travels round the world while truth is putting her boots on (Kebohongan berjalan – jalan keliling dunia, sedangkan kebenaran memakaikan sepatu kepadanya);

Take the place at your competence and do in conformity with your place, so they will favour (Ambillah tempat yang menjadi hakmu dan bersikaplah sesuai dengan tempat yang anda duduki itu, maka semua orang akan rela);

Don’t always hope things go as you desire, but face all happenings resolutely, so your heart is always safe (Anda jangan selalu menginginkan semua berlangsung sebagaimana yang anda kehendaki, tetapi hadapilah segala yang terjadi dengan ketetapan hati, sehingga perasaan anda akan tetap tenang tenteram);

Something that annoys you must not be done to the others (Apa yang menyakiti hatimu janganlah engkau perbuat terhadap orang lain);  

If you see a great man, think of being like him. If you feel you are low – spirited, look over yourself (Apabila anda melihat orang yang berjiwa besar, berpikirlah untuk menjadi seperti dia. Sebaliknya jika anda orang yang berjiwa kecil, putuskanlah dan periksalah diri anda sendiri);   

Love can’t be tested by kisses, but the soft feeling is the tester (Cinta tak dapat diuji dengan ciuman, tetapi perasaan halus adalah sebagai pengujinya);

Love your darling forever, but only God that has given His love during you live and die (Cintailah kekasihmu selamanya, namun Tuhan jualah yang memberikan rasa kasih dan cinta-Nya selama kau hidup dan mati);

Love seeks all our attention and the most important is the character, love would  be like the wind in the twilight (Cinta itu menerima perhatian kita semua dan yang paling penting adalah kepribadian itu maka cinta akan berlaku seperti angin di waktu senja);  

Love is like war, the beginning is very easy but very difficult to be ended (Cinta itu laksana peperangan, mudah sekali memulainya tetapi sulit diakhiri);

Love is the greedy between two bodies which shall meet (Cinta adalah gairah antara dua gumpalan daging yang akan bertemu);

Love is the gift that never stops from one’s own heart (Cinta adalah pemberian yang tiada putus dari hati sendiri);

Love is not something, but only some living plan because life without the plan is useless, and the idea without love would die (Cinta itu bukan benda, tetapi semacam cita – cita hidup, sebab hidup tanpa cita – cita tak mempunyai arti, sedangkan cita – cita tanpa diiringi cinta akan mati); 

Love is the living crown, also is the crown of women but only a part odd from men’s life (Cinta adalah keseluruhan sejahtera dari kehidupan manusia, tetapi hanya suatu bagian tambahan dari kehidupan seorang laki – laki);

Love is the shortest way from heart to heart (Cinta adalah jalan terpendek dari hati ke hati);

Love is beautiful but not every beauty has love (Cinta itu indah, tetapi tidak setiap keindahan mengandung cinta);

Love surrounds everything because it is always in the men’s idea (Cinta melingkupi segalanya, karena ia selalu berada di alam pikiran manusia);

Love is gold, giving means to accept and one who lets it go will have his own (Cinta adalah emas, memberi berarti menerima dan orang yang suka melepaskannya, akan memperoleh dirinya sendiri);

Love is a rudder of the living ark (Cinta adalah sebagai kemudi dalam bahtera kehidupan) ~ HAMKA;

Love of the motherland is the most beautiful opinion that can glorify the soul (Cinta kepada tanah air adalah perasaan yang terindah yang bisa memuliakan jiwa);

Trust in Allah, but tie your camel (Percayalah kepada Allah, tetapi ikatlah untamu) ~ PERIBAHASA MUSLIM KUNO;

Truth and oil always come to the surface (Kebenaran dan minyak selalu muncul ke permukaan);

Truth is the safest lie (Kebenaran adalah kebohongan paling aman);

Truth stands the test of time; lies are soon exposed (Kebenaran akan bertahan sepanjang waktu, kebohongan akan segera terbongkar);

Truth will be out (Kebenaran akan terungkap);

Two heads are better than one (Dua kepala lebih baik daripada satu);

Two shorten the road (Dua akan memperpendek jalan);

Two thirds of the work is the semblance (Dua pertiga pekerjaan sebenarnya adalah persamaan);

No time like the present (Tidak ada waktu seperti saat ini);

Not the cry, but the flight of the wild duck, leads the flock to fly and follow (Bukan suara jeitannya, tetapi terbangnya seekor bebek liar yang membuat kawanannya terbang dan mengikuti);

Not wine, men intoxicate themselves; Not vice, men entice themselves (Bukan karena anggur, manusia membuat diri mereka sendiri mabuk; bukan karena perbuatan buruk, manusia menjerumuskan dirinya sendiri);

Nothing dries sooner than tears (Tidak ada yang lebih cepat kering daripada air mata);

Nothing is as burdensome as a secret (Tidak ada yang lebih memberatkan daripada sebuah rahasia);

Nothing is impossible to a willing heart (Tidak ada yang tidak mungkin bagi hati yang berkehendak);

One beggar at the door is enough (Satu saja pengemis di pintu sudah cukup);

One cannot shoe a running horse (Kita tidak bisa memakaikan sepatu pada kuda yang sedang berlari);

One father is more than a hundred schoolmasters (Seorang ayah lebih dari ratusan ahli);

We’ll never know the worth of water till the well go dry (Kita tidak pernah tahu berharganya air sampai sumur kita kering);

What belongs to everybody belongs to nobody (Sesuatu yang menjadi milik semua orang bukanlah milik siapapun);

What breaks in a moment may take years to mend (Sesuatu yang patah dalam satu waktu membutuhkan bertahun – tahun untuk memperbaikinya);

Walk, straight, my son – as the old crab said to the young crab (Belajarlah lurus anakku – seperti kata kepiting tua kepada kepiting muda);

What one knows it is sometimes useful to forget (Apa yang seseorang ketahui kadang – kadang perlu untuk dilupakan);

What you can not avoid, welcome (Sambutlah sesuatu yang tidak dapat kamu hindari);

When a father helps a son, both smile; but when a son must help his father, both cry (Ketika ayah membantu anaknya, keduanya tersenyum; tetapi ketika seorang anak membantu ayahnya, keduanya menangis); 

When fire is applied to a stone it cracks (Ketika api disemburkan ke batu, batunya pecah);

When fortune knocks upon the dooropen it widely (Ketika keberuntungan mengetuk pintu, bukakanlah pintunya lebar – lebar);

When one dog barks another will join it (Ketika seekor anjing menggongong, yang lain akan mengikuti);

A little too late, is much too late (Terlambat sedikit berarti sangat terlambat);

A loan though old is not gift (Sebuah pinjaman, meskipun sudah lama, tetap bukanlah hadiah);  

A man does not seek his luck, luck seeks its mean (Seseorang tidak dapat mencari keberuntungan, keberuntunganlah yang mencari orang tersebut);

A lock is better than suspicion (Sebuah kunci lebih baik daripada kecurigaan);

A man is not honest simply because he never had a chance to steal (Seseorang tidak jujur karena dia tidak pernah punya kesempatan untuk mencuri);

A man may well bring a horse to the water, but he cannot make him drink (Seseorang bisa membawa kuda ke air, tetapi dia belum tentu bisa memaksanya minum); 

One flower will not make a garland (Satu bunga tidak akan menjadi sebuah karangan bunga);

One generation plants the trees; another gets the shade (Satu generasi menanam pohon; generasi yang lain menuai bayangannya);

One good turn deserves  another (Sebuah perubahan yang baik pantas mendapat perubahan yang lain);

One joy scatters a hundred griefs (Satu sukacita menghapuskan seratus kesedihan);

One should go invited to a friend in good fortune, and uninvited in misfortune (Seseorang harus mengundang temannya dalam keberuntungan dan tidak mengundangnya dalam kemalangan);


One swallow maketh not a summer (Satu burung laying – laying tidak berarti musim panas);

If you are planning for a year, sow rice; if you are planning for a decade, plant trees; if you are planning for a lifetime, educate people (Jika kamu berencana untuk satu tahun, tanamlah padi; jika kamu berencana untuk sepuluh tahun, tanamlah pohon; jika kamu berencana untuk sepanjang hidup, didiklah orang – orang); 

If you believe everything you read, better not read (Jika kamu mempercayai semua yang kamu baca, sebaiknya kamu tidak usah membaca);

If you bow at all bow low (Jika kamu membungkuk, membungkuklah rendah);

If you do not sow in the spring you will not reap in the autumn (Jika kamu tidak menanam saat musim semi, kamu tidak akan memanen  di musim gugur);

If you love him, don’t lend him (Jika kamu mencintainya, jangan pinjami dia);

A bad man is an advice (Orang yang bertabiat buruk merupakan nasehat);

One who follows advice is usually better than his adviser (Orang yang menerima nasehat kadang – kadang lebih unggul daripada orang yang memberinya);

A wise man talks less and never shows off (Orang – orang yang bijaksana biasanya tak mau menonjol dan banyak omong);

One who can hold the defeat would feel true happiness (Orang yang dapat menerima kegagalan, adalah orang yang dapat merasakan kebahagiaan yang sejati);

The wise man makes the wise words and the stupid man repeats it (Orang bijaksana membuat peribahasa dan orang pander mengulanginya) ~ ISAAC D’ISRAELI);

God is the most beneficent. Ask Him for everything (Tuhan itu maha pengasih. Mintalah pada-Nya);

Cleanliness is next to the faith (Kebersihan adalah sebagian dari iman);

Science without religion is blind. Religion without science is futile (Ilmu tanpa agama adalah buta. Agama tanpa ilmu adalah hampa);

Perhaps you hate something while it is good for you, and perhaps you love it while it is a danger (Mungkin kamu membenci sesuatu padahal ia baik bagimu, dan mungkin kamu mencintai sesuatu padahal jahat akibatnya);

Love God. He would be with you. Obey Him and He would show the secret of the truth (Cintailah Tuhanmu. Dia akan tinggal denganmu. Taatilah Allahmu dan Ia akan memperlihatkan rahasia kebenaran yang sejati);

Wherever you are, be a pleasant man (Dimanapun anda berada, jadilah insan  yang disukai orang);

Religion teaches the way to act, not the way to prophesy (Agama mengajarkan cara berbuat, bukan cara bernubuat) ~ W.R. INGE;

Life without religion is like a fruitless tree (Hidup tanpa agama bagaikan pohon tanpa buah);

Tanks God for everything (Bersyukurlah pada Tuhan atas segala yang diberikan);

You were born bloodly, so you must die bloodly to drive out colonialism (Kau dilahirkan berlumuran darah, maka kau matipun harus berlumuran darah, demi lenyapnya penjajahan) ~ CUT NYA’ DIEN; 

Good words have great worth and cost a little (Kata – kata yang baik tinggi nilainya dan biayanya murah);

Justice is nothing if someone forgets it (Keadilan bukan apa – apa bila orang bisa melupakannya);

The real virtue comes from  someone’s  heart because all man are born innocently (Kebaikan yang benar – benar keluar dari sanubari manusia, karena manusia dilahirkan baik);

Bitter and pointed words show a weak poetry (Kata – kata yang tajam dan pahit menunjukkan suatu puisi yang lemah);

Words cut more than swords (Kata – kata lebih berbahaya daripada pedang);

Authority tightens someone’s social life, poems remind them of wealth and many kinds of its interest. It authority corrupts, poems will clean them (Kalau kekuasaan menyempitkan areal pergaulan seseorang, puisi mengingatkan mereka kepada kekayaan dan keanekawarnaan dari eksistensinya. Kalau kekuasan korup, puisi akan membersihkannya) ~ PRESIDEN JOHN F. KENNEDY; 

Understanding everything makes someone be forgiving and helpful (Mengerti dan memaklumi segala – galanya membuat orang menjadi pemaaf dan penyantun);

Confessing is gentle and respectable (Mengakui kesalahan adalah sikap kesatria dan terhormat);

Action is better than words (Memberi contoh dengan perbuatan adalah lebih baik daripada memberi contoh dengan perkataan);

Learning a subject for enrichment will never reach it (Mencari pengetahuan hanya dengan maksud memperkaya diri sendiri tidak akan tercapai maksudnya);

One who can’t remember the past will be condemned again (Mereka yang tidak bisa mengingat masa lampau, terhukum dengan mengulanginya lagi) ~ SANTAYANA;
They who gossip to you, will gossip about you (Mereka yang bergunjing kepada anda, akan mempergunjingkan anda pula; 

Tidak ada komentar: