Minggu, 08 November 2015

SEBUAH SIMPUL (KNOTS);



SEBUAH SIMPUL  (KNOTS);

Pergumulan ini dipenuhi dengan pergumulan yang menyingkapkan ketdakmampuan kita sebagai manusia (Life is filled with struggles that reveal our human inadequacy);

Tak seorangpun menyukai rasa takut dan frustasi saat menghadapi tantangan – tantangan yang terlalu besar untuk diatasi, namun Tuhan dapat memakainya untuk kebaikan kita (No one likes the fear and frustration of dealing with challenges that are too big to handle, but God can use them for our good); 

Melalui kuasa Roh Kudus, orang percaya memiliki kemampuan untuk melewati kesukaran dan mencapai apapun yang Tuhan tetapkan untuk mereka lakukan (Through the power of the Holy Spirit, believers have the ability to endure difficulty and accomplish whatever the Lord calls them to do);

Siapapun yang berusaha untuk mengubah dirinya sendiri akan kelelahan saat mengepakkan sayapnya menentang sistem dunia kedagingannya sendiri (Anyone trying to change himself will burn out beating his wings against the world system and his own flesh);

Allah memberikan Anak-Nya bagi kita sebab kita sangat butuh diselamatkan (God gave His Son to us because of our desperate need for rescue); 

Allah mengutus Yesus untuk mati menggantikan kita supaya kita dapat menjadi bagian dari keluarganya (God sent Jesus to die in our place so that we might become part of His family);

Sang Anak dengan sengaja mengorbankan hidup-Nya untuk menggenapi rancangan sang Bapa (The Son deliberately sacrificed His life to accomplish the Father’s plan);

Yesus adalah Allah dalam bentuk manusia, berjalan diantara umat manusia (Jesus was God in human flesh, walking among mankind);

Yesus Kristus dapat melakukan bagi kita apa yang tidak dapat dilakukan materi atau orang manapun (Jesus Christ can do for us what no material thing or other person can);

Allah membungkus kado special-Nya bagi kita ini dalam bentuk tubuh manusia sehingga kita dapat mengenal Dia dan menjadi satu dengan-Nya (God wrapped His special present to us in human flesh so we might know Him and identify with Him);

Melalui Yesus, Bapa menawarkan keselamatan kepada seluruh dunia, orang per orang (Through Jesus, the Father offers salvation to the entire world, one person at a time);

Kasih yang tidak bersyarat adalah hal yang memotivasi Bapa untuk mengorbankan anak-Nya menggantikan kita (Unconditional love is what motivated the Father to sacrifice His Son in our place);
Oleh karena Yesus menyatakan bahwa Dia-lah kebenaran, maka mempertahankan hubungan yang erat dengan Dia melalui doa dan ketaatan akan menguatkan hati nurani kita (Since Jesus declared that He is the truth, then maintaining a close relationship with Him through prayer and obedience strengthens our conscience);

Kita dapat bergantung pada Roh Kudus untuk menolong kita membangun nurani yang lebih baik (We can rely on the Holy Spirit to help us develop a better conscience);

Kita dapat bergantung pada Roh Kudus untuk menolong kita membangun nurani yang lebih baik (We can rely on the Holy Spirit to help us develop a better conscience);

Bila anda ingin memiliki hidup yang bermakna, maka sewaktu – waktu anda akan menjalani jalan kesukaran (If you want a meaningful life, you will at times travel the road af adversity); 

Hidup di dalam kasih Tuhan tidak menjamin hidup yang mudah dan bebas dari rasa sakit. Bahkan, kebalikannya justeru yang terjadi (Living in the center of the Lord’s love dosen’t guarantee an easy, pain – free life. In fact, the opposite is true);

Allah mengasihi orang percaya sehingga Ia membentuk setiap orang percaya untuk menjadi seperti Anak-Nya melalui berbagai cara (God loves believers so much that He conforms each one to His Son’s likeness through any means necessary);  

Ada beberapa manfaat yang mengejutkan dalam penderitaan, dimana tidak mudah bagi kita untuk menerimanya (There some surprising benefits in suffering, which aren’t easy to discern);

Secara manusia, pencobaan itu menyakitkan; namun dari sudut pandang Tuhan, pencobaan itu sifatnya menolong kita (Humanly speaking, trials hurt; but from the Lord’s point of view, they help);

Satu – satunya cara untuk bersukacita selama mengalami pencobaan adalah dengan memahami apa yang Tuhan ingin capai melaluinya (The only way to rejoice during trials is to understand what God wants them to accomplish); 

Bila anda ingin mendapat manfaat dari pergumulan anda, bertahan didalamnya, dan melewatinya dengan sukacita dan kemenangan (If you want to profit from struggles, be sustained in them, and come through with joy and victory);  

Tuhan memegang kendali penuh atas waktu dan intensitas pencobaan yang anda alami, dan Ia tidak akan membiarkannya terjadi melampaui batasan yang Ia telah tetapkan (God’s in full control of the timing and intensity of your trial, and He won’t let it go beyond the boundaries He has set);

Pencobaan akan menguntungkan bila Anda tunduk kepada Tuhan dan mempercayai Dia saat melewatinya (Trial will be profitable if you submit to God and trust Him through it);

Situasi yang sulit adalah suatu kesempatan bagi iman kita untuk membuktikan keasliannya dan menjadi semakin kuat (A trying situation is a chance for faith to prove genuine and grow stronger);

Saat anda mengalami tekanan ekstrim dengan kedamaian dan sukacita yang tidak dapat dijelaskan, Tuhan akan mendemonstrasikan kuasa-Nya kepada dunia yang menyaksikan (When you endure extreme pressure with unexplainable peace and joy, the Lord will demonstrate His sustaining power to a watching world);  

Bapa akan memakai kesukaran – kesukaran anda untuk menghasilkan karakter yang menyerupai Kristus (The Father will use your difficulties to produce Christ – like character);

Tuhan akan berjalan bersama anda melewati pencobaan (God will walk with you through trials);

Tuhan memiliki otoritas penuh atas semua orang dan kejadian (God has total authority over all people and events);

Tuhan mengetahui hati manusia, bagaimana setiap orang akan bertindak, dan langkah – langkah apa yang diperlukan untuk mencapai maksud-Nya (God knows the hearts of men, how each person will act, and what steps are needed to achieve His purposes);

Doa mengubah kita. Selagi kita mencari wajah Tuhan dan menghabiskan waktu didalam Firman-Nya, kita akan diubahkan (Prayer changes us. As we seek God’s face and spend time in His Word, we will be transformed); 

Doa mengundang Allah untuk bertindak. Doa tidak mengubah maksud dan rancangan Tuhan, ataupun membuat Dia mengubah pikiran-Nya (Prayer invites God to act. Praying doesn’t alter God’s purpose or plans, nor does it cause Him to change His mind); 

Doa kita berkuasa saat, tanpa syarat, kita mengundang Tuhan untuk melakukan karya-Nya didalam kehidupan kita dan kehidupan orang lain (Our prayers are powerful when, without reservation, we invite God to do His work in our lives and the lives of others);

Saat kita mencari Tuhan dengan rendah hati dalam doa yang kita panjatkan, kita mengundang-Nya untuk mengambil alih situasi kita dan menyelesaikan rancangan-Nya (When we humbly seek the Lord through prayer, we invite Him to take the lead in our situation and accomplish His plan);  

Kita minta kesembuhan, kesuksesan dan kemapanan keuangan kepada Tuhan (We ask the Lord for healing, success and financial security);

Kita hidup dalam budaya yang berpusat pada kesenangan yang berfokus pada saat sekarang (We live in a pleasure – oriented culture that focuses on the present);

Emosi yang mendorong kita untuk bertindak cepat atau mengutamakan diri kita dapat menyesatkan kita (Emotions that prompt us to act quickly or put ourselves first can lead us astray);

Pastikan bahwa anda mengijinkan Tuhan memegang kendali atas pikiran, kehendak, emosi dan nafsu anda (Make sure that you put God in charge of your mind, will, emotions, and appetite);

Penjara tidak selalu berbentuk bangunan fisik. Orang dapat menciptakan penjara bagi dirinya sendiri yang terbuat dari berbagai dosa (Prisons aren’t always physical buildings. People can create jails for themselves out of many kinds of sin);

Kita dimerdekakan untuk mengejar maksud Tuhan dan sukacita yang muncul saat melayani Dia (We are liberated to pursue God’s purpose and the joy that comes from serving Him);

Kemerdekaan rohani adalah suatu pilihan. Dosa kita dihapuskan saat kita menerima keselamatan, namun godaan tidak dihapuskan (Spiritual liberty is a choice. Our sins are wiped away at salvation, but temptation is not erased); 

Salib bukanlah suatu beban, melainkan suatu simbol bahwa kita telah bebas dan merupakan pengikut Kristus yang telah diampuni (The cross is not a burden, but rather a symbol that we are free and forgiven followers of Christ);

Salib adalah satu – satunya pengharapan kita untuk kemerdekaan rohani (The cross is our only hope for spiritual liberty);

Oleh karena kita adalah saluran terbuka yang siap untuk Tuhan pakai, tidak ada yang menghalangi aliran Roh-Nya melalui kehidupan dan pekerjaan kita. Kita akan menerima lebih banyak daripada yang kita serahkan (Because we are open channel ready for God’s use, nothing obstructs the flow of His Spirit through our life and work. We will receive move than we ever give up);

Beban dosa anda selalu mengiringi anda kemanapun, menyeret hati anda ke dalam lubang keputusasaan (The weight of your sin goes everywhere with you, dragging your heart into a pit of despair);

Kita dapat menghakimi diri kita sedemikian rupa oleh karena tindakan dan motivasi kita tidak memenuhi standar kekudusan (We may judge ourselves harshly because our actions and motives fall short of a holy standard);
Tak seorangpun dapat berbuat cukup baik untuk memperoleh keselamatannya sendiri (No one can do enough good to merit his own salvation);

Hanya Yesus yang menghapus dosa dan hukuman “bersalah” atas orang percaya (Jesus alone removes that believer’s sin and “guilt” verdict); 

Semua orang percaya seharusnya menyesuaikan dirinya dengan kebenaran bahwa tidak ada lagi penghukuman didalam Kristus (All believers should personalized the truth that there is no condemnation in Christ);  

Iman yang didasarkan pada performa adalah ide dunia (Performance – based faith is a worldly idea);

Memang benar anda tidak dapat menyenangkan hati setiap orang, namun anda dapat menyenangkan hati Tuhan dengan menyadari bahwa Ia menerima anda tanpa syarat (It is true you can’t please everybody, but you can please the Lord by recognizing that He accepts you unconditionally);  

Kita telah memiliki status yang kita butuhkan: Kita adalah anak – anak Allah dan duta Yesus Kristus, hidup di dalam kerajaan terang (We have all the status we need: We are children of God and ambassadors of Jesus Christ, living in the kingdom of light);  

Allah tidak pernah berubah, tetapi pemahaman kita akan Dia berubah dan makin bertumbuh (God does not change, but our understanding of God changes and grows);

Belajar memperaktekkan iman dalam kehidupan sehari – hari akan membuat pemahaman kita akan Allah bertumbuh, dan memberikan kita sebuah perspektif baru dalam hidup (Our daily faith practices help our understanding of God to grow and giveus new perspectives on life);

Ya Allah, terimaksih atas anugerah yang Kau berikan bagaimanapun perbuatan kami. Tolonglah kami menerima anugerah-Mu dengan hati bersyukur (Dear God, thank you for the grace you give to us regardless of our merit. Help us to accept your grace with a thankful heart);

Anugerah Allah tidak terbatas pada kondisi apapun (God’s grace has no limits or conditions); 

Terimakasih Tuhan, sebab mengingatkan kami bahwa kami dapat mempercayai-Mu untuk memimpin hidup kami (Thank you Lord, for reminding us that we can trust you for guidance); 

Allah menunjukkan kita jalan; yang kita perlu lakukan hanya mengikuti jalan-Nya (God shows us the way; all we need to do is follow);

Saat kita memilih Firman Allah sebagai fokus, kita diprogram untuk menuju kehidupan rohani yang lebih sempurna (When we choose to make God’s word our focus, we can be programmed for leading fulfilling spiritual lives);

Allah Pengasih, terimakasih atas Kitab Suci. Berikanlah kami pengertian dan tolonglah kami untuk hidup sesuai dengan Firman-Mu (Dear God, thank you for scripture. Give us understanding and help us to put Your Word into practice); 

Merenungkan Firman Allah memprogram hidup kita untuk lebih setia lagi (Meditating on God’s Word programs our lives for faithfulness);

Allah terkasih, terimakasih atas kasih, kesetiaan, dan kerelaan-Mu untuk terlibat dalam tiap kehidupan kami (Dear God, thank you for your love, faithfulness, and willingness to be involved in each our lives);   

Hari ini aku akan berdoa untuk kebutuhan khusus (Today I will pray for a specific need);

Melalui pengalamanku selama bertahun – tahun, aku menyimpulkan bahwa Allah tidak peduli dengan karunia yang hanya dipakai untuk memegahkan diri sendiri namun yang dapat kita gunakan demi membantu sesame (From my experience over the years, I have concluded that God is not as concerned with gifts that bring us personal recognition as with those we can use to help meet the needs of others);

Bapa terkasih, tolonglah kami agar berhenti berharap akan karunia roh yang tidak kami miliki dan biarlah kami bersatu hati merangkul semua karunia yang telah Kau berikan dan menggunakannya demi melayani sesama (Dear Father, help us to stop wishing for spiritual gifts we don’t have and instead to eagerly embrace the ones you have given us and use them to minister to others);

Hanya Allah yang tahu apa yang ada di dalam hati kita dan apa yang terjadi di dalam kehidupan kita. Mengingat hal ini, kita dapat memperlakukan sesama kita dengan belas kasihan yang besar (Only God knows what is in our hearts and what is happening in our lives. Remembering this, we can treat our neighbors with greater compassion);

Aku akan berbelas kasih kepada orang lain dan membiarkan Allah yang menghakimi (I will treat others with compassion and leave judgement to God);

Allah Pengasih, tolonglah kami untuk memandang tetangga kami dengan belas kasihan bukan penghakiman (Dear God, help us to look at our neighbors with compassion, not judgement); 

Permintaan – permintaan Tuhan yang sederhana seringkali menjadi batu loncatan kepada berkat – berkat terbesar dalam kehidupan (God’s simple requests are often stepping – stones to life’s greatest blessings); 

Berkat Tuhan sering didapat karena kita memenuhi permintaan yang tampaknya sepele (Often God’s blessings result from our compliance with seemingly insignificant requests);

Tetapi, taat kepada kehendak Allah itu penting di setiap tahap kedewasaan orang percaya (Submission to God’s will, however, is important at every stage of a believer’s maturitry);

Alkitab dan anggota – anggota jemaat punya banyak kisah yang membuktikan bahwa ketaatan yang tulus adalah satu – satunya jalan untuk bersukacita (Scripture and church members are full of stories to prove that obedient submission is the only way to joy);

Tak ada baiknya memberontak kepada Tuhan, dan tak ada buruknya mentaati Dia (Nothing good can come from rebelling against the Lord, and nothing bad can come from obeying Him);

Ketaatan adalah jalan menuju hikmat dan berkat (Obedience is the pathway to wisdom and blessing);

Ketika kita menyelaraskan kehendak kita dengan kehendak Tuhan, kita menaruh iman dan harapan kita kepada Pribadi yang menciptakan dan mengasihi kita tanpa syarat (When we conform our will to God’s, we place our hope and trust in the One who created us and loves us without condition); 

Kehidupan yang baik adalah kehidupan yang dijalani dengan mata terfokus pada Tuhan, telinga terbuka pada Suara Roh Kudus yang lembut, dan hati bersuka mendengar Firman-Nya (A life well lived is one in which our eyes are focused on the Lord, our  ears are open to the quiet voice of the Holy Spirit, and our hearts feast on Scripture);  

Orang – orang percaya melakukan banyak hal yang luar biasa dalam nama Tuhan (Believers do many wonderful things in the name of God);

Tuhan lebih menginginkan perhatian kita ketimbang segala persembahan atau perbuatan (God wants our attention more than any gifts or works);

Anda harus tahu bahwa meningkatkan relasi dengan Tuhan memang memerlukan waktu dan komitmen, tetapi buahnya sungguh luar biasa (You should know that deepening your relationship with God requires time and commitment but it is immensely rewarding); 

Sebagai orang percaya, kita rindu hidup berbuah yang menyenangkan Tuhan (As believers, we long for  a fruitful life that pleases Lord); 

Setiap orang percaya punya tanggung jawab untuk menjadi pengaruh yang baik (Every believers has the responsibility to be a godly influence);

Melalui teladan dan kesaksian kita, kita perlu menolong orang lain untuk lebih mengenal Yesus Kristus dan mengikut Dia (Through our example and testimony, we are to help people gain a better understanding of Jesus Christ and the way to follow); 

Allah ingin kita mengenal Dia, dan Dia akan mengguncangkan dunia – secara harafiah maupun kiasan – untuk membuat hal itu terjadi (God wants us to be aware of Him, and He will shake our world – literally and figuratively – to make that happen); 

Perjanjian lama mencatat bahwa untuk mendapatkan perhatian manusia, Tuhan sudah mengguncangkan langit dan bumi (Old Testament records that to gain mankind’s attention, the Lord moved heaven and earth); 

Banyak orang memiliki pemahaman yang tidak Alkitabiah mengenai keselamatan, meskipun istilah itu sangat penting dalam pemahaman Kekristenan dan perlu kita perhatikan dengan seksama (Many people have an unscriptural idea of what salvation means, but the term is so basic to understanding Christianity that it merits our careful attention);

Kita dapat mendefinisikan keselamatan sebagai anugerah, kebaikan, kasih, dan kemurahan Allah, sehingga Dia memberi pengampunan atas dosa anda dan saya (We can define salvation as the gift of God’s grace, goodness, love, and mercy, whereby He provides forgiveness for your sin and mine);  

Adakalanya mudah bagi kita untuk menjadi kecil hati melihat masyarakat kita (Sometimes it is easy to get discouraged with our society);

Prinsip tabor tuai berlaku untuk hal yang baik maupun yang jahat (The principle of sowing and reaping works for both good and evil);

Sebagai orang – orang percaya kita dapat menjadi agen perubahan bagi Tuhan dengan rajin menabur benih kebajikan di dunia sekitar kita, dan menjalani hidup dalam kebenaran (As believers, we can become agents of change for the Lord when we become diligent to sow seeds of godliness in the world around us, living lives of righteousness);

Meskipun keadaan masyarakat kita tampaknya membuat kecil hati, kita harus percaya pada janji bahwa Allah setia pada Firman-Nya (Although the state of our society may look discouraging, we must cling to the promise that God will be faithful to His Word);

Menabur benih kebaikan bagi Tuhan mungkin akan sangat melelahkan, namun tuaian yang dijanjikan-Nya akan lebih besar dari yang dapat kita bayangkan (Planting seeds of God’s goodness may be tiring at times, but the harvest promised will be greater than we could imagine);  
Adakalanya mudah bagi kita untuk menjadi kecil hati melihat masyarakat kita. Korupsi dan sinisme merebak dan tampaknya bisa merajalela (Sometimes it is easy to get discouraged with our society. The corruption and cynicism is pervasive and an seem overwhelming at times);

Dalam kerinduan kita membangun relasi dengan Tuhan, kita dapat menyediakan waktu untuk bertemu dengan-Nya setiap hari, bersekutu dengan-Nya dan mengenali rencana-Nya untuk hidup kita (In our desire to grow in our relationship with the Lord, we can set aside a time to meet Him daily, communing with Him and seeking His plan for our lives);

Perjumpaan dengan Allah yang kudus itulah yang mengubah hidup kita (Encounters with our Holy God are what transform and change our lives);

Ketika kita membuat diri kita siap dan sedia, Allah akan menjumpai kita (When we make ourselves willing and available, God will encounter us);

Melalui doa – doa kita, kita tahu bahwa Tuhan itu tidak dikendalikan oleh kekuatan manusia dan bahwa kuasa untuk mengubah suatu negara terletak di dalam tangan-Nya (Through our prayers, we understand that God – not men and women – is in control and that the power to change a country rests in Him);

Pengakuan yang tulus, yang berarti sependapat dengan Tuhan mengenai dosa, tidak terpisah dari yang namanya pertobatan (True confession, which means agreeing with the Lord about sin, is inseparably linked with repentance);

Bertobat berarti berbalik dari kesalahan (To repent is to turn away from wrong);

Dengan memandang dosa dari sudut pandang Allah, kita akan melihat suatu kebiasaan  buruk dan jahat dengan konsekwensi – konsekwensi yang mengerikan dan ingin segera menjauhinya secepat mungkin (By looking at our sin from God’s perspective, we’ll see a vile, wicked habit with terrible consequences and will want to run from that as fast as possible);  

Praktisnya, mengaku dosa dan bertobat memerlukan keputusan yang disengaja untuk berkata, “Dengan kuasa Roh Kudus, aku berbalik”. (In practical terms, to confess and repent requires the intentional decision to say, “By the Holy Spirit’s power, I’m turning away”); 

Iblis masih akan mencobai anda dan kegagalan masih mungkin terjadi. Tetapi Allah dapat menghancurkan belenggu dosa anda, dan Dia ingin membebaskan anda (Satan will still tempt you, and failure remains a  possibility. But God can break the chains of your sin, and He wants to set you free); 

Kemenangan bisa terjadi langsung, tetapi bisa juga melalui proses menukar pilihan yang salah dengan yang benar (Victory can be immediate, or it can be a process of trading wrong choices for right ones); 
Saat anda meninggalkan dosa, kuasa surga akan datang menolong anda (When you forsake sin, the power of heaven is there to help you);

Pengharapan akan masa depan cerah juga akan kita miliki jika kita menerima tawaran hidup baru dari Allah (The hope of bright future is also ours if we accept God’s offer of new life);

Tidak ada dosa yang terlalu besar untuk tidak diampuni Allah (No sin is so great that God will not forgive);

Mengaku dosa dan bertobat berarti kita perlu meletakkan beban rasa bersalah kita di kaki salib Yesus (Confession and repentance mean we must drop our guilt burden at the foot af the Cross);

Hanya ketika kita bersedia menyingkirkan dosa dan rasa malu yang menyertainya, kita dapat mengambil langkah berikutnya – menerima pengampunan (Only when we are willing to lay aside the sin and its accompanying shame can we take the second step – accepting forgiveness); 

Kematian Kristus di Golgota membuat hidup orang bebas dari beban dan hukuman dosa, tetapi setiap orang harus menerima anugerah keselamatan ini secara pribadi (Christ’s death at Calvary bought every person  a life free from the weight and wages of sin, but each individual must accept that salvation gift for him or herself);

Kemerdekaan baru kita harus dipertahankan dengan mengambil langkah terakhir: percaya bahwa kita sudah memiliki hidup baru dalam Kristus (Our newfound liberty is maintained by taking a final step: believing we have a new life in Christ);

Tubuh anda adalah bait Allah yang hidup (Your body is the temple of the living God);

Tuhan mencari orang – orang percaya yang dapat diajar, mau bertobat dan bersedia tunduk pada kehendak Allah yang lebih besar. (The Lord looks for believers who are teachable, willing to repent, and prepared to surrender to God’s greater will);

Sebagai orang Kristen, kerinduan kita seharusnya tertuju pada mengenal Allah melalui Anak-Nya Yesus Kristus (As Christians, we should desire to be centered on knowing, God through His Son Jesus Christ); 

Yesus menggambarkan Diri-Nya sebagai Gembala yang baik, Roti Hidup, dan Pokok Anggur yang benar (Jesus described Himself as Good Shepherd, Bread of Life, and True Vine);

Membangun hubungan yang erat dengan Tuhan merupakan upaya seumur hidup yang tidak memiliki jalan pintas (Building a close relationship with God is a lifelong pursuit with no shortcuts);

Hari – hari kita akan dibangun dengan menerima dan mentaati perintah – Nya (Our days will be structured around receiving and obeying instruction from Him);

Berbalik dari mengejar hal – hal duniawi yang fana akan menjadi semacam harga yang harus dibayar dalam memperoleh berkat – berkat keintiman berjalan dengan Allah (Turning away from ungodliness and worldly pursuits will appear a small price to pay for the blessings of intimately walking with God);

Tugas anda hanyalah mempercayai-Nya dan taat mengikuti perintah – perintah-Nya (Your job is simply to trust Him and be obedient by following His directions);

Cerita – cerita dan prinsip – prinsip yang terdapat dalam Injil tetap dapat diterapkan pada masa kini sebagaimana pada zaman Yesus (The stories and principles found in the Gosples are just as applicable today as they were in Jesus’ day);

Supremasi Allah melampaui segala sumber daya manusia (God’s supremacy trumps human resources);

Allah tahu bagaimana mengatasi masalah anda, namun Dia mungkin memilih meminta kerjasama anda, atau bahkan meminta anda melakukan hal yang tampaknya mustahil (God knows how to solve your problem, but He may choose to require your cooperation, possibly even asking you to do something that seems unreasonable);

Anda perlu ingat, setiap kali kita menyerahkan solusi kita yang cacat dan sumber daya kita yang sedikit kepada-Nya dan melangkah dalam ketaatan, Dia dapat melakukan perkara – perkara besar didalam dan melalui kita (But remember that whenever we yield our flawed solutions and meager resources to Him and step out in obedience, He does great things in us and through us);    

Mengakui segala dosa pikiran dan perbuatan secara teratur akan membuat kita diampuni dan disucikan dari segala kesalahan (Regular confession of our ungodly thoughts and actions brings forgiveness and purifies us from unrighteousness);

Sebelum kita menjadi anak Allah, sifat dasar kita adalah memberontak terhadap otoritas-Nya (Before we were adopted into God’s family, our nature was in rebellion against His authority);  

Sekalipun hidup kita belum sempurna, Tuhan ingin melihat apakah hati dan pikiran kita setia mengikut Dia (While we will live imperfectly, the Lord looks to see if our minds and hearts are commited to following Him); 

Usaha kita yang tulus untuk menaati Dia akan membuat kuasa-Nya tercurah saat kita melakukan pekerjaan-Nya (Our sincere effort to obey Him brings a release of His power as we carry out His work);

Ketika kita menjadikan kekudusan sebagai prioritas dan menunjukkan ketaatan  kepada Tuhan, kita akan menerima kekuatan supernatural untuk memilih kebenaran (When we make holiness a priority and demonstrate obedience to the Lord, we’ll receive supernatural strength to choose righteousness);

Bapa sorgawi memanggil kita untuk menjalani kehidupan yang adikodrati – yang tidak sama dengan pemikiran dunia (Our heavenly Father has called us to live a supernatural life – one that is contrary to the world’s thinking);

Sebelum kita menjadi anak Allah, sifat dasar kita adalah memberontak terhadap otoritasnya (Before we were adopted into God’s family, our nature was in rebellion against His authority);

Sekalipun hidup kita belum sempurna, Tuhan ingin melihat apakah apakah hati dan pikiran kita setia mengikut Dia (While we will live imperfectly, the Lord looks to see if our minds and hearts are committed to following Him); 

Ketika kita terlalu lemah dalam menghadapi cobaan atau terlalu takut dalam melakukan rencana Tuhan, kita harus bertekun dalam doa (When we are too weak to withstand temptation or too fearful to pursue the Lord’s plan, we must persevere in prayer);

Tetap berdoa akan membuat kita makin mendekat pada-Nya, meningkatkan iman kita, dan membuat Dia menyatakan kehendak-Nya didalam dan melalui kita (Doing so will draw us closer to Him, build our faith, and invite Him to work His`will in and through us); 

Yang terpenting dalam pikiran Tuhan adalah menyelamatkan manusia (Uppermost in God’s thoughts is man’s salvation); 

Pekerjaan terpenting dalam hidup kita di dunia adalah mendukung rencana penyelamatan Bapa (The most important work in our world is to help with the Father’s redemptive plan); 

Hari ini aku akan mengingat umat Kristen yang menderita karena iman mereka (Today I will remember Christians who are suffering for their faith);

Ya Allah, Pembela orang yang tidak berdaya, hiburlah dan kuatkanlah mereka yang menderita karena iman mereka kepada-Mu. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin (O God, defender of the helpless, console and strengthen those who suffer for their faith in You. In Jesus name we pray. Amen);

Untuk negara yang membenci kekristenan, aku berdoa agar Allah membangkitkan individu – individu yang akan memperkenalkan Kristus kepada penduduk mereka (For any country that is hostile to Christianity, I pray that God will raise up individuals who will introduce Christ to their people);

Didalam doa, aku akan mengurangi fokusku pada kebutuhan dan permohonan serta lebih memohon pada kehadiran Allah (In prayer, I will focus less on needs and requests and more on basking in God’s presence);

Allah terkasih, tolonglah kami untuk mengingat bahwa bersama-Mu adalah jauh lebih penting dari apapun yang kami minta (Dear God help us to remember that being with You is just as important as what we are asking of You);

Kini, tiap kali berdoa, aku ingat untuk berfokus kepada Allah serta kuasa kehadiran-Nya yang mengasihi dan menenangkan segala kekhawatiran serta ketakutanku (Now, each time I pray, I remember to focus on God and the power of God’s loving presence to calm my worries and fear);

Hari ini aku akan mendengar Allah memanggilku untuk melayani orang lain (Today I will listen for God calling me to serve others);

Terimakasih Allah Pengasih atas kesempatan yang Engkau berikan kepada kami untuk melayani orang lain (Thank you Loving God, for the opportunities you give us to serve others);

Kita tidak pernah tahu kapan Kristus akan memanggil kita menjadi tangan dan kaki-Nya. Semua terserah pada kita untuk bangkit, mendengar dan merespons (We never know when Christ will call us to be his hands and feet. It’s up to be awake, to listen, and then no respond);

Dengan membaca Firman dapat menunjukkan kepada kita cara – cara hidup baru (Reading scripture can direct us to new ways of living);   

Allah terkasih, hiburlah kami saat kami disakiti dan dikecewakan. Firman-Mu memampukan kami untuk mendapatkan kekuatan, tujuan, dan harapan yang baru (Dear God, comfort us in times of hurt and disappointment.  Lead us into Your Word where we can find strength, direction, and renewed hope);     

Kita selalu dapat berdiam diri sejenak, dan ketahuilah bahwa hanya Allah yang dapat membantu kita untuk berubah melalui doa (We can always rest, knowing that God is just a prayer away to help us change);  

Allah dapat membebaskan kita dari kepahitan dan bentuk emosi lainnya yang menghancurkan sukacita kita dan menjauhkan kita untuk memaafkan orang lain (God can free us from bitterness and other emotions that destroy our joy and keep us from forgiving others);

Dengan pertolongan Allah aku dapat mengucap berkat bagi orang lain (With God's help I can speak blessings to others);

Tuhan terkasih, tolonglah kami agar menjadi teladan kasih dan kebaikan-Mu melalui jawaban kami kepada orang lain. Jagalah mulut kami sehingga kami tidak menyakiti orang lain atau diri sendiri (Dear Lord, help us model your lovingkindness in our responses to others. Put a guard on our mouths so we don’t hurt others or ourselves);   

Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan amarah (A gentle answer turn away wrath, but a harsh word stirs up anger);  

Tidak ada komentar: