Jumat, 27 November 2015

SEKEDAR RESUME HUKUM



SEKEDAR RESUME HUKUM

Sita Maritaal: Pasal 823 BRv dan praktek sita maritaal diajukan oleh si isteri atas "harta bersama" dengan suami, sedang Sita Matrimonial yang diajukan oleh pihak suami kepada isteri dalam praktek gugatan "harta bersama";

Conservatoir Beslag (Sita Jaminan): Pasal 227 HIR/261 RBg dan seterusnya. Sita jaminan berupa barang bergerak atau barang tetap milik debitur/Tergugat untuk pemenuhan hutangnya atau untuk pemenuhan hak - hak kreditur/Penggugat agar Debitur tidak berusaha mengalihkan dan/atau memindahtangankan barang - barangnya;  
Revindicatoir Beslag (Sita Revindicatoir): Pasal 226 HIR/260 RBg; Sita atas barang bergerak  milik Kreditur/Penggugat sendiri yang berada ditangan Debitur/Tergugat; Berbeda dengan sita conservatoir (sita jaminan), maka pada sita rivindicatoir (sita hak milik; sita harta hak milik) hanya meliputi barang – barang tidak tetap (bergerak). Penggugat selaku pemilik barang yang berada pada lorang yang memegang barang itu (orang lain), yaitu mohon agar barang itu disita, asalkan barang – barang tersebut disebutkan dengan tegas (dirinci);
Hal menjalankan sita revindikaoir/sita harta hak milik tersebut berlaku juga selain Pasal 226 HIR/260 RBg jis Pasal 197, 199, HIR/208, 214 RBg dan lainnya; Penggugat sebagai pemilik harus menghadap di persidangan untuk didengar dan guna meneguhkan dalil – dalil permohonannya itu. Demikian pula pihak yang memegang barang (Tergugat) harus dipanggil dan didengar di persidangan. Jika putusan dikabulkan, maka sita dinyatakan sah dan berharga serta barang yang disita diserahkan kepada Penggugat, sedangkan apabila ditolak, penyitaan tersebut harus diangkat;   
Sita Conservatoir (Sita Jaminan) atas barang bergerak milik debitur yang berada  di tangan pihak ketiga: Pasal 197 ayat (8) HIR/211 RBg dan seterusnya. Sita ini tidak boleh mengenai hewan dan perkakas lain sebagai mata pencaharian (beslag onder derden); Sedangkan Sita Gadai (Pand Beslag) diatur dalam Pasal 751 s/d 756 BRv;  
Sita Conservatoir atas pesawat terbang: Pasal 763 BRv; Berbagai penyitaan yang kemudian dilaksanakan sebagai pemenuhan eksekusi karena perkaranya telah diputus dan mempunyai kekuatan hukum tetap tersebut, maka demi hukum telah memperoleh titel  eksekutorial. Demikian pula penjualan atas seluruh harta kekayaan Debitur bagi kepentingan Kreditur pada kepailitan menurut undang – undang kepailitan (faillissement  verrordening, Stb. 1905 – 217 jo. Stb. 1906 – 348 jo. Perpu No. 1 Tahun 1998 jo UU No. 4 Tahun 1998 dalam perkara perdata niaga), masih merupakan salah satu aspek yang termasuk dalam ruang lingkup “hukum eksekusi”;  

Tidak ada komentar: