Selasa, 12 Januari 2016

KEDUDUKAN HAK MILIK




KEDUDUKAN HAK MILIK 

Sebagai Makhluk sosial yang merdeka, setiap orang mempunyai berbagai macam hak untuk menjamin dan mempertahankan kehidupannya di tengah – tengah masyarakatnya. Hak yang dipunyai seseorang dalam kelangsungan hidupnya tersebut pada dasarnya dapat dibedakan atas dua jenis utama bila dipandang menurut sifatnya, yakni:

1.    Hak yang bersifat asasi, yaitu hak yang harus ada pada setiap orang untuk dapat hidup secara wajar sebagai individu yang sekaligus juga anggota masyarakat selaras dengan harkat dan martabatnya sebagai pribadi yang terhormat;

2.    Hak yang tidak bersifat asasi, yaitu hak yang secara wajar boleh dimiliki oleh seseorang atau suatu pihak karena hubungannya yang khusus dengan orang atau pihak lain pada suatu tempat dan waktu tertentu serta situasi dan kondisi yang dianggap tepat;

Yang dimaksud dengan hak yang bersifat asasi ialah hak yang dipunyai oleh setiap orang dan tidak boleh diganggu gugat oleh siapapun dan dengan alasan apapun, selama orang tersebut tidak menyalahgunakan haknya itu atau berbuat sesuatu yang membahayakan atau merugikan orang lain. Dengan perkataan lain hak asasi itu adalah hak yang tidak dapat tidak, harus selalu menyertai kehidupan setiap orang dalam arti yang sewajarnya dan seharusnya, misalnya:
-       Hak untuk bebas bertindak dalam memenuhi kebutuhan hidup baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain yang menjadi tanggungan atau berada diatas bantuannya;
-       Hak untuk bebas berkumpul dengan orang lain;
-       Hak untuk bebas mempunyai pendapat sendiri;
-       Hak untuk bebas mencari berbagai hiburan dan kenikmatan hidup  melalui berbagai cara yang dipandang baik menurut hemat masing – masing asalkan cara tersebut dibenarkan dan tidak mengganggu orang lain;  

Hak yang tidak bersifat asasi adalah hak yang masih dapat dikesampingkan dari kehidupan seseorang karena adanya suatu atau beberapa kepentingan yang lebih memaksa. Kalau dalam hal tidak adanya suatu hak asasi harkat dan martabat seseorang sebagai manusia itu berkurang, maka tidaklah demikian halnya dengan hak yang tidak asasi ini. Tidak adanya satu atau beberapa atau mungkin juga ketiadaan sama sekali akan hak ini, tidak mengurangi harkat dan martabat seseorang sebagai manusia selain mungkin hanya mengurangi kenikmatan dan kebahagiaan hidup orang yang bersangkutan itu sendiri;

Contoh hak yang tidak asasi misalnya, segala hak yang dapat diperoleh berdasarkan hukum tetapi masih dapat juga diganggu gugat (dalam arti dibatasi atau mungkin juga dihapus sama sekali) melalui hukum itu sendiri bila ada satu atau beberapa kepentingan sebagai sebabnya yang lebih memaksa, yang antara lain adalah kepentingan umum;
Aneka hak tersebut antara lain ialah hak milik, hak pakai, hak sewa, hak usaha bagi hasil (yang dapat ada terhadap benda tetap maupun lepas), hak guna usaha, hak guna bangunan, hak membuka tanah, hak memungut hasil hutan (yang khusus ada dalam bidang keagrariaan) dan sebagainya, yang kita ketahui bahwa kesemuanya mempunyai fungsi sosial, artinya penggunaannya  selain ditujukan untuk kepentingan pemegangnya harus pula tidak mengganggu kepentingan umum (sosial) atau dengan perkataan lain; penggunaan hak tersebut diatas oleh pemegangnya tidak boleh disalahgunakan;

Hak asasi itu bersumber langsung dari aspek manusiawi kehidupan setiap orang yang bersifat abadi dan universal sedangkan hak yang tidak asasi itu bersumber dari aspek hubungan antarpribadi yang bisa berbeda menurut tempat, waktu, situasi dan kondisi. Letak hak milik yang menjadi inti dalam hal ini ialah didalam jenis hak yang tidak asasi, yang pada suatu saat dapat atau mungkin saja diganggu gugat bila kepentingan umum ternyata mendesak;   

Tidak ada komentar: